## Koneksi Inggris: Bagaimana Elon Musk dan Tolkien Lebih Dari Sekadar Berbagi Afrika Selatan
Ketika Elon Musk menggunakan media sosial untuk menjelaskan asal-usulnya, dia menyoroti poin yang layak diperhatikan. Miliarder teknologi ini meluruskan—dia bukan keturunan Afrikaner seperti yang banyak orang kira, melainkan menelusuri garis keturunannya kembali ke keturunan Inggris dan Inggris. Yang menarik? Dia menarik paralel langsung dengan J.R.R. Tolkien, penulis legendaris "The Lord of the Rings," yang juga lahir di Afrika Selatan.
Pada 3 Januari 2024, Musk memposting: "Small correction: I am from a British/English background, not an Afrikaner background (similar to JRR Tolkien, who was also born in South Africa)." Ini adalah detail yang tampaknya kecil di permukaan tetapi sebenarnya mengungkap sesuatu yang lebih dalam tentang bagaimana identitas budaya sering disalahpahami, terutama ketika menyangkut orang terkaya di dunia.
### Mengapa Ini Penting: Perpecahan Afrika Selatan antara Afrikaner dan Inggris
Di sinilah menjadi menarik. Kebanyakan orang menganggap semua orang dari Afrika Selatan sebagai satu kategori, tetapi kenyataannya jauh lebih rumit. Afrikaner berasal dari pemukim Belanda, Jerman, dan Prancis dari abad ke-17—mereka berbicara Afrikaans dan membawa identitas budaya yang khas yang dibentuk oleh era kolonial dan apartheid. Sementara itu, orang Afrika Selatan berketurunan Inggris, berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa utama, dan mempertahankan hubungan budaya yang lebih kuat dengan Inggris.
Itu adalah perbedaan mendasar dalam pengalaman, nilai, dan pandangan dunia. Koreksi Musk bukan sekadar masalah semantik—itu tentang menetapkan konteks untuk memahami latar belakang dan pengaruh yang membentuk dirinya.
### Koneksi Tolkien
J.R.R. Tolkien lahir di Bloemfontein, Afrika Selatan, pada tahun 1892 dari orang tua Inggris. Ia menghabiskan masa kecilnya di negara itu sebelum pindah ke Inggris sebagai anak kecil, dan akhirnya menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia sastra.
Elon Musk, lahir di Pretoria pada 28 Juni 1971, mengikuti trajektori yang agak serupa. Meskipun waktunya di Afrika Selatan lebih lama dari Tolkien, warisan Inggrisnya menghubungkannya dengan dunia berbahasa Inggris yang lebih luas. Menariknya, Musk sendiri menjadi semacam penggemar Tolkien, sering menyebut karya-karya penulis tersebut di media sosial. Koneksi ini bahkan berperan dalam hubungannya dengan mantan pasangannya, Grimes, di mana literatur Tolkien menjadi tonggak budaya.
### Pengaruh Pembentuk: Alam Liar, Fiksi, dan Ambisi
Biografi Musk mengungkapkan masa kecil yang penuh tantangan di Afrika Selatan, termasuk partisipasinya dalam kamp bertahan hidup di alam liar saat usia 12 tahun—sesuatu yang dia gambarkan secara memorabel sebagai "Lord of the Flies' paramiliter." Pengalaman-pengalaman pembentuk ini, dipadukan dengan warisan budaya yang berakar pada nilai-nilai Inggris dan sastra Inggris, kemungkinan besar memengaruhi pandangan dunianya dan pendekatannya terhadap pemecahan masalah.
Ada juga spekulasi yang terus-menerus tentang ayah Musk, Errol Musk, yang diduga terlibat dalam tambang zamrud di Afrika Selatan. Miliarder teknologi ini berulang kali menepis klaim tersebut sebagai berlebihan, menyatakan frustrasi terhadap "kebohongan tentang tambang zamrud palsu" dan mempertanyakan apakah itu benar-benar ada. Apakah benar atau tidak, rumor-rumor ini menambah lapisan pada narasi seputar asal-usulnya.
### Gambaran Lebih Besar
Klarifikasi Musk menyoroti pola yang lebih luas: orang dari Afrika Selatan membawa warisan budaya yang sangat berbeda tergantung pada garis keturunan mereka. Bagi Musk, keturunan Inggris/Inggris menempatkannya lebih dekat ke dunia berbahasa Inggris, memengaruhi segala hal mulai dari bahasanya hingga referensi budaya—pikirkan Tolkien hingga SpaceX. Memahami konteks ini penting karena membantu menjelaskan bagaimana seseorang yang dibesarkan di era apartheid di Afrika Selatan bisa mengembangkan perspektif yang secara fundamental global dan maju ke depan, yang lebih dipengaruhi oleh tradisi intelektual Inggris daripada budaya Afrikaner lokal.
