Futures terdengar misterius, tetapi sebenarnya berasal dari akar yang sangat sederhana. Pada masa masyarakat agraris, inti masalah yang dihadapi petani adalah ketidakpastian harga—panen melimpah dijual murah, panen kurang harga sangat tinggi sulit didapat. Untuk menghindari risiko ini, para pedagang menciptakan sebuah kesepakatan: menentukan harga dan jumlah transaksi di masa depan saat ini. Inilah cikal bakal dari futures.
Di era modern, futures telah berkembang menjadi sebuah kontrak keuangan derivatif. Ciri utamanya adalah: kedua belah pihak menandatangani kontrak, menyepakati harga dan jumlah tertentu untuk diperdagangkan pada tanggal tertentu di masa depan. Komoditas yang diperdagangkan bisa berupa barang besar (minyak, emas, produk pertanian), maupun aset keuangan (indeks saham, kurs, obligasi).
Perbedaan Inti antara Futures dan Spot
Sebelum memahami futures, harus membedakan dengan spot. Keduanya berbeda secara total dalam penanaman modal, metode pengiriman, dan fleksibilitas transaksi:
Transaksi spot = beli apa bayar berapa
Jika Anda membeli 1 lot emas, harus membayar nilai penuh emas tersebut. Setelah transaksi selesai, uang dan barang berpindah tangan, satu transaksi selesai.
Transaksi futures = cukup bayar margin untuk mengendalikan aset besar
Misalnya, ingin mengendalikan kontrak futures emas senilai 1 juta, mungkin cukup membayar margin sebesar 5-10%. Ini adalah sifat “menggunakan sedikit untuk mendapatkan banyak” dari futures—juga sumber risiko.
Dimensi Perbandingan
Spot
Futures
Kebutuhan dana
Bayar penuh
Hanya 5-10% margin
Waktu pengiriman
Segera
Tertentu di masa depan
Arah transaksi
Satu arah (beli)
Dua arah (long atau short)
Fluktuasi harga
Proporsional keuntungan/rugi
Leverage memperbesar keuntungan/rugi
Memahami Kontrak Futures—Lima Elemen yang Perlu Diketahui
Setiap kontrak futures bersifat standar, dan bursa akan menetapkan secara jelas:
Aset Dasar: Apa yang diwakili kontrak ini. Misalnya, “CME minyak mentah futures” mewakili minyak mentah ringan AS
Spesifikasi Kontrak: Berapa unit transaksi. Contoh: futures emas 1 lot = 100 ons
Perubahan Harga Minimum: Skala terkecil pergerakan harga dan nilai terkait. Ini menentukan berapa banyak keuntungan atau kerugian per perubahan harga
Tanggal Pengiriman: Waktu penyelesaian wajib. Tidak bisa dipertahankan terus-menerus, harus diselesaikan saat jatuh tempo (pengiriman fisik atau penyelesaian tunai)
Persyaratan Margin: Berapa dana yang harus dikunci saat membuka kontrak. Tergantung spesifikasi kontrak dan volatilitasnya
Empat Langkah Memulai Perdagangan Futures
Langkah pertama: Pilih objek dan lembaga perdagangan
Futures dibagi menjadi enam kategori berdasarkan aset dasar:
Futures indeks: S&P 500, Nasdaq 100, indeks saham
Futures kurs: Pasangan mata uang utama
Futures suku bunga: Obligasi pemerintah jangka berbagai waktu
Futures logam: Emas, perak, tembaga
Futures energi: Minyak mentah, gas alam, bensin
Futures produk pertanian: Gandum, jagung, kedelai, kopi, gula
Setelah memilih produk, buka akun di broker futures. Broker ini berfungsi sebagai perantara, menghubungkan Anda dengan bursa, menyediakan platform trading dan alat manajemen risiko.
Langkah kedua: Verifikasi strategi melalui akun demo
Jangan langsung trading dengan uang asli. Sebagian besar platform profesional menyediakan fitur demo dengan dana virtual untuk menguji strategi:
Apakah strategi ini konsisten menguntungkan di pasar nyata?
Berapa besar drawdown-nya? Bisa ditanggung?
Apakah margin cukup? Apakah akan dipaksa keluar posisi?
