Banyak orang yang trading saham setelah beberapa waktu akan mendengar diskusi tentang futures, tetapi mereka merasa penasaran sekaligus takut terhadap instrumen investasi ini. Berbicara tentang futures, ada yang kehilangan seluruh modalnya, tetapi ada juga yang meraih kekayaan melalui instrumen ini. Lalu, bagaimana cara bermain futures? Seberapa besar sebenarnya risikonya? Artikel ini akan menjawabnya satu per satu untuk Anda.
Mengapa Futures Diciptakan? Dimulai dari Peradaban Pertanian
Jauh sebelum zaman industri, petani sudah menghadapi masalah—bergantung pada cuaca. Bencana kekeringan, banjir, serangan hama, dan bencana alam lainnya langsung mempengaruhi hasil panen, yang kemudian menyebabkan fluktuasi harga yang ekstrem. Saat panen melimpah, harga biji-bijian sangat murah, dan saat panen kurang, harga melonjak tinggi. Fluktuasi yang tidak dapat dikendalikan ini menimbulkan risiko besar bagi produsen dan konsumen.
Di Tiongkok kuno, sistem gudang resmi digunakan untuk mengurangi risiko ini, tetapi di negara Barat, mereka mengembangkan model perdagangan kontrak. Penjual dan pembeli sepakat di awal tentang waktu, harga, dan jumlah transaksi di masa depan, sehingga mereka dapat mengunci biaya dan menghindari risiko fluktuasi harga. Inilah cikal bakal futures.
Keunggulan futures terletak pada kenyataan bahwa Anda tidak perlu membayar seluruh harga barang secara langsung, cukup dengan margin (biasanya 5-10% dari nilai kontrak), Anda sudah bisa mengendalikan satu kontrak penuh. Karakteristik ini memungkinkan leverage yang besar—menggandakan keuntungan Anda, tetapi juga memperbesar kerugian Anda.
Esensi Futures: Sebuah Kontrak tentang Masa Depan
Apa itu kontrak futures?
Futures secara esensial adalah kontrak standar yang mengikat pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi sejumlah tertentu aset pada tanggal tertentu di masa depan dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.
Jenis aset yang menjadi objek futures sangat beragam, bisa berupa komoditas fisik (hasil pertanian, logam, energi), maupun aset keuangan (indeks saham, valuta asing, obligasi). Yang paling banyak diperdagangkan di seluruh dunia adalah futures indeks saham AS, seperti futures S&P 500, Nasdaq 100, dan lain-lain.
Elemen utama kontrak futures meliputi:
Kode dan nama aset dasar
Ukuran satu unit transaksi (menentukan tingkat leverage)
Fluktuasi harga minimum
Jam perdagangan
Tanggal kedaluwarsa dan metode penyerahan
Persyaratan margin
Parameter ini ditetapkan secara seragam oleh bursa, dan investor tidak dapat mengubahnya melalui negosiasi.
Futures vs Spot: Tampak Mirip, Esensinya Berbeda
Banyak orang mudah bingung antara futures dan spot, tetapi keduanya berbeda jauh dalam tiga dimensi utama:
Metode Pembayaran
Spot: Pembayaran penuh, membeli berapa banyak barang, bayar sebanyak itu
Futures: Margin, cukup membayar 5-10% dari nilai kontrak untuk melakukan transaksi
Batas Waktu
Spot: Transaksi langsung diselesaikan, tidak ada batas waktu
Futures: Harus menutup posisi sebelum tanggal tertentu atau melakukan penyerahan, ada tanggal kedaluwarsa yang jelas
Objek Transaksi
Spot: Transaksi terhadap aset nyata yang sudah ada di pasar
Futures: Transaksi terhadap kontrak yang menjanjikan, aset yang menjadi objeknya mungkin baru akan diserahkan di masa depan
Perbedaan ini menentukan bahwa kedua instrumen cocok untuk strategi dan profil trader yang berbeda.