Dalam satu cara, berbagi tempat lahir di Afrika Selatan tetapi mengikuti trajektori yang berbeda antara Musk dan Tolkien secara sempurna menggambarkan bagaimana geografi tidak menentukan takdir—warisan dan sejarah keluarga yang menentukan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
## Koneksi Inggris: Bagaimana Elon Musk dan Tolkien Lebih Dari Sekadar Berbagi Afrika Selatan
Ketika Elon Musk menggunakan media sosial untuk menjelaskan asal-usulnya, dia menyoroti poin yang layak diperhatikan. Miliarder teknologi ini meluruskan—dia bukan keturunan Afrikaner seperti yang banyak orang kira, melainkan menelusuri garis keturunannya kembali ke keturunan Inggris dan Inggris. Yang menarik? Dia menarik paralel langsung dengan J.R.R. Tolkien, penulis legendaris "The Lord of the Rings," yang juga lahir di Afrika Selatan.
Pada 3 Januari 2024, Musk memposting: "Small correction: I am from a British/English background, not an Afrikaner background (similar to JRR Tolkien, who was also born in South Africa)." Ini adalah detail yang tampaknya kecil di permukaan tetapi sebenarnya mengungkap sesuatu yang lebih dalam tentang bagaimana identitas budaya sering disalahpahami, terutama ketika menyangkut orang terkaya di dunia.
### Mengapa Ini Penting: Perpecahan Afrika Selatan antara Afrikaner dan Inggris
Di sinilah menjadi menarik. Kebanyakan orang menganggap semua orang dari Afrika Selatan sebagai satu kategori, tetapi kenyataannya jauh lebih rumit. Afrikaner berasal dari pemukim Belanda, Jerman, dan Prancis dari abad ke-17—mereka berbicara Afrikaans dan membawa identitas budaya yang khas yang dibentuk oleh era kolonial dan apartheid. Sementara itu, orang Afrika Selatan berketurunan Inggris, berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa utama, dan mempertahankan hubungan budaya yang lebih kuat dengan Inggris.
Itu adalah perbedaan mendasar dalam pengalaman, nilai, dan pandangan dunia. Koreksi Musk bukan sekadar masalah semantik—itu tentang menetapkan konteks untuk memahami latar belakang dan pengaruh yang membentuk dirinya.
### Koneksi Tolkien
J.R.R. Tolkien lahir di Bloemfontein, Afrika Selatan, pada tahun 1892 dari orang tua Inggris. Ia menghabiskan masa kecilnya di negara itu sebelum pindah ke Inggris sebagai anak kecil, dan akhirnya menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia sastra.
Elon Musk, lahir di Pretoria pada 28 Juni 1971, mengikuti trajektori yang agak serupa. Meskipun waktunya di Afrika Selatan lebih lama dari Tolkien, warisan Inggrisnya menghubungkannya dengan dunia berbahasa Inggris yang lebih luas. Menariknya, Musk sendiri menjadi semacam penggemar Tolkien, sering menyebut karya-karya penulis tersebut di media sosial. Koneksi ini bahkan berperan dalam hubungannya dengan mantan pasangannya, Grimes, di mana literatur Tolkien menjadi tonggak budaya.
### Pengaruh Pembentuk: Alam Liar, Fiksi, dan Ambisi
Biografi Musk mengungkapkan masa kecil yang penuh tantangan di Afrika Selatan, termasuk partisipasinya dalam kamp bertahan hidup di alam liar saat usia 12 tahun—sesuatu yang dia gambarkan secara memorabel sebagai "Lord of the Flies' paramiliter." Pengalaman-pengalaman pembentuk ini, dipadukan dengan warisan budaya yang berakar pada nilai-nilai Inggris dan sastra Inggris, kemungkinan besar memengaruhi pandangan dunianya dan pendekatannya terhadap pemecahan masalah.
Ada juga spekulasi yang terus-menerus tentang ayah Musk, Errol Musk, yang diduga terlibat dalam tambang zamrud di Afrika Selatan. Miliarder teknologi ini berulang kali menepis klaim tersebut sebagai berlebihan, menyatakan frustrasi terhadap "kebohongan tentang tambang zamrud palsu" dan mempertanyakan apakah itu benar-benar ada. Apakah benar atau tidak, rumor-rumor ini menambah lapisan pada narasi seputar asal-usulnya.
### Gambaran Lebih Besar
Klarifikasi Musk menyoroti pola yang lebih luas: orang dari Afrika Selatan membawa warisan budaya yang sangat berbeda tergantung pada garis keturunan mereka. Bagi Musk, keturunan Inggris/Inggris menempatkannya lebih dekat ke dunia berbahasa Inggris, memengaruhi segala hal mulai dari bahasanya hingga referensi budaya—pikirkan Tolkien hingga SpaceX. Memahami konteks ini penting karena membantu menjelaskan bagaimana seseorang yang dibesarkan di era apartheid di Afrika Selatan bisa mengembangkan perspektif yang secara fundamental global dan maju ke depan, yang lebih dipengaruhi oleh tradisi intelektual Inggris daripada budaya Afrikaner lokal.
Dalam satu cara, berbagi tempat lahir di Afrika Selatan tetapi mengikuti trajektori yang berbeda antara Musk dan Tolkien secara sempurna menggambarkan bagaimana geografi tidak menentukan takdir—warisan dan sejarah keluarga yang menentukan.