Langkah ketiga: Buat rencana manajemen risiko yang ketat
Sebelum masuk pasar, tetapkan:
Stop loss: Berapa kerugian maksimal sebelum menutup posisi, untuk menghindari kerugian berkelanjutan
Take profit: Berapa keuntungan yang diinginkan sebelum menutup posisi, jangan serakah
Risiko per posisi: Berapa kerugian maksimal per transaksi (biasanya tidak lebih dari 2-3% dari total akun)
Langkah keempat: Deposit dana dan mulai trading
Setorkan margin ke akun, lalu mulai order. Setiap kontrak memiliki persyaratan margin berbeda, pastikan Anda memeriksa sebelum masuk posisi.
Dua Arah Perdagangan Futures: Long vs Short
Keunggulan utama futures adalah—Anda bisa melakukan transaksi dua arah.
Long (beli untuk naik)
Anda memperkirakan harga aset akan naik, jadi beli kontrak futures sekarang. Saat harga naik, jual kembali untuk mendapatkan selisihnya.
Contoh: Anda optimis minyak mentah, beli futures minyak mentah CME. Jika harga minyak dari 50 dolar/barel naik ke 55 dolar/barel, kontrak Anda meningkat nilai, dan saat tutup posisi, Anda untung.
Short (jual untuk turun)
Anda memperkirakan harga aset akan turun, jadi jual kontrak futures sekarang. Saat harga turun, beli kembali dengan harga lebih rendah untuk mendapatkan selisihnya.
Contoh: Anda yakin saham tertentu overvalued, lakukan short melalui indeks futures. Jika indeks turun, posisi short Anda menguntungkan, dan saat tutup posisi, Anda profit.
Ini adalah keuntungan besar bagi investor saham—short di pasar saham sulit, harus pinjam saham dan bayar bunga; tapi di futures, short dan long sama mudahnya.
Leverage: Mekanisme Inti dan Pedang Bermata Dua
Leverage adalah fitur paling menarik dari futures, sekaligus sumber risiko terbesar.
Bagaimana leverage memperbesar keuntungan dan kerugian?
Misalnya, Anda punya modal 10 juta, trading futures dengan leverage 20x:
Kendali aset = 10 juta × 20 = 200 juta
Jika harga naik 5%:
Keuntungan = 200 juta × 5% = 10 juta (hasil 100%)
Jika harga turun 5%:
Kerugian = 200 juta × 5% = 10 juta (habis modal)
Jika turun lagi 5% (total 10%):
Kerugian teoretis = 20 juta, padahal modal cuma 10 juta—Anda berhutang 10 juta ke broker
Inilah bahaya futures: kerugian bisa tak terbatas. Saham paling buruk adalah kehilangan seluruh modal, futures bisa membuat Anda berhutang.
Kelebihan dan Kekurangan Perdagangan Futures
Kelebihan:
Penggunaan modal tinggi - Dengan margin kecil, kendalikan aset besar, cocok untuk trader dengan strategi pasti
Fleksibilitas arah - Bisa untung dari kenaikan maupun penurunan pasar, tidak perlu menunggu pasar naik
Hedging - Jika Anda memegang saham Apple dan khawatir pasar turun, bisa melakukan short indeks futures. Saat pasar turun, keuntungan futures mengimbangi kerugian saham; saat pasar naik, meskipun kecil rugi, kenaikan Apple lebih besar dan tetap menguntungkan
Likuiditas tinggi - Pasar futures internasional banyak peserta, spread kecil, mudah masuk dan keluar posisi
Risiko:
Risiko leverage - Fluktuasi kecil bisa menyebabkan kerugian besar bahkan margin call (penutupan paksa)
Kerugian tak terbatas - Kerugian bisa tak terbatas, bisa menimbulkan kewajiban margin tambahan
Tekanan waktu - Futures memiliki tanggal jatuh tempo, harus diselesaikan sebelum waktu habis, tidak bisa dipertahankan tanpa batas
Tuntutan teknis tinggi - Perlu menguasai analisis teknikal, fundamental, dan manajemen risiko
Ujian psikologis - Leverage memperbesar efek fluktuasi harga, mudah emosional dan impulsif
Alat Lanjutan Futures: Contract For Difference (CFD)
CFD (Contract For Difference) bisa dianggap sebagai “versi modifikasi futures”. Ia mempertahankan keunggulan futures sekaligus menghilangkan beberapa batasan.
