FTSE 100 Melonjak karena Prospek Penggabungan saat Saham Pertambangan dan Sektor Energi Menguat

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Indeks utama saham Inggris, FTSE 100, mencatat kenaikan solid pada Jumat pagi, keluar dari dua sesi berturut-turut yang melemah. Kenaikan ini didorong terutama oleh kekuatan di sektor pertambangan dan energi, saat para pelaku pasar menunggu data non-pertanian AS yang krusial yang dapat mempengaruhi keputusan kebijakan Federal Reserve.

Kombinasi Glencore-Rio Tinto Dorong Sentimen Pasar

Cerita utama hari ini melibatkan raksasa saham pertambangan Glencore, yang melonjak hampir 10% setelah pengumuman bahwa kedua perusahaan sedang dalam pembicaraan awal mengenai potensi penggabungan bisnis. Kesepakatan yang diusulkan ini berpotensi berkembang menjadi merger semua saham yang komprehensif, menarik perhatian investor di seluruh ruang komoditas yang lebih luas.

Saham Rio Tinto mengalami volatilitas awal, awalnya turun 6% sebelum pulih sebagian dari kerugiannya. Pada pertengahan pagi, saham pertambangan ini diperdagangkan turun sekitar 3%, mencerminkan kehati-hatian beberapa investor meskipun ada peluang strategis.

Indeks FTSE 100 sendiri naik 45,96 poin, mewakili kenaikan 0,46% menjadi 10.090,65.

Momentum Sektor Pertambangan

Selain cerita Glencore-Rio Tinto, saham pertambangan lain menunjukkan kekuatan yang signifikan. Antofagasta melonjak 3,5%, sementara Fresnillo dan Anglo American Plc naik masing-masing 3,2% dan 2,9%. Endeavour Mining terbukti menjadi pengecualian, melemah sekitar 2,5% meskipun sektor secara umum antusias.

Saham Energi Menambah Kenaikan

Sektor energi memberikan kontribusi berarti terhadap kenaikan pasar, dengan Shell naik 2,3% dan BP menguat 2,2%.

Performa Campuran di Sektor Lain

Nama-nama ritel dan konsumen menunjukkan hasil yang beragam. Marks & Spencer naik 2,7%, sementara Auto Trader Group menguat sekitar 2,5%. Mendukung kenaikan adalah Weir Group, Diageo, BAE Systems, Entain, Centrica, dan Associated British Foods, masing-masing mencatat kenaikan antara 1% dan 2%.

Namun, kelemahan muncul di area tertentu. Sainsbury turun lebih dari 5%, ditekan oleh angka penjualan yang mengecewakan di divisi Argos selama kuartal Natal yang penting. Sementara itu, IAG, Berkeley Group Holdings, Tesco, Aviva, United Utilities, Vodafone Group, British Land, dan Imperial Brands mencatat penurunan berkisar antara 0,8% hingga 2%.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)