Bagaimana Cara Bermain Futures? Panduan Langkah-langkah Operasi Detail
Langkah pertama: Tentukan jenis trading Anda
Refleksikan kebiasaan investasi Anda. Apakah Anda cenderung memegang posisi jangka panjang atau sering melakukan trading jangka pendek? Jika Anda investor jangka panjang, futures bukanlah alat utama, melainkan untuk hedging risiko. Jika Anda trader jangka pendek, fleksibilitas dan leverage futures akan lebih cocok.
Langkah kedua: Buka akun di broker futures
Futures diterbitkan oleh bursa (misalnya CME, NYMEX, dll.), dan investor harus membuka akun melalui broker futures. Broker berperan sebagai perantara yang menghubungkan bursa dan trader, menyediakan platform trading dan alat manajemen risiko.
Saat memilih broker, perhatikan tiga indikator: keberagaman produk, kecepatan dan akurasi quote, serta biaya transaksi yang kompetitif.
Langkah ketiga: Uji strategi dengan akun demo
Sebagian besar platform menyediakan akun demo gratis. Sebelum masuk dengan uang nyata, penting untuk menguji strategi trading Anda secara berulang menggunakan dana virtual, melihat performanya di berbagai kondisi pasar. Langkah ini sangat penting untuk menghindari kesalahan dasar.
Langkah keempat: Buat rencana trading yang jelas
Ini meliputi tiga bagian: titik take profit (target keuntungan), titik stop loss (kerugian maksimal yang dapat ditoleransi), dan ukuran posisi (berapa margin yang digunakan per transaksi). Rencanakan ini dengan matang dan patuhi, jangan ubah karena emosi.
Langkah kelima: Pilih aset yang akan diperdagangkan
Pasar futures global memiliki enam kategori utama:
Futures indeks (S&P 500, Nasdaq 100, dll.)
Futures suku bunga (obligasi pemerintah, suku bunga zona euro, dll.)
Futures valuta asing (pasangan mata uang utama)
Futures logam (emas, perak, tembaga, platinum)
Futures energi (minyak mentah, bensin, gas alam)
Futures hasil pertanian (gandum, jagung, kedelai, kapas)
Pemula disarankan memulai dari produk yang paling aktif dan likuid, seperti futures indeks saham AS.
Langkah keenam: Deposit dan atur leverage
Persyaratan margin berbeda tergantung jenis futures, data lengkapnya bisa dicek di platform trading. Setelah deposit, sesuaikan leverage dengan toleransi risiko dan volatilitas aset. Produk yang sangat volatil sebaiknya menggunakan leverage rendah, yang lebih stabil bisa menggunakan leverage lebih tinggi.
Dua Cara Operasi Futures: Long dan Short
Strategi Long: Bertaruh Naik
Jika Anda memperkirakan harga suatu aset akan naik, Anda bisa membeli kontrak futures, dan menjualnya kembali saat harga naik untuk meraih keuntungan.
Contoh: Anda yakin indeks saham AS akan rebound tajam, bisa membeli futures mini S&P 500 atau Dow Jones. Jika pasar benar naik, kontrak Anda akan meningkat nilainya, dan saat dijual akan mendapatkan selisihnya.
Long adalah cara paling mudah dipahami dan dilakukan karena sesuai logika investasi spot.
Strategi Short: Bertaruh Turun
Jika Anda memperkirakan harga suatu aset akan turun, Anda bisa menjual kontrak futures terlebih dahulu, dan membelinya kembali saat harga turun, meraih selisihnya.
Contoh: Anda prediksi harga komoditas akan jatuh, jual kontraknya dulu. Jika benar turun, Anda beli kembali dengan harga lebih rendah, dan mendapatkan keuntungan.
Short adalah keunggulan utama futures dibanding spot—di pasar saham, melakukan short harus meminjam saham dan membayar biaya pinjam, prosesnya rumit dan mahal; sedangkan di futures, short dan long sama-sama mudah, cukup pilih opsi jual saat order.
Keunggulan Futures: Mengapa Investor Menyukainya
Leverage yang Memperbesar Keuntungan
Dengan modal lebih kecil, Anda bisa mengendalikan kontrak yang jauh lebih besar, potensi keuntungan bisa puluhan kali lipat. Untuk yang punya modal cukup tetapi kekurangan aset, futures adalah pilihan ideal.