Karakteristik CFD:
Lebih beragam - Tidak terbatas pada bursa tertentu, bisa trading ratusan aset (saham, forex, kripto, komoditas)
Lebih fleksibel - Tidak ada tanggal jatuh tempo tetap, bisa dipertahankan terus; leverage bisa disesuaikan secara bebas, tidak dipaksa
Biaya lebih rendah - Margin fleksibel, biaya masuk lebih rendah dari futures
Metode penyelesaian simpel - Berdasarkan selisih harga, tanpa pengiriman fisik
Namun CFD juga memiliki risiko yang sama:
Semua risiko futures (leverage tinggi, kerugian tak terbatas) juga berlaku di CFD. Pilih platform yang terpercaya dan lengkap dengan alat manajemen risiko.
Prinsip Bertahan dalam Perdagangan Futures
Jika Anda memutuskan masuk ke pasar futures, ingatlah aturan ini:
1. Selalu tetapkan stop loss
Tak peduli seberapa yakin, tetapkan batas kerugian sebelumnya. Ini adalah syarat bertahan hidup.
2. Manajemen risiko lebih penting daripada mencari keuntungan
Risiko per transaksi tidak lebih dari 2-3% dari total akun. Lebih baik sering menang kecil daripada satu kali kalah besar.
3. Verifikasi strategi dengan akun demo dulu
Gunakan kontrak mini atau lot kecil untuk uji coba sistem trading, lalu secara bertahap tingkatkan posisi.
4. Jangan terlalu percaya diri dengan prediksi sendiri
Pasar selalu penuh kejutan, jangan bertaruh seluruh modal. Pastikan ada margin cukup untuk menghadapi volatilitas.
5. Rutin melakukan review
Catat log transaksi, analisis alasan dan hasilnya. Terus perbaiki, hindari mengulang kesalahan.
Penutup
Futures adalah pedang bermata dua. Bisa membantu Anda meraih keuntungan besar dengan modal kecil, melakukan lindung nilai secara fleksibel, dan trading efisien—atau bisa menghancurkan akun dalam sekejap. Kuncinya adalah memahami mekanismenya, membuat rencana trading yang ketat, dan memiliki mental yang cukup kuat untuk disiplin.
Jangan terbuai cerita “futures kaya mendadak” maupun takut dengan kasus “margin call”. Esensi trading futures adalah permainan probabilitas—hanya trader yang memahami risiko, mengelola risiko secara disiplin, dan terus belajar yang bisa bertahan lama di pasar ini.
Jika Anda masih pemula, disarankan: gunakan akun demo selama 3-6 bulan untuk belajar mendalam, lalu coba dengan modal kecil, dan secara bertahap sesuaikan strategi berdasarkan pengalaman nyata. Meskipun terlihat “lambat”, ini adalah satu-satunya jalan menuju keuntungan yang stabil.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pengantar Perdagangan Berjangka: Memahami Kontrak, Leverage, dan Manajemen Risiko dari Nol
The Nature of Futures—Locking in Future Prices
Futures terdengar misterius, tetapi sebenarnya berasal dari akar yang sangat sederhana. Pada masa masyarakat agraris, inti masalah yang dihadapi petani adalah ketidakpastian harga—panen melimpah dijual murah, panen kurang harga sangat tinggi sulit didapat. Untuk menghindari risiko ini, para pedagang menciptakan sebuah kesepakatan: menentukan harga dan jumlah transaksi di masa depan saat ini. Inilah cikal bakal dari futures.
Di era modern, futures telah berkembang menjadi sebuah kontrak keuangan derivatif. Ciri utamanya adalah: kedua belah pihak menandatangani kontrak, menyepakati harga dan jumlah tertentu untuk diperdagangkan pada tanggal tertentu di masa depan. Komoditas yang diperdagangkan bisa berupa barang besar (minyak, emas, produk pertanian), maupun aset keuangan (indeks saham, kurs, obligasi).
Perbedaan Inti antara Futures dan Spot
Sebelum memahami futures, harus membedakan dengan spot. Keduanya berbeda secara total dalam penanaman modal, metode pengiriman, dan fleksibilitas transaksi:
Transaksi spot = beli apa bayar berapa Jika Anda membeli 1 lot emas, harus membayar nilai penuh emas tersebut. Setelah transaksi selesai, uang dan barang berpindah tangan, satu transaksi selesai.
