Bagaimana cara mengambil keputusan saat pasar saham AS jatuh? Panduan lengkap dari sinyal ekonomi hingga lindung nilai perdagangan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Pergerakan pasar saham AS mempengaruhi saraf modal global, di mana dampak dari penurunan besar saham AS pun lebih mendalam. Namun, penurunan besar bukanlah hal yang tiba-tiba terjadi, melainkan memiliki jejak yang dapat dilacak. Artikel ini akan membantu Anda memahami logika dasar di balik penurunan besar saham AS, belajar mengenali sinyal peringatan, serta langkah-langkah konkret dalam menghadapi penurunan pasar.

Empat kekuatan pendorong di balik penurunan besar saham AS

Penurunan besar saham AS biasanya disebabkan oleh resonansi dari empat faktor, memahami faktor-faktor ini sangat penting untuk pengambilan keputusan perdagangan.

Pertama adalah memburuknya dasar ekonomi. Ketika pertumbuhan PDB melambat, tingkat pengangguran meningkat, dan indeks harga konsumen(CPI) melonjak, pasar saham pasti akan tertekan. Terutama jika indeks manajer pembelian manufaktur(PMI) turun di bawah 50, menandakan kekuatan ekonomi melemah. Data ekonomi ini seperti “tanda vital” pasar, data yang memburuk langsung mengancam proyeksi laba perusahaan.

Kedua adalah pergeseran kebijakan moneter Federal Reserve. Setiap penyesuaian suku bunga akan mengubah aliran dana. Pada September 2024, Federal Reserve mengumumkan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin, sinyal kebijakan ini perlu dipantau secara berkelanjutan karena langsung mempengaruhi biaya pinjaman dan daya tarik investasi.

Ketiga adalah peningkatan mendadak dalam geopolitik. Konflik internasional, gesekan perdagangan sering kali secara tiba-tiba membalik suasana pasar, dan investor secara naluriah menghindari risiko.

Keempat adalah pembalikan suasana pasar. Indeks ketakutan VIX yang meningkat adalah indikator kepercayaan investor yang runtuh, begitu ketakutan menyebar, penjualan akan memperkuat diri sendiri. Keempat faktor ini sering saling berinteraksi—perubahan kebijakan bisa memicu data ekonomi memburuk, yang kemudian memicu keruntuhan suasana hati, dan akhirnya menyebabkan penurunan sistemik.

Pelajaran sejarah: dua penurunan besar dan pelajaran yang dapat diambil

Mengamati kasus sejarah penurunan besar saham AS, kita dapat melihat mekanisme pemicunya yang berbeda.

Krisis keuangan 2008, misalnya, saat keruntuhan pasar subprime AS memicu gempa di sistem keuangan global. Dari akhir 2007 hingga akhir 2008, indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 33%, dan Nasdaq Composite bahkan lebih dari 40%. Kredit bank membeku, ekonomi global memasuki resesi, dan akar permasalahannya adalah risiko sistemik dalam sistem keuangan itu sendiri.

Pandemi COVID-19 yang mendadak pada 2020 menunjukkan pola guncangan yang berbeda. Dari 19 Februari hingga 23 Maret, indeks Dow Jones turun dari 29.551 poin ke 18.591 poin, penurunan 37%. Penguncian global menyebabkan penghentian produksi dan keruntuhan konsumsi, ekonomi masuk ke dalam resesi mendalam. Dua peristiwa ini menunjukkan bahwa krisis keuangan dan kejadian darurat publik bisa memicu penurunan besar saham AS, tetapi pasar akhirnya akan rebound—ini menjadi referensi penting dalam pengambilan keputusan investasi.

Mendeteksi sinyal peringatan sebelum penurunan besar saham AS

Kunci untuk melakukan prediksi yang baik adalah membangun keunggulan informasi. Investor perlu memantau faktor-faktor yang berpotensi memicu krisis keuangan secara rutin: leverage berlebihan, gelembung aset, risiko kredit dan lain-lain. Ketika pasar berada di posisi tinggi, risiko-risiko ini harus diwaspadai secara khusus.