Perdagangan Dua Arah
Pasar saham umumnya satu arah—beli, tahan, jual. Short terbatas; futures berbeda, bisa naik dan turun kapan saja, dan bisa berbalik arah kapan saja.
Hedging Risiko yang Ada
Jika Anda memegang saham dan khawatir pasar akan turun, bisa melakukan short terhadap indeks futures untuk melindungi posisi. Jika saham turun, keuntungan dari futures bisa menutupi kerugian; jika pasar naik, keuntungan saham akan melebihi kerugian futures, sehingga secara keseluruhan tetap profit.
Likuiditas Tinggi
Pasar futures internasional memiliki volume transaksi besar, spread kecil, dan masuk keluarnya dana besar tidak akan meningkatkan biaya transaksi secara signifikan.
Risiko Futures: Leverage adalah Pedang Bermata Dua
Risiko Leverage
Leverage memperbesar keuntungan, tetapi juga kerugian secara proporsional. Kesalahan analisis bisa menyebabkan modal hilang seketika.
Risiko Kerugian Tak Terbatas
Ini bagian paling menakutkan dari futures. Membeli saham paling banter kehilangan seluruh modal; tetapi di futures, karena hanya perlu margin, jika harga aset bergerak ekstrem, Anda bisa berutang ke bursa. Dalam kondisi ekstrem, kerugian bisa jauh melebihi modal awal.
Risiko Margin Call
Jika ekuitas akun tidak cukup untuk mempertahankan posisi, bursa berhak melakukan margin call dan menutup posisi secara paksa. Anda bisa keluar dengan kerugian besar.
Tekanan Psikologis
Leverage tinggi dan fluktuasi real-time bisa membuat mental tidak stabil, mudah membuat keputusan tidak rasional, mempercepat transaksi, dan meningkatkan risiko kesalahan.
Tingkat Kesulitan dan Kebutuhan Keahlian Tinggi
Futures tidak cocok untuk pemula total. Tanpa pengalaman, trader bisa cepat keluar dari pasar.
Kontrak Perbedaan (CFD): Instrumen Fleksibel Antara Futures dan Spot
Apa itu CFD?
CFD (Contract For Difference) adalah produk derivatif keuangan yang mengatur selisih harga aset dasar tanpa melibatkan pengiriman fisik. Kedua pihak sepakat menyelesaikan keuntungan dan kerugian berdasarkan perubahan harga.
Keunggulan CFD dibanding futures:
Lebih Beragam
Karena tidak melibatkan pengiriman fisik, CFD menawarkan lebih banyak pilihan aset: saham, forex, kripto, obligasi, lebih dari 200 instrumen.
Lebih Fleksibel
CFD umumnya tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, bisa dipertahankan selama yang diinginkan. Volume transaksi bisa disesuaikan (misalnya 0.01 lot), dan leverage bisa diatur sesuai kebutuhan, jauh lebih fleksibel dibanding kontrak futures yang standar.
Biaya Lebih Rendah
Margin lebih kecil, leverage bisa disesuaikan, modal awal jauh lebih kecil.
Bagaimana Mengelola Risiko CFD?
Pertama, atur leverage secara bijak. Produk dengan volatilitas rendah (seperti pasangan mata uang utama) bisa pakai leverage tinggi; yang volatilitasnya besar (seperti komoditas, kripto) sebaiknya leverage rendah.
Kedua, buat rencana trading lengkap. Ingat, keberhasilan dan kegagalan bergantung pada manajemen risiko dan disiplin, bukan pada alat yang dipilih.
Saran Akhir untuk Investasi Futures
Jangan buru-buru pakai uang nyata—gunakan akun demo untuk menguji strategi sampai benar-benar paham dan menghormati pasar.
Buat dan patuhi disiplin—tetapkan titik take profit dan stop loss, dan jalankan sesuai rencana, jangan tergoda emosi.
Leverage tinggi = risiko tinggi—jangan tergiur leverage besar, gunakan leverage secara moderat untuk bertahan jangka panjang.
Terus belajar pasar—ikuti berita fundamental, sinyal teknikal, data ekonomi, dan bangun kerangka analisis sendiri.
