Pasar sedang memantau dengan cermat laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan datang, salah satu rilis ekonomi terpenting yang membentuk ekspektasi terhadap pertumbuhan, inflasi, dan kebijakan Federal Reserve. Saat tahun 2026 dimulai, data ini memiliki bobot tambahan karena akan membantu mengonfirmasi apakah ekonomi AS sedang memasuki fase soft-landing atau bergerak ke perlambatan yang lebih dalam.
Ekspektasi pasar saat ini mengarah pada pertumbuhan pekerjaan yang modest, mencerminkan pasar tenaga kerja yang tidak lagi overheating tetapi juga tidak mengalami kolaps. Momentum perekrutan jelas telah melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan bisnis menunjukkan kehati-hatian lebih dalam memperluas payroll. Ekonom memperkirakan penambahan pekerjaan bersih yang relatif rendah, menandakan bahwa permintaan tenaga kerja sedang stabilisasi daripada mempercepat.
Tingkat pengangguran diperkirakan tetap cukup stabil, berkisar di sekitar level mid-4%. Meskipun PHK tetap rendah secara historis, lowongan pekerjaan telah menurun, menunjukkan peluang yang lebih sedikit bagi pekerja yang berganti pekerjaan. Keseimbangan ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang perlahan kembali normal setelah bertahun-tahun kondisi ketat.
Fokus utama akan pada pertumbuhan upah, karena rata-rata penghasilan per jam terus mempengaruhi tren inflasi. Bahkan jika pertumbuhan payroll lemah, kenaikan upah yang tetap kuat dapat menjaga tekanan inflasi tetap hidup, menyulitkan pandangan kebijakan Federal Reserve. Sebaliknya, pertumbuhan upah yang melambat akan memperkuat argumen untuk sikap yang lebih akomodatif di kemudian hari.
Indikator ekonomi terbaru mendukung nada yang berhati-hati. Survei konsumen menunjukkan kekhawatiran yang meningkat tentang keamanan pekerjaan, dan data ketenagakerjaan utama menunjukkan perlambatan dalam perekrutan di beberapa sektor, terutama manufaktur. Layanan tetap lebih tangguh, tetapi bahkan di sana, pertumbuhan menjadi lebih selektif dan berorientasi efisiensi.
Bagi pasar keuangan, rilis NFP ini bisa menjadi titik balik. Laporan yang lebih lemah dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga atau mempertimbangkan pemotongan di paruh kedua 2026, sementara kejutan positif dapat menunda narasi pelonggaran. Mata uang, saham, emas, dan pasar kripto semuanya diposisikan untuk volatilitas sekitar rilis.
Singkatnya, #NonfarmPayrollsComing bukan hanya tentang angka headline tunggal. Ini tentang mengonfirmasi tren yang lebih luas: pasar tenaga kerja AS yang bertransisi dari kekuatan ke keseimbangan. Seberapa lancar transisi ini berlangsung akan memainkan peran penting dalam membentuk kepercayaan ekonomi dan arah pasar di bulan-bulan mendatang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#NonfarmPayrollsComing — Laporan Pekerjaan AS dalam Fokus
Pasar sedang memantau dengan cermat laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan datang, salah satu rilis ekonomi terpenting yang membentuk ekspektasi terhadap pertumbuhan, inflasi, dan kebijakan Federal Reserve. Saat tahun 2026 dimulai, data ini memiliki bobot tambahan karena akan membantu mengonfirmasi apakah ekonomi AS sedang memasuki fase soft-landing atau bergerak ke perlambatan yang lebih dalam.
Ekspektasi pasar saat ini mengarah pada pertumbuhan pekerjaan yang modest, mencerminkan pasar tenaga kerja yang tidak lagi overheating tetapi juga tidak mengalami kolaps. Momentum perekrutan jelas telah melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan bisnis menunjukkan kehati-hatian lebih dalam memperluas payroll. Ekonom memperkirakan penambahan pekerjaan bersih yang relatif rendah, menandakan bahwa permintaan tenaga kerja sedang stabilisasi daripada mempercepat.
Tingkat pengangguran diperkirakan tetap cukup stabil, berkisar di sekitar level mid-4%. Meskipun PHK tetap rendah secara historis, lowongan pekerjaan telah menurun, menunjukkan peluang yang lebih sedikit bagi pekerja yang berganti pekerjaan. Keseimbangan ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang perlahan kembali normal setelah bertahun-tahun kondisi ketat.
Fokus utama akan pada pertumbuhan upah, karena rata-rata penghasilan per jam terus mempengaruhi tren inflasi. Bahkan jika pertumbuhan payroll lemah, kenaikan upah yang tetap kuat dapat menjaga tekanan inflasi tetap hidup, menyulitkan pandangan kebijakan Federal Reserve. Sebaliknya, pertumbuhan upah yang melambat akan memperkuat argumen untuk sikap yang lebih akomodatif di kemudian hari.
Indikator ekonomi terbaru mendukung nada yang berhati-hati. Survei konsumen menunjukkan kekhawatiran yang meningkat tentang keamanan pekerjaan, dan data ketenagakerjaan utama menunjukkan perlambatan dalam perekrutan di beberapa sektor, terutama manufaktur. Layanan tetap lebih tangguh, tetapi bahkan di sana, pertumbuhan menjadi lebih selektif dan berorientasi efisiensi.
Bagi pasar keuangan, rilis NFP ini bisa menjadi titik balik. Laporan yang lebih lemah dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga atau mempertimbangkan pemotongan di paruh kedua 2026, sementara kejutan positif dapat menunda narasi pelonggaran. Mata uang, saham, emas, dan pasar kripto semuanya diposisikan untuk volatilitas sekitar rilis.
Singkatnya, #NonfarmPayrollsComing bukan hanya tentang angka headline tunggal. Ini tentang mengonfirmasi tren yang lebih luas: pasar tenaga kerja AS yang bertransisi dari kekuatan ke keseimbangan. Seberapa lancar transisi ini berlangsung akan memainkan peran penting dalam membentuk kepercayaan ekonomi dan arah pasar di bulan-bulan mendatang.