Dalam praktiknya, investor dapat mengurangi risiko melalui cara berikut: mengurangi proporsi investasi saat pasar tinggi, membeli instrumen lindung nilai seperti obligasi, emas, dana perlindungan risiko, atau melakukan diversifikasi investasi untuk menyebar risiko—berbagai jenis aset, sektor yang berbeda, bahkan negara dan wilayah yang berbeda.

Membangun sistem pelacakan juga sangat penting. Kalender ekonomi, indeks suasana pasar, pandangan perdagangan, harga saham real-time dan informasi lainnya harus secara rutin disusun, untuk mengurangi blind spot akibat kekurangan informasi.

Pilihan utama saat penurunan besar: jual atau beli

Ketika penurunan besar saham AS sudah terjadi, investor menghadapi dilema yang kontradiktif.

Logika jual: segera melakukan cut loss untuk menghindari kerugian lebih lanjut. Tetapi penjualan pasif ini sering menyebabkan investor melewatkan rebound, data sejarah menunjukkan pasar saham selalu rebound setelah penurunan besar, dan keluar terlalu awal akan menimbulkan biaya tinggi.

Logika beli: penurunan harga saham berarti potensi keuntungan di masa depan sedang undervalued, menciptakan peluang untuk mencari nilai murah. Tapi ini membutuhkan kemampuan analisis yang cukup dan cadangan dana, serta tidak mengikuti arus secara buta.

Jawaban paling realistis adalah: tidak ada pilihan yang mutlak benar, tergantung situasi spesifik Anda. Jika Anda memiliki kesabaran cukup, dana yang cukup, dan keyakinan kuat, penurunan besar bisa menjadi peluang untuk mengatur posisi; jika Anda tidak yakin dengan prospek pasar atau tidak mampu menanggung kerugian lebih lanjut, mengurangi posisi atau menunggu adalah pilihan yang rasional.

Intinya, jangan biarkan fluktuasi jangka pendek mengubah tujuan investasi jangka panjang Anda.

Menggunakan instrumen lindung nilai untuk mengelola ketidakpastian

Ketika Anda tidak yakin pasar akan terus turun, lindung nilai menjadi strategi yang diperlukan. Instrumen lindung nilai meliputi opsi, futures, dan kontrak selisih harga(CFD). Untuk trader kecil, CFD karena ambang yang rendah dan leverage tinggi menjadi pilihan yang lebih praktis.

Selama penurunan besar saham AS, trader dapat melakukan lindung nilai dengan short CFD indeks saham—seperti indeks S&P 500, Nasdaq 100, Dow Jones—yang umum digunakan sebagai instrumen lindung. CFD mendukung leverage hingga 200 kali, artinya saat indeks turun, keuntungan dari posisi lindung juga akan diperbesar 200 kali, cukup untuk mengimbangi kerugian pada saham individual.

Namun yang perlu ditekankan: leverage adalah pedang bermata dua. Penggunaan leverage tinggi dapat memperbesar keuntungan, tetapi juga memperbesar kerugian secara proporsional. Dalam volatilitas pasar yang tinggi, posisi leverage bisa mengalami margin call secara cepat. Oleh karena itu, penggunaan leverage secara hati-hati, pengaturan stop loss yang masuk akal, dan pengendalian ukuran posisi adalah prinsip utama saat menggunakan CFD untuk lindung nilai.

Kesimpulan: menghadapi fluktuasi pasar secara rasional adalah kunci abadi

Penurunan besar saham AS adalah bagian normal dari pasar, bukan fenomena anomali. Apapun strategi yang diambil, yang terpenting adalah menetapkan tujuan investasi yang jelas, menjaga mental yang rasional, dan menyesuaikan strategi secara fleksibel. Jangan biarkan fluktuasi jangka pendek mengacaukan rencana jangka panjang Anda, dan melalui pembelajaran berkelanjutan tentang pola pasar, Anda dapat menangkap peluang di tengah volatilitas dan mencapai pertumbuhan nilai investasi jangka panjang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)