Mulai dari kecil—gunakan unit transaksi terkecil untuk menguji kemampuan, lalu tingkatkan secara bertahap.
Persiapkan modal cukup—selain margin, siapkan dana cadangan untuk mengurangi risiko, jangan all-in dalam satu transaksi.
Futures adalah alat untuk memperbesar keuntungan, tetapi juga jebakan kerugian cepat. Tidak cocok untuk semua orang, hanya untuk mereka yang sudah siap, disiplin, dan memahami risiko secara mendalam. Sebelum masuk, evaluasi kembali apakah Anda memenuhi syarat tersebut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perdagangan berjangka dari pemula hingga mahir: mekanisme, cara bermain, dan risiko lengkap
Banyak orang yang trading saham setelah beberapa waktu akan mendengar diskusi tentang futures, tetapi mereka merasa penasaran sekaligus takut terhadap instrumen investasi ini. Berbicara tentang futures, ada yang kehilangan seluruh modalnya, tetapi ada juga yang meraih kekayaan melalui instrumen ini. Lalu, bagaimana cara bermain futures? Seberapa besar sebenarnya risikonya? Artikel ini akan menjawabnya satu per satu untuk Anda.
Mengapa Futures Diciptakan? Dimulai dari Peradaban Pertanian
Jauh sebelum zaman industri, petani sudah menghadapi masalah—bergantung pada cuaca. Bencana kekeringan, banjir, serangan hama, dan bencana alam lainnya langsung mempengaruhi hasil panen, yang kemudian menyebabkan fluktuasi harga yang ekstrem. Saat panen melimpah, harga biji-bijian sangat murah, dan saat panen kurang, harga melonjak tinggi. Fluktuasi yang tidak dapat dikendalikan ini menimbulkan risiko besar bagi produsen dan konsumen.
Di Tiongkok kuno, sistem gudang resmi digunakan untuk mengurangi risiko ini, tetapi di negara Barat, mereka mengembangkan model perdagangan kontrak. Penjual dan pembeli sepakat di awal tentang waktu, harga, dan jumlah transaksi di masa depan, sehingga mereka dapat mengunci biaya dan menghindari risiko fluktuasi harga. Inilah cikal bakal futures.
Keunggulan futures terletak pada kenyataan bahwa Anda tidak perlu membayar seluruh harga barang secara langsung, cukup dengan margin (biasanya 5-10% dari nilai kontrak), Anda sudah bisa mengendalikan satu kontrak penuh. Karakteristik ini memungkinkan leverage yang besar—menggandakan keuntungan Anda, tetapi juga memperbesar kerugian Anda.
Esensi Futures: Sebuah Kontrak tentang Masa Depan
Apa itu kontrak futures?
Futures secara esensial adalah kontrak standar yang mengikat pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi sejumlah tertentu aset pada tanggal tertentu di masa depan dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.
Jenis aset yang menjadi objek futures sangat beragam, bisa berupa komoditas fisik (hasil pertanian, logam, energi), maupun aset keuangan (indeks saham, valuta asing, obligasi). Yang paling banyak diperdagangkan di seluruh dunia adalah futures indeks saham AS, seperti futures S&P 500, Nasdaq 100, dan lain-lain.
Elemen utama kontrak futures meliputi:
Parameter ini ditetapkan secara seragam oleh bursa, dan investor tidak dapat mengubahnya melalui negosiasi.
Futures vs Spot: Tampak Mirip, Esensinya Berbeda
Banyak orang mudah bingung antara futures dan spot, tetapi keduanya berbeda jauh dalam tiga dimensi utama:
Metode Pembayaran
Batas Waktu
Objek Transaksi
Perbedaan ini menentukan bahwa kedua instrumen cocok untuk strategi dan profil trader yang berbeda.
Bagaimana Cara Bermain Futures? Panduan Langkah-langkah Operasi Detail
Langkah pertama: Tentukan jenis trading Anda
Refleksikan kebiasaan investasi Anda. Apakah Anda cenderung memegang posisi jangka panjang atau sering melakukan trading jangka pendek? Jika Anda investor jangka panjang, futures bukanlah alat utama, melainkan untuk hedging risiko. Jika Anda trader jangka pendek, fleksibilitas dan leverage futures akan lebih cocok.
