Saya telah melihat terlalu banyak orang yang baru masuk ke dunia kripto, dengan hanya memegang beberapa ratus rupiah dan ingin meraih keuntungan dalam semalam. Tangan mereka gemetar, penuh dengan keinginan untuk menggandakan uang, akhirnya menjadi mesin penarik uang orang lain.
Sejujurnya, dunia kripto bukanlah kasino, melainkan permainan bertahan hidup. Jika dana kamu sedikit, tujuan pertama bukanlah mencari keuntungan, melainkan bertahan hidup.
Teman yang saya kenal tahun lalu, akunnya tinggal 500 rupiah. Saya beri dia satu nasihat dingin: jangan berharap menggandakan uang dulu, fokuslah dulu agar tidak mengalami margin call. Hasilnya? Kurang dari tiga bulan, akunnya melonjak menjadi 18.000 rupiah, tanpa pernah mengalami margin call sama sekali. Ini bukan orang yang dipilih oleh langit, melainkan orang yang benar-benar menguasai "hidup atau mati" dalam trading.
**Bagaimana membagi uang ini agar tidak cepat habis?**
500 rupiah dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama 150 rupiah, fokus pada mata uang utama (BTC, ETH dan sejenisnya), masuk dan keluar dalam jangka pendek, ambil keuntungan 3% sampai 5% lalu keluar, jangan serakah. Bagian kedua 150 rupiah, tunggu tren harian yang benar-benar tembus, baru masuk, dan posisi tidak lebih dari 5 hari. Sisanya 200 rupiah? Itu adalah uang untuk menyelamatkan nyawa, bahkan dalam kondisi sangat berbahaya pun tidak akan digerakkan.
Manajemen posisi bukan soal mengikuti kebiasaan kecil, melainkan garis bawah untuk bertahan hidup. Risiko setiap transaksi dikontrol antara 2% sampai 5% dari total modal, sehingga meskipun mengalami stop loss beberapa kali berturut-turut, tidak akan mati.
**70% waktu pasar hanya berkeliaran tanpa arah, jangan ikut-ikutan bergerak sembarangan.**
Saat pasar sideways dan bergejolak, bergerak di saat itu sama saja bekerja untuk bursa. Kebanyakan orang mati karena hal ini—setiap hari masuk dan keluar, biaya transaksi dipotong satu per satu, mental pun sering hancur. Daripada terus bergelut di tengah volatilitas, lebih baik menunggu tren yang jelas baru masuk. Akun seperti ini, yang bertahan paling lama.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ColdWalletGuardian
· 01-12 16:54
Sial, orang ini benar-benar hebat. Konsep uang darurat ini luar biasa, berapa banyak orang yang sama sekali tidak memikirkannya.
Lihat AsliBalas0
ChainMelonWatcher
· 01-12 16:52
Benar-benar, uang kecil paling sulit adalah menahan diri untuk tidak bergerak. Sudah melihat terlalu banyak orang yang akun semakin kecil semakin sering beroperasi, akhirnya mati lebih cepat.
Sejujurnya, hidup jauh lebih penting seratus kali lipat daripada menghasilkan uang, kalimat ini harus saya ingat di otak saya.
Saya telah melihat terlalu banyak orang yang baru masuk ke dunia kripto, dengan hanya memegang beberapa ratus rupiah dan ingin meraih keuntungan dalam semalam. Tangan mereka gemetar, penuh dengan keinginan untuk menggandakan uang, akhirnya menjadi mesin penarik uang orang lain.
Sejujurnya, dunia kripto bukanlah kasino, melainkan permainan bertahan hidup. Jika dana kamu sedikit, tujuan pertama bukanlah mencari keuntungan, melainkan bertahan hidup.
Teman yang saya kenal tahun lalu, akunnya tinggal 500 rupiah. Saya beri dia satu nasihat dingin: jangan berharap menggandakan uang dulu, fokuslah dulu agar tidak mengalami margin call. Hasilnya? Kurang dari tiga bulan, akunnya melonjak menjadi 18.000 rupiah, tanpa pernah mengalami margin call sama sekali. Ini bukan orang yang dipilih oleh langit, melainkan orang yang benar-benar menguasai "hidup atau mati" dalam trading.
**Bagaimana membagi uang ini agar tidak cepat habis?**
500 rupiah dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama 150 rupiah, fokus pada mata uang utama (BTC, ETH dan sejenisnya), masuk dan keluar dalam jangka pendek, ambil keuntungan 3% sampai 5% lalu keluar, jangan serakah. Bagian kedua 150 rupiah, tunggu tren harian yang benar-benar tembus, baru masuk, dan posisi tidak lebih dari 5 hari. Sisanya 200 rupiah? Itu adalah uang untuk menyelamatkan nyawa, bahkan dalam kondisi sangat berbahaya pun tidak akan digerakkan.
Manajemen posisi bukan soal mengikuti kebiasaan kecil, melainkan garis bawah untuk bertahan hidup. Risiko setiap transaksi dikontrol antara 2% sampai 5% dari total modal, sehingga meskipun mengalami stop loss beberapa kali berturut-turut, tidak akan mati.
**70% waktu pasar hanya berkeliaran tanpa arah, jangan ikut-ikutan bergerak sembarangan.**
Saat pasar sideways dan bergejolak, bergerak di saat itu sama saja bekerja untuk bursa. Kebanyakan orang mati karena hal ini—setiap hari masuk dan keluar, biaya transaksi dipotong satu per satu, mental pun sering hancur. Daripada terus bergelut di tengah volatilitas, lebih baik menunggu tren yang jelas baru masuk. Akun seperti ini, yang bertahan paling lama.