Beberapa waktu lalu saya melihat solusi teknologi terbaru dari salah satu protokol DeFi terkemuka, dan memang ada beberapa poin menarik yang layak dibahas.
Yang paling inti adalah mesin penggabungan likuiditas mereka—yang dapat membaca data pasar secara real-time, secara otomatis mengatur alokasi likuiditas, dan langsung meningkatkan efisiensi modal hingga lebih dari 40%. Dibandingkan dengan solusi DeFi tradisional yang berat dan kaku, pendekatan manajemen dinamis ini memang lebih cerdas. Ditambah lagi dengan integrasi mendalam lintas rantai, akhirnya menyelesaikan masalah likuiditas tersebar di banyak rantai. Pengguna tidak perlu bolak-balik antar rantai, cukup satu antarmuka untuk mengakses seluruh sumber daya rantai, dan biaya transaksi pun menurun. Ini sangat berarti untuk konektivitas ekosistem DeFi.
Satu lagi yang menarik adalah desain modular dari kontrak pintar. Memecah berbagai fungsi menjadi modul independen yang dapat di-deploy secara terpisah, manfaatnya sudah jelas—fleksibilitas dan skalabilitas meningkat secara signifikan. Yang penting, isolasi antar modul lebih baik, sehingga jika ada bug di salah satu modul, tidak akan mengganggu seluruh sistem. Dengan dukungan monitoring risiko real-time mereka (menggunakan algoritma machine learning), mampu mendeteksi ancaman potensial lebih awal dan memberikan peringatan dini. Kombinasi ini, menurut saya, sangat membantu dalam meningkatkan keamanan dan stabilitas infrastruktur DeFi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Beberapa waktu lalu saya melihat solusi teknologi terbaru dari salah satu protokol DeFi terkemuka, dan memang ada beberapa poin menarik yang layak dibahas.
Yang paling inti adalah mesin penggabungan likuiditas mereka—yang dapat membaca data pasar secara real-time, secara otomatis mengatur alokasi likuiditas, dan langsung meningkatkan efisiensi modal hingga lebih dari 40%. Dibandingkan dengan solusi DeFi tradisional yang berat dan kaku, pendekatan manajemen dinamis ini memang lebih cerdas. Ditambah lagi dengan integrasi mendalam lintas rantai, akhirnya menyelesaikan masalah likuiditas tersebar di banyak rantai. Pengguna tidak perlu bolak-balik antar rantai, cukup satu antarmuka untuk mengakses seluruh sumber daya rantai, dan biaya transaksi pun menurun. Ini sangat berarti untuk konektivitas ekosistem DeFi.
Satu lagi yang menarik adalah desain modular dari kontrak pintar. Memecah berbagai fungsi menjadi modul independen yang dapat di-deploy secara terpisah, manfaatnya sudah jelas—fleksibilitas dan skalabilitas meningkat secara signifikan. Yang penting, isolasi antar modul lebih baik, sehingga jika ada bug di salah satu modul, tidak akan mengganggu seluruh sistem. Dengan dukungan monitoring risiko real-time mereka (menggunakan algoritma machine learning), mampu mendeteksi ancaman potensial lebih awal dan memberikan peringatan dini. Kombinasi ini, menurut saya, sangat membantu dalam meningkatkan keamanan dan stabilitas infrastruktur DeFi.