Langkah kedua: Buka akun di broker futures
Futures diterbitkan oleh bursa (misalnya CME, NYMEX, dll.), dan investor harus membuka akun melalui broker futures. Broker berperan sebagai perantara yang menghubungkan bursa dan trader, menyediakan platform trading dan alat manajemen risiko.
Saat memilih broker, perhatikan tiga indikator: keberagaman produk, kecepatan dan akurasi quote, serta biaya transaksi yang kompetitif.
Langkah ketiga: Uji strategi dengan akun demo
Sebagian besar platform menyediakan akun demo gratis. Sebelum masuk dengan uang nyata, penting untuk menguji strategi trading Anda secara berulang menggunakan dana virtual, melihat performanya di berbagai kondisi pasar. Langkah ini sangat penting untuk menghindari kesalahan dasar.
Langkah keempat: Buat rencana trading yang jelas
Ini meliputi tiga bagian: titik take profit (target keuntungan), titik stop loss (kerugian maksimal yang dapat ditoleransi), dan ukuran posisi (berapa margin yang digunakan per transaksi). Rencanakan ini dengan matang dan patuhi, jangan ubah karena emosi.
Langkah kelima: Pilih aset yang akan diperdagangkan
Pasar futures global memiliki enam kategori utama:
Pemula disarankan memulai dari produk yang paling aktif dan likuid, seperti futures indeks saham AS.
Langkah keenam: Deposit dan atur leverage
Persyaratan margin berbeda tergantung jenis futures, data lengkapnya bisa dicek di platform trading. Setelah deposit, sesuaikan leverage dengan toleransi risiko dan volatilitas aset. Produk yang sangat volatil sebaiknya menggunakan leverage rendah, yang lebih stabil bisa menggunakan leverage lebih tinggi.
Dua Cara Operasi Futures: Long dan Short
Strategi Long: Bertaruh Naik
Jika Anda memperkirakan harga suatu aset akan naik, Anda bisa membeli kontrak futures, dan menjualnya kembali saat harga naik untuk meraih keuntungan.
Contoh: Anda yakin indeks saham AS akan rebound tajam, bisa membeli futures mini S&P 500 atau Dow Jones. Jika pasar benar naik, kontrak Anda akan meningkat nilainya, dan saat dijual akan mendapatkan selisihnya.
Long adalah cara paling mudah dipahami dan dilakukan karena sesuai logika investasi spot.
Strategi Short: Bertaruh Turun
Jika Anda memperkirakan harga suatu aset akan turun, Anda bisa menjual kontrak futures terlebih dahulu, dan membelinya kembali saat harga turun, meraih selisihnya.
Contoh: Anda prediksi harga komoditas akan jatuh, jual kontraknya dulu. Jika benar turun, Anda beli kembali dengan harga lebih rendah, dan mendapatkan keuntungan.
Short adalah keunggulan utama futures dibanding spot—di pasar saham, melakukan short harus meminjam saham dan membayar biaya pinjam, prosesnya rumit dan mahal; sedangkan di futures, short dan long sama-sama mudah, cukup pilih opsi jual saat order.
Keunggulan Futures: Mengapa Investor Menyukainya
Leverage yang Memperbesar Keuntungan Dengan modal lebih kecil, Anda bisa mengendalikan kontrak yang jauh lebih besar, potensi keuntungan bisa puluhan kali lipat. Untuk yang punya modal cukup tetapi kekurangan aset, futures adalah pilihan ideal.
Perdagangan Dua Arah Pasar saham umumnya satu arah—beli, tahan, jual. Short terbatas; futures berbeda, bisa naik dan turun kapan saja, dan bisa berbalik arah kapan saja.
Hedging Risiko yang Ada Jika Anda memegang saham dan khawatir pasar akan turun, bisa melakukan short terhadap indeks futures untuk melindungi posisi. Jika saham turun, keuntungan dari futures bisa menutupi kerugian; jika pasar naik, keuntungan saham akan melebihi kerugian futures, sehingga secara keseluruhan tetap profit.