Transaksi futures = cukup bayar margin untuk mengendalikan aset besar Misalnya, ingin mengendalikan kontrak futures emas senilai 1 juta, mungkin cukup membayar margin sebesar 5-10%. Ini adalah sifat “menggunakan sedikit untuk mendapatkan banyak” dari futures—juga sumber risiko.
Memahami Kontrak Futures—Lima Elemen yang Perlu Diketahui
Setiap kontrak futures bersifat standar, dan bursa akan menetapkan secara jelas:
Aset Dasar: Apa yang diwakili kontrak ini. Misalnya, “CME minyak mentah futures” mewakili minyak mentah ringan AS
Spesifikasi Kontrak: Berapa unit transaksi. Contoh: futures emas 1 lot = 100 ons
Perubahan Harga Minimum: Skala terkecil pergerakan harga dan nilai terkait. Ini menentukan berapa banyak keuntungan atau kerugian per perubahan harga
Tanggal Pengiriman: Waktu penyelesaian wajib. Tidak bisa dipertahankan terus-menerus, harus diselesaikan saat jatuh tempo (pengiriman fisik atau penyelesaian tunai)
Persyaratan Margin: Berapa dana yang harus dikunci saat membuka kontrak. Tergantung spesifikasi kontrak dan volatilitasnya
Empat Langkah Memulai Perdagangan Futures
Langkah pertama: Pilih objek dan lembaga perdagangan
Futures dibagi menjadi enam kategori berdasarkan aset dasar:
Setelah memilih produk, buka akun di broker futures. Broker ini berfungsi sebagai perantara, menghubungkan Anda dengan bursa, menyediakan platform trading dan alat manajemen risiko.
Langkah kedua: Verifikasi strategi melalui akun demo
Jangan langsung trading dengan uang asli. Sebagian besar platform profesional menyediakan fitur demo dengan dana virtual untuk menguji strategi:
Langkah ketiga: Buat rencana manajemen risiko yang ketat
Sebelum masuk pasar, tetapkan:
Langkah keempat: Deposit dana dan mulai trading
Setorkan margin ke akun, lalu mulai order. Setiap kontrak memiliki persyaratan margin berbeda, pastikan Anda memeriksa sebelum masuk posisi.
Dua Arah Perdagangan Futures: Long vs Short
Keunggulan utama futures adalah—Anda bisa melakukan transaksi dua arah.
Long (beli untuk naik) Anda memperkirakan harga aset akan naik, jadi beli kontrak futures sekarang. Saat harga naik, jual kembali untuk mendapatkan selisihnya.
Contoh: Anda optimis minyak mentah, beli futures minyak mentah CME. Jika harga minyak dari 50 dolar/barel naik ke 55 dolar/barel, kontrak Anda meningkat nilai, dan saat tutup posisi, Anda untung.
Short (jual untuk turun) Anda memperkirakan harga aset akan turun, jadi jual kontrak futures sekarang. Saat harga turun, beli kembali dengan harga lebih rendah untuk mendapatkan selisihnya.
Contoh: Anda yakin saham tertentu overvalued, lakukan short melalui indeks futures. Jika indeks turun, posisi short Anda menguntungkan, dan saat tutup posisi, Anda profit.
Ini adalah keuntungan besar bagi investor saham—short di pasar saham sulit, harus pinjam saham dan bayar bunga; tapi di futures, short dan long sama mudahnya.
Leverage: Mekanisme Inti dan Pedang Bermata Dua
Leverage adalah fitur paling menarik dari futures, sekaligus sumber risiko terbesar.
Bagaimana leverage memperbesar keuntungan dan kerugian?
Misalnya, Anda punya modal 10 juta, trading futures dengan leverage 20x:
Jika harga naik 5%:
Jika harga turun 5%:
Jika turun lagi 5% (total 10%):
Inilah bahaya futures: kerugian bisa tak terbatas. Saham paling buruk adalah kehilangan seluruh modal, futures bisa membuat Anda berhutang.
