Ketika Mark Tritton memasuki peran sebagai Chief Merchandising Officer di Target, dia mengubah cara peritel bersaing dengan raksasa. Sekarang, sebagai CEO yang baru diangkat dari Bed Bath & Beyond (NASDAQ: BBBY), eksekutif berusia 55 tahun ini membawa rekam jejak terbukti dalam membangun kembali operasi ritel yang sedang berjuang—dan saham BBBY sudah merespons dengan lonjakan lebih dari $2 per saham.
Efek Mark Tritton: Rekam Jejak yang Layak Diamati
Sebelum bergabung dengan Target pada 2014, Tritton mengasah keahliannya di bidang ritel di Nordstrom (NYSE: JWN), Timberland, dan Nike (NYSE: NKE), mengembangkan pemahaman mendalam tentang posisi merek dan strategi merchandising. Di Target, karyanya sangat berperan dalam membangun merek rumah yang tidak hanya bersaing dari segi harga, tetapi juga dari segi gaya dan desain. Merek seperti A New Day, Goodfellow & Co., Project 62, dan Cat & Jack menjadi penggerak lalu lintas toko, dengan Cat & Jack saja menghasilkan $2 miliar dalam penjualan selama tahun pertamanya. Keberhasilan ini membantu mendorong saham Target diperdagangkan lebih dari dua kali lipat level pertengahan 2017.
Untuk usaha Tritton di Target, dia mendapatkan $5 juta per tahun—gaji yang mencerminkan nilainya bagi organisasi. Pertanyaannya sekarang adalah apakah dia bisa menerapkan rumus yang sama ke Saham BBBY, yang telah terpukul keras oleh penurunan ritel tahun ini, dari puncak April sebesar $19.41 menjadi $7.40 pada Agustus.
Tantangan BBBY: Pembalikan Ritel yang Menunggu Terjadi
Situasi di Bed Bath & Beyond mencerminkan tantangan yang dihadapi Target bertahun-tahun lalu. BBBY telah menghasilkan sekitar $12 miliar dalam penjualan tahunan tetapi mencatat empat kuartal berturut-turut kerugian, dengan penjualan toko yang sama menurun 6,7% dalam periode pelaporan terbaru. Perusahaan ini beroperasi sebagai “category killer” tradisional dalam model Best Buy (NYSE: BBY)—sebuah model ritel yang menua dan berjuang untuk berkembang.
Namun, neraca keuangan menawarkan sedikit ruang napas. Saham BBBY saat ini memiliki kapitalisasi pasar hanya $1,5 miliar, menyimpan sekitar $1 miliar dalam kas, hanya memiliki $1,5 miliar utang jangka panjang, dan mempertahankan dividen dengan hasil 6,84%. Secara finansial, fondasi untuk pembalikan sudah ada.
Di Mana Keahlian Mark Tritton Sejalan dengan Kebutuhan BBBY
Masalah utama di Bed Bath & Beyond juga merupakan peluang terbesar perusahaan: posisi merchandise. Pengalaman ritel terasa kuno—desain situs web, presentasi produk, dan kurasi merek tidak mencerminkan harapan konsumen modern. Di sinilah rumus Tritton menjadi relevan.
BBBY sudah meluncurkan Bee & Willow Home, merek privat pertamanya, dengan rencana lima merek rumah tambahan pada akhir tahun. Strategi ini secara langsung mencerminkan keberhasilan Tritton, berbeda dengan pesaing seperti Walmart (NYSE: WMT), yang mengakuisisi merek mapan seperti Bonobos, dan Costco Wholesale (NASDAQ: COST), yang memusatkan perhatian pada merek Kirkland sebagai indikator kualitas. Amazon.com (NASDAQ: AMZN) telah mengejar nilai melalui Amazon Basics.
Pendekatan Tritton—menciptakan label privat yang berbeda dan bergaya yang meningkatkan lalu lintas kaki—dapat menyuntikkan “pizzazz” yang saat ini kurang dari Saham BBBY.
Keputusan untuk Saham BBBY
Jika ekonomi tetap stabil, kondisi mendukung potensi pembalikan BBBY. Mark Tritton mewarisi perusahaan dengan posisi keuangan yang wajar, momentum merek privat yang baru berkembang, dan valuasi yang masih memberi ruang untuk pemulihan. Analis sudah mulai mengelilingi saham ini, dengan dua firma meningkatkan rekomendasi menjadi “Beli” dalam beberapa bulan terakhir.
Apakah Tritton pantas mendapatkan kredit penuh atas kinerja Target memang bisa diperdebatkan, tetapi pengangkatannya telah memberi sinyal kepada pasar bahwa perubahan akan datang—dan terkadang, sinyal itu sudah cukup sebagai katalis.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Merek Pribadi Mark Tritton: Bisakah Dia Menyelamatkan Saham BBBY dari Krisis Ritel?
