Warren Buffett mengajukan sebuah latihan pemikiran yang menarik kepada mahasiswa di Teri Business School.
Bayangkan saya memberi Anda sebuah kondisi: Anda dapat memilih satu dari teman sekelas, lalu Anda bisa mengambil sepuluh persen dari semua penghasilannya sepanjang sisa hidupnya. Bagaimana Anda akan memilih?
Makna mendalam dari pertanyaan Buffett ini adalah—ketika Anda memikirkan secara serius "siapa yang dipilih", standar yang muncul di benak Anda adalah kualitas yang harus dimiliki oleh orang yang sukses.
Model pemikiran ini tampaknya membahas distribusi kekayaan, tetapi pada intinya bertanya: apa yang menentukan batas penghasilan masa depan seseorang? Apakah IQ? Apakah keberuntungan? Atau hal lain?
Anda akan menyadari, alasan utama seseorang memilih untuk berinvestasi pada seseorang biasanya bukan karena penampilan sesaat, melainkan karena pola pikir dasar, kemampuan eksekusi, kemampuan belajar, dan ketahanan karakter. Hal-hal ini menentukan seberapa jauh seseorang bisa melangkah.
Inilah pola pikir ala Benjamin Franklin—melalui skenario hipotesis yang konkret, membuat Anda secara langsung memahami esensi kekayaan: itu bukan muncul dari udara, melainkan berasal dari akumulasi keputusan yang benar secara terus-menerus oleh seseorang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
19 Suka
Hadiah
19
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MetaReckt
· 9jam yang lalu
Sejujurnya, soal ini terdengar seperti masalah keuangan pada awalnya, sebenarnya ini menguji pandanganmu... orang yang saya pilih saat ini memang sedang melakukan hal yang bagus di chain, saya tidak salah melihatnya, ya
Lihat AsliBalas0
DeFiGrayling
· 01-11 13:00
Jujur saja, aku memilih diriku sendiri haha, bagaimanapun juga tidak ada yang lebih yakin dengan prospek masa depanku daripada aku sendiri
Lihat AsliBalas0
BridgeTrustFund
· 01-11 12:58
Eh, saya harus memikirkan masalah ini dengan serius, memilih orang yang memiliki kemampuan eksekusi dan tidak menipu diri sendiri, benar-benar bisa menghasilkan uang besar
Lihat AsliBalas0
0xLostKey
· 01-11 12:50
Haha, siapa yang harus dipilih... Saya pasti memilih yang memiliki kemampuan eksekusi yang kuat, bukan yang paling pintar, karena orang pintar banyak, yang bisa direalisasikan yang lebih berharga
Lihat AsliBalas0
Degen4Breakfast
· 01-11 12:44
Sejujurnya, saya akan memilih orang yang mampu melakukan koreksi diri, bukan orang pintar melainkan orang yang aneh dalam pelaksanaan. Kecerdasan itu sendiri cukup melewati batas kelulusan, yang penting adalah terus membuat keputusan yang benar... Itulah rahasia kekayaan yang sebenarnya.
Lihat AsliBalas0
potentially_notable
· 01-11 12:36
Sejujurnya, teori ini agak lucu jika diterapkan di dunia cryptocurrency, karena di sini setengah orang menjadi kaya mendadak karena keberuntungan, sementara setengah lainnya langsung kehilangan semuanya karena keputusan yang salah.
Warren Buffett mengajukan sebuah latihan pemikiran yang menarik kepada mahasiswa di Teri Business School.
Bayangkan saya memberi Anda sebuah kondisi: Anda dapat memilih satu dari teman sekelas, lalu Anda bisa mengambil sepuluh persen dari semua penghasilannya sepanjang sisa hidupnya. Bagaimana Anda akan memilih?
Makna mendalam dari pertanyaan Buffett ini adalah—ketika Anda memikirkan secara serius "siapa yang dipilih", standar yang muncul di benak Anda adalah kualitas yang harus dimiliki oleh orang yang sukses.
Model pemikiran ini tampaknya membahas distribusi kekayaan, tetapi pada intinya bertanya: apa yang menentukan batas penghasilan masa depan seseorang? Apakah IQ? Apakah keberuntungan? Atau hal lain?
Anda akan menyadari, alasan utama seseorang memilih untuk berinvestasi pada seseorang biasanya bukan karena penampilan sesaat, melainkan karena pola pikir dasar, kemampuan eksekusi, kemampuan belajar, dan ketahanan karakter. Hal-hal ini menentukan seberapa jauh seseorang bisa melangkah.
Inilah pola pikir ala Benjamin Franklin—melalui skenario hipotesis yang konkret, membuat Anda secara langsung memahami esensi kekayaan: itu bukan muncul dari udara, melainkan berasal dari akumulasi keputusan yang benar secara terus-menerus oleh seseorang.