Kelebihan dan Kekurangan Perdagangan Futures
Kelebihan:
Penggunaan modal tinggi - Dengan margin kecil, kendalikan aset besar, cocok untuk trader dengan strategi pasti
Fleksibilitas arah - Bisa untung dari kenaikan maupun penurunan pasar, tidak perlu menunggu pasar naik
Hedging - Jika Anda memegang saham Apple dan khawatir pasar turun, bisa melakukan short indeks futures. Saat pasar turun, keuntungan futures mengimbangi kerugian saham; saat pasar naik, meskipun kecil rugi, kenaikan Apple lebih besar dan tetap menguntungkan
Likuiditas tinggi - Pasar futures internasional banyak peserta, spread kecil, mudah masuk dan keluar posisi
Risiko:
Risiko leverage - Fluktuasi kecil bisa menyebabkan kerugian besar bahkan margin call (penutupan paksa)
Kerugian tak terbatas - Kerugian bisa tak terbatas, bisa menimbulkan kewajiban margin tambahan
Tekanan waktu - Futures memiliki tanggal jatuh tempo, harus diselesaikan sebelum waktu habis, tidak bisa dipertahankan tanpa batas
Tuntutan teknis tinggi - Perlu menguasai analisis teknikal, fundamental, dan manajemen risiko
Ujian psikologis - Leverage memperbesar efek fluktuasi harga, mudah emosional dan impulsif
Alat Lanjutan Futures: Contract For Difference (CFD)
CFD (Contract For Difference) bisa dianggap sebagai “versi modifikasi futures”. Ia mempertahankan keunggulan futures sekaligus menghilangkan beberapa batasan.
Karakteristik CFD:
Lebih beragam - Tidak terbatas pada bursa tertentu, bisa trading ratusan aset (saham, forex, kripto, komoditas)
Lebih fleksibel - Tidak ada tanggal jatuh tempo tetap, bisa dipertahankan terus; leverage bisa disesuaikan secara bebas, tidak dipaksa
Biaya lebih rendah - Margin fleksibel, biaya masuk lebih rendah dari futures
Metode penyelesaian simpel - Berdasarkan selisih harga, tanpa pengiriman fisik
Namun CFD juga memiliki risiko yang sama:
Semua risiko futures (leverage tinggi, kerugian tak terbatas) juga berlaku di CFD. Pilih platform yang terpercaya dan lengkap dengan alat manajemen risiko.
Prinsip Bertahan dalam Perdagangan Futures
Jika Anda memutuskan masuk ke pasar futures, ingatlah aturan ini:
1. Selalu tetapkan stop loss Tak peduli seberapa yakin, tetapkan batas kerugian sebelumnya. Ini adalah syarat bertahan hidup.
2. Manajemen risiko lebih penting daripada mencari keuntungan Risiko per transaksi tidak lebih dari 2-3% dari total akun. Lebih baik sering menang kecil daripada satu kali kalah besar.
3. Verifikasi strategi dengan akun demo dulu Gunakan kontrak mini atau lot kecil untuk uji coba sistem trading, lalu secara bertahap tingkatkan posisi.
4. Jangan terlalu percaya diri dengan prediksi sendiri Pasar selalu penuh kejutan, jangan bertaruh seluruh modal. Pastikan ada margin cukup untuk menghadapi volatilitas.
5. Rutin melakukan review Catat log transaksi, analisis alasan dan hasilnya. Terus perbaiki, hindari mengulang kesalahan.
Penutup
Futures adalah pedang bermata dua. Bisa membantu Anda meraih keuntungan besar dengan modal kecil, melakukan lindung nilai secara fleksibel, dan trading efisien—atau bisa menghancurkan akun dalam sekejap. Kuncinya adalah memahami mekanismenya, membuat rencana trading yang ketat, dan memiliki mental yang cukup kuat untuk disiplin.
Jangan terbuai cerita “futures kaya mendadak” maupun takut dengan kasus “margin call”. Esensi trading futures adalah permainan probabilitas—hanya trader yang memahami risiko, mengelola risiko secara disiplin, dan terus belajar yang bisa bertahan lama di pasar ini.
Jika Anda masih pemula, disarankan: gunakan akun demo selama 3-6 bulan untuk belajar mendalam, lalu coba dengan modal kecil, dan secara bertahap sesuaikan strategi berdasarkan pengalaman nyata. Meskipun terlihat “lambat”, ini adalah satu-satunya jalan menuju keuntungan yang stabil.