Ada satu masalah yang terus mengganggu banyak teman yang tertarik dengan tata kelola on-chain: ketika kondisi jaringan berubah, bagaimana cara menyesuaikan parameter penting seperti biaya penyimpanan dan persyaratan staking? Hard coding jelas tidak realistis, tetapi mengubah parameter secara sepenuhnya terdesentralisasi juga harus dilakukan dengan cara yang teratur.
Gagasan dari protokol Walrus sangat menarik—menyerahkan hak penyesuaian parameter sensitif ini kepada komunitas, melalui mekanisme tata kelola on-chain untuk pengambilan keputusan. Apa manfaat dari pendekatan ini? Pertama, parameter dapat mengikuti kondisi nyata jaringan. Misalnya, jika kebutuhan penyimpanan melonjak, persyaratan staking dan koefisien insentif dapat disesuaikan secara proporsional, bukan dikunci mati. Kedua, suara komunitas menjadi lebih penting, siapa pun dapat melihat proses pengambilan keputusan, bukan operasi kotak hitam.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan—kualitas proposal sangat krusial. Hanya mengatakan "kita ubah biaya" tentu tidak cukup, harus didukung data yang kuat. Analisis dampak parameter secara rinci, hasil simulasi, dan yang terbaik adalah menampilkan perbandingan performa jaringan sebelum dan sesudah penyesuaian. Dengan begitu, para pemilih akan merasa yakin dan tidak asal pilih. Pemegang WAL juga benar-benar dapat berpartisipasi dalam evolusi protokol, bukan hanya menerima pembaruan secara pasif.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SpeakWithHatOn
· 01-12 17:01
Pemikiran ini memang bagus, akhirnya ada protokol yang memikirkan untuk mengembalikan hak penyesuaian parameter ke komunitas
Ngomong-ngomong, saya mendukung bagian proposal yang membutuhkan data keras, agar tidak berubah menjadi voting "menurut saya" lagi
Apakah pemegang WAL benar-benar bisa berpartisipasi? Ini terdengar agak idealis, tergantung bagaimana pelaksanaannya nanti
Lihat AsliBalas0
rugpull_ptsd
· 01-12 16:52
Itu lagi-lagi argumen "pengelolaan komunitas", terdengar indah tapi kenyataannya bagaimana? Pemegang besar tetap bisa memanipulasi voting
Lihat AsliBalas0
MagicBean
· 01-12 16:52
Saya harus mengakui pemikiran Walrus ini, tetapi sejujurnya, berapa banyak proposal yang benar-benar dapat menyajikan data keras? Kebanyakan masih tebakan.
Lihat AsliBalas0
MentalWealthHarvester
· 01-12 16:51
Pemikiran pengelolaan Walrus ini memang tepat sasaran, jauh lebih hidup dibandingkan dengan sekadar kode keras.
Tapi sejujurnya, yang utama tetap tergantung pada apakah komunitas benar-benar memiliki keteguhan untuk berbicara berdasarkan data.
Lihat AsliBalas0
SolidityNewbie
· 01-12 16:51
Masih harus melihat apakah akhirnya bisa diimplementasikan, hanya berteriak tentang penyesuaian parameter desentralisasi siapa yang tidak bisa, yang penting adalah apakah pemilih benar-benar bisa memahami analisis data tersebut
Lihat AsliBalas0
LightningSentry
· 01-12 16:49
Berbicara tentang Walrus, memang pendekatan ini cukup hebat, aktivasi parameter adalah kunci utama.
Tapi saya ingin bertanya, berapa banyak pengusul proposal yang benar-benar mampu menyajikan data keras untuk analisis mendalam? Kebanyakan dari mereka masih mengandalkan bujuk rayu, bukan?
Lihat AsliBalas0
YieldHunter
· 01-12 16:46
ngl, jika kamu melihat data tentang sebagian besar suara "tata kelola komunitas"... degens hanya menandatangani apa pun yang disetujui lol. walrus terdengar bagus di atas kertas tapi siapa yang benar-benar menganalisis simulasi parameter tersebut? 🤔
Ada satu masalah yang terus mengganggu banyak teman yang tertarik dengan tata kelola on-chain: ketika kondisi jaringan berubah, bagaimana cara menyesuaikan parameter penting seperti biaya penyimpanan dan persyaratan staking? Hard coding jelas tidak realistis, tetapi mengubah parameter secara sepenuhnya terdesentralisasi juga harus dilakukan dengan cara yang teratur.
Gagasan dari protokol Walrus sangat menarik—menyerahkan hak penyesuaian parameter sensitif ini kepada komunitas, melalui mekanisme tata kelola on-chain untuk pengambilan keputusan. Apa manfaat dari pendekatan ini? Pertama, parameter dapat mengikuti kondisi nyata jaringan. Misalnya, jika kebutuhan penyimpanan melonjak, persyaratan staking dan koefisien insentif dapat disesuaikan secara proporsional, bukan dikunci mati. Kedua, suara komunitas menjadi lebih penting, siapa pun dapat melihat proses pengambilan keputusan, bukan operasi kotak hitam.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan—kualitas proposal sangat krusial. Hanya mengatakan "kita ubah biaya" tentu tidak cukup, harus didukung data yang kuat. Analisis dampak parameter secara rinci, hasil simulasi, dan yang terbaik adalah menampilkan perbandingan performa jaringan sebelum dan sesudah penyesuaian. Dengan begitu, para pemilih akan merasa yakin dan tidak asal pilih. Pemegang WAL juga benar-benar dapat berpartisipasi dalam evolusi protokol, bukan hanya menerima pembaruan secara pasif.