Emas (XAU/USD) telah naik ke sekitar $4.345 selama jam perdagangan Asia-Pasifik awal hari Jumat. Momentum kenaikan ini mencerminkan kombinasi faktor makroekonomi dan ketegangan geopolitik yang terus mendorong minat investor terhadap logam mulia sebagai alat perlindungan kekayaan.
Kinerja 2025 dan Outlook 2026
Logam kuning ini menyelesaikan tahun 2025 dengan kinerja yang mengesankan, memberikan sekitar 65% pengembalian tahunan—menandai tahun terkuat sejak 1979. Melihat ke depan ke 2026, harapan akan penurunan suku bunga yang berkelanjutan oleh Federal Reserve diposisikan sebagai mekanisme dukungan utama untuk harga Emas. Pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember membawa suku bunga dana federal menjadi 3,50%–3,75%, dengan notulen rapat Fed menunjukkan bahwa pelonggaran lebih lanjut mungkin diperlukan jika inflasi terus menurun. Panduan ke depan ini mendukung biaya peluang yang lebih rendah untuk memegang logam mulia yang tidak menghasilkan yield.
Sinyal Pemotongan Suku Bunga dan Mekanisme Pasar
Keputusan kebijakan Desember mengungkapkan perspektif yang bernuansa di dalam hierarki Fed. Sementara mayoritas mendukung pengurangan 25 bps dengan alasan kekhawatiran terhadap lapangan kerja dan kemajuan disinflasi, suara-suara yang berbeda—termasuk dorongan Gubernur Fed Stephen Miran untuk pemotongan yang lebih besar dan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee yang lebih memilih penundaan—menunjukkan kompleksitas kebijakan moneter 2026. Pandangan yang terbagi ini menjaga pasar tetap waspada terhadap perubahan kebijakan kecil yang dapat mempengaruhi trajektori Emas.
Arus Safe-Haven di Tengah Ketegangan Geopolitik
Selain dinamika suku bunga, ketegangan yang sedang berlangsung antara Israel-Iran dan meningkatnya ketegangan AS-Venezuela mendukung posisi safe-haven di seluruh pasar. Investor biasanya berputar ke aset yang mampu melindungi kekayaan selama periode ketidakpastian yang meningkat, dan karakter defensif tradisional Emas menjadikannya penerima manfaat alami dari arus tersebut.
Persyaratan Margin sebagai Hambatan
Salah satu kendala potensial terhadap momentum kenaikan berasal dari peningkatan persyaratan margin oleh CME Group baru-baru ini untuk kontrak berjangka Emas, perak, dan logam mulia lainnya. Dengan mewajibkan trader mempertahankan buffer modal yang lebih tinggi terhadap kewajiban pengiriman, langkah-langkah ini dapat membatasi posisi spekulatif dan menciptakan resistansi harga. Pengambilan keuntungan dan kegiatan rebalancing portofolio dapat lebih membatasi potensi apresiasi jangka pendek untuk logam mulia tersebut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
XAU/USD Melonjak Menuju $4.350 karena Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Fed dan Ketidakpastian Geopolitik Mendukung Permintaan Safe-Haven
Posisi Pasar Saat Ini
Emas (XAU/USD) telah naik ke sekitar $4.345 selama jam perdagangan Asia-Pasifik awal hari Jumat. Momentum kenaikan ini mencerminkan kombinasi faktor makroekonomi dan ketegangan geopolitik yang terus mendorong minat investor terhadap logam mulia sebagai alat perlindungan kekayaan.
Kinerja 2025 dan Outlook 2026
Logam kuning ini menyelesaikan tahun 2025 dengan kinerja yang mengesankan, memberikan sekitar 65% pengembalian tahunan—menandai tahun terkuat sejak 1979. Melihat ke depan ke 2026, harapan akan penurunan suku bunga yang berkelanjutan oleh Federal Reserve diposisikan sebagai mekanisme dukungan utama untuk harga