Toyota Motor menutup tahun 2025 dengan kinerja pasar AS yang mengesankan, mengirimkan 2.518.071 kendaraan dan meraih tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 8%. Raksasa otomotif ini mempertahankan kekuasaannya di Amerika Utara, menempati posisi kedua di antara semua produsen mobil AS berdasarkan volume, hanya kalah dari General Motors dalam peringkat.
Momentum EV Menghadapi Hambatan
Segmen kendaraan listrik perusahaan menunjukkan ketahanan dengan 1.183.248 unit terjual sepanjang tahun, menandai peningkatan sebesar 17,6% dibandingkan tahun 2024. Prestasi ini merupakan tonggak penting, karena kendaraan listrik dan hybrid kini menyumbang 47% dari total portofolio penjualan Toyota di AS. Namun, kuartal keempat menunjukkan perlambatan yang mengkhawatirkan di kategori ini, dengan penjualan kendaraan listrik mencapai 290.840 unit—penurunan 1,9% dari tahun sebelumnya meskipun mewakili 45% dari pengiriman Q4.
Rincian Kinerja Divisi
Divisi unggulan Toyota mencatat penjualan 2.147.811 kendaraan untuk seluruh tahun, meningkat 8,1%. Divisi ini mempertahankan momentum di kuartal keempat, dengan mengirimkan 552.510 kendaraan dengan tingkat pertumbuhan kuartalan sebesar 9,3%. Divisi Lexus premium menyumbang 370.260 penjualan tahunan, naik 7,1% dari tahun sebelumnya, dengan penjualan Q4 sebanyak 99.685 unit menunjukkan peningkatan 2,3%.
Dampak Tarif dan Strategi Pasar
Toyota menavigasi lingkungan yang menantang di tahun 2025 dengan menyerap biaya terkait tarif sambil memanfaatkan antusiasme konsumen yang kuat terhadap model bernilai, terutama lini sedan Corolla. Keseimbangan ini memungkinkan perusahaan mempertahankan momentum penjualan meskipun tekanan eksternal. Namun, pimpinan perusahaan memperingatkan bahwa strategi penyerapan biaya saat ini tidak berkelanjutan, menandakan kemungkinan penyesuaian harga di masa depan karena beban tarif yang terus berlanjut.
Menatap Masa Depan
Tren penurunan permintaan kendaraan listrik selama kuartal terakhir menyoroti tantangan penting bagi strategi jangka panjang Toyota. Produsen mobil ini menghadapi tekanan ganda dari hambatan tarif dan pergeseran preferensi konsumen di pasar EV, yang membutuhkan penyesuaian strategis untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam lanskap otomotif yang terus berkembang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Toyota Melaju Terus Hingga 2025 Meskipun Tekanan Tarif dan Pasar Kendaraan Listrik yang Meningkat
Toyota Motor menutup tahun 2025 dengan kinerja pasar AS yang mengesankan, mengirimkan 2.518.071 kendaraan dan meraih tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 8%. Raksasa otomotif ini mempertahankan kekuasaannya di Amerika Utara, menempati posisi kedua di antara semua produsen mobil AS berdasarkan volume, hanya kalah dari General Motors dalam peringkat.
Momentum EV Menghadapi Hambatan
Segmen kendaraan listrik perusahaan menunjukkan ketahanan dengan 1.183.248 unit terjual sepanjang tahun, menandai peningkatan sebesar 17,6% dibandingkan tahun 2024. Prestasi ini merupakan tonggak penting, karena kendaraan listrik dan hybrid kini menyumbang 47% dari total portofolio penjualan Toyota di AS. Namun, kuartal keempat menunjukkan perlambatan yang mengkhawatirkan di kategori ini, dengan penjualan kendaraan listrik mencapai 290.840 unit—penurunan 1,9% dari tahun sebelumnya meskipun mewakili 45% dari pengiriman Q4.
Rincian Kinerja Divisi
Divisi unggulan Toyota mencatat penjualan 2.147.811 kendaraan untuk seluruh tahun, meningkat 8,1%. Divisi ini mempertahankan momentum di kuartal keempat, dengan mengirimkan 552.510 kendaraan dengan tingkat pertumbuhan kuartalan sebesar 9,3%. Divisi Lexus premium menyumbang 370.260 penjualan tahunan, naik 7,1% dari tahun sebelumnya, dengan penjualan Q4 sebanyak 99.685 unit menunjukkan peningkatan 2,3%.
Dampak Tarif dan Strategi Pasar
Toyota menavigasi lingkungan yang menantang di tahun 2025 dengan menyerap biaya terkait tarif sambil memanfaatkan antusiasme konsumen yang kuat terhadap model bernilai, terutama lini sedan Corolla. Keseimbangan ini memungkinkan perusahaan mempertahankan momentum penjualan meskipun tekanan eksternal. Namun, pimpinan perusahaan memperingatkan bahwa strategi penyerapan biaya saat ini tidak berkelanjutan, menandakan kemungkinan penyesuaian harga di masa depan karena beban tarif yang terus berlanjut.
Menatap Masa Depan
Tren penurunan permintaan kendaraan listrik selama kuartal terakhir menyoroti tantangan penting bagi strategi jangka panjang Toyota. Produsen mobil ini menghadapi tekanan ganda dari hambatan tarif dan pergeseran preferensi konsumen di pasar EV, yang membutuhkan penyesuaian strategis untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam lanskap otomotif yang terus berkembang.