Ketika Mark Tritton memasuki peran sebagai Chief Merchandising Officer di Target, dia mengubah cara peritel bersaing dengan raksasa. Sekarang, sebagai CEO yang baru diangkat dari Bed Bath & Beyond (NASDAQ: BBBY), eksekutif berusia 55 tahun ini membawa rekam jejak terbukti dalam membangun kembali operasi ritel yang sedang berjuang—dan saham BBBY sudah merespons dengan lonjakan lebih dari $2 per saham.
Efek Mark Tritton: Rekam Jejak yang Layak Diamati
Sebelum bergabung dengan Target pada 2014, Tritton mengasah keahliannya di bidang ritel di Nordstrom (NYSE: JWN), Timberland, dan Nike (NYSE: NKE), mengembangkan pemahaman mendalam tentang posisi merek dan strategi merchandising. Di Target, karyanya sangat berperan dalam membangun merek rumah yang tidak hanya bersaing dari segi harga, tetapi juga dari segi gaya dan desain. Merek seperti A New Day, Goodfellow & Co., Project 62, dan Cat & Jack menjadi penggerak lalu lintas toko, dengan Cat & Jack saja menghasilkan $2 miliar dalam penjualan selama tahun pertamanya. Keberhasilan ini membantu mendorong saham Target diperdagangkan lebih dari dua kali lipat level pertengahan 2017.
Untuk usaha Tritton di Target, dia mendapatkan $5 juta per tahun—gaji yang mencerminkan nilainya bagi organisasi. Pertanyaannya sekarang adalah apakah dia bisa menerapkan rumus yang sama ke Saham BBBY, yang telah terpukul keras oleh penurunan ritel tahun ini, dari puncak April sebesar $19.41 menjadi $7.40 pada Agustus.
Tantangan BBBY: Pembalikan Ritel yang Menunggu Terjadi
Situasi di Bed Bath & Beyond mencerminkan tantangan yang dihadapi Target bertahun-tahun lalu. BBBY telah menghasilkan sekitar $12 miliar dalam penjualan tahunan tetapi mencatat empat kuartal berturut-turut kerugian, dengan penjualan toko yang sama menurun 6,7% dalam periode pelaporan terbaru. Perusahaan ini beroperasi sebagai “category killer” tradisional dalam model Best Buy (NYSE: BBY)—sebuah model ritel yang menua dan berjuang untuk berkembang.
Namun, neraca keuangan menawarkan sedikit ruang napas. Saham BBBY saat ini memiliki kapitalisasi pasar hanya $1,5 miliar, menyimpan sekitar $1 miliar dalam kas, hanya memiliki $1,5 miliar utang jangka panjang, dan mempertahankan dividen dengan hasil 6,84%. Secara finansial, fondasi untuk pembalikan sudah ada.
Di Mana Keahlian Mark Tritton Sejalan dengan Kebutuhan BBBY
Masalah utama di Bed Bath & Beyond juga merupakan peluang terbesar perusahaan: posisi merchandise. Pengalaman ritel terasa kuno—desain situs web, presentasi produk, dan kurasi merek tidak mencerminkan harapan konsumen modern. Di sinilah rumus Tritton menjadi relevan.
BBBY sudah meluncurkan Bee & Willow Home, merek privat pertamanya, dengan rencana lima merek rumah tambahan pada akhir tahun. Strategi ini secara langsung mencerminkan keberhasilan Tritton, berbeda dengan pesaing seperti Walmart (NYSE: WMT), yang mengakuisisi merek mapan seperti Bonobos, dan Costco Wholesale (NASDAQ: COST), yang memusatkan perhatian pada merek Kirkland sebagai indikator kualitas. Amazon.com (NASDAQ: AMZN) telah mengejar nilai melalui Amazon Basics.
Pendekatan Tritton—menciptakan label privat yang berbeda dan bergaya yang meningkatkan lalu lintas kaki—dapat menyuntikkan “pizzazz” yang saat ini kurang dari Saham BBBY.
Keputusan untuk Saham BBBY
Jika ekonomi tetap stabil, kondisi mendukung potensi pembalikan BBBY. Mark Tritton mewarisi perusahaan dengan posisi keuangan yang wajar, momentum merek privat yang baru berkembang, dan valuasi yang masih memberi ruang untuk pemulihan. Analis sudah mulai mengelilingi saham ini, dengan dua firma meningkatkan rekomendasi menjadi “Beli” dalam beberapa bulan terakhir.
Apakah Tritton pantas mendapatkan kredit penuh atas kinerja Target memang bisa diperdebatkan, tetapi pengangkatannya telah memberi sinyal kepada pasar bahwa perubahan akan datang—dan terkadang, sinyal itu sudah cukup sebagai katalis.