Likuiditas Tinggi Pasar futures internasional memiliki volume transaksi besar, spread kecil, dan masuk keluarnya dana besar tidak akan meningkatkan biaya transaksi secara signifikan.
Risiko Futures: Leverage adalah Pedang Bermata Dua
Risiko Leverage Leverage memperbesar keuntungan, tetapi juga kerugian secara proporsional. Kesalahan analisis bisa menyebabkan modal hilang seketika.
Risiko Kerugian Tak Terbatas Ini bagian paling menakutkan dari futures. Membeli saham paling banter kehilangan seluruh modal; tetapi di futures, karena hanya perlu margin, jika harga aset bergerak ekstrem, Anda bisa berutang ke bursa. Dalam kondisi ekstrem, kerugian bisa jauh melebihi modal awal.
Risiko Margin Call Jika ekuitas akun tidak cukup untuk mempertahankan posisi, bursa berhak melakukan margin call dan menutup posisi secara paksa. Anda bisa keluar dengan kerugian besar.
Tekanan Psikologis Leverage tinggi dan fluktuasi real-time bisa membuat mental tidak stabil, mudah membuat keputusan tidak rasional, mempercepat transaksi, dan meningkatkan risiko kesalahan.
Tingkat Kesulitan dan Kebutuhan Keahlian Tinggi Futures tidak cocok untuk pemula total. Tanpa pengalaman, trader bisa cepat keluar dari pasar.
Kontrak Perbedaan (CFD): Instrumen Fleksibel Antara Futures dan Spot
Apa itu CFD?
CFD (Contract For Difference) adalah produk derivatif keuangan yang mengatur selisih harga aset dasar tanpa melibatkan pengiriman fisik. Kedua pihak sepakat menyelesaikan keuntungan dan kerugian berdasarkan perubahan harga.
Keunggulan CFD dibanding futures:
Lebih Beragam Karena tidak melibatkan pengiriman fisik, CFD menawarkan lebih banyak pilihan aset: saham, forex, kripto, obligasi, lebih dari 200 instrumen.
Lebih Fleksibel CFD umumnya tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, bisa dipertahankan selama yang diinginkan. Volume transaksi bisa disesuaikan (misalnya 0.01 lot), dan leverage bisa diatur sesuai kebutuhan, jauh lebih fleksibel dibanding kontrak futures yang standar.
Biaya Lebih Rendah Margin lebih kecil, leverage bisa disesuaikan, modal awal jauh lebih kecil.
Bagaimana Mengelola Risiko CFD?
Pertama, atur leverage secara bijak. Produk dengan volatilitas rendah (seperti pasangan mata uang utama) bisa pakai leverage tinggi; yang volatilitasnya besar (seperti komoditas, kripto) sebaiknya leverage rendah.
Kedua, buat rencana trading lengkap. Ingat, keberhasilan dan kegagalan bergantung pada manajemen risiko dan disiplin, bukan pada alat yang dipilih.
Saran Akhir untuk Investasi Futures
Jangan buru-buru pakai uang nyata—gunakan akun demo untuk menguji strategi sampai benar-benar paham dan menghormati pasar.
Buat dan patuhi disiplin—tetapkan titik take profit dan stop loss, dan jalankan sesuai rencana, jangan tergoda emosi.
Leverage tinggi = risiko tinggi—jangan tergiur leverage besar, gunakan leverage secara moderat untuk bertahan jangka panjang.
Terus belajar pasar—ikuti berita fundamental, sinyal teknikal, data ekonomi, dan bangun kerangka analisis sendiri.
Mulai dari kecil—gunakan unit transaksi terkecil untuk menguji kemampuan, lalu tingkatkan secara bertahap.
Persiapkan modal cukup—selain margin, siapkan dana cadangan untuk mengurangi risiko, jangan all-in dalam satu transaksi.
Futures adalah alat untuk memperbesar keuntungan, tetapi juga jebakan kerugian cepat. Tidak cocok untuk semua orang, hanya untuk mereka yang sudah siap, disiplin, dan memahami risiko secara mendalam. Sebelum masuk, evaluasi kembali apakah Anda memenuhi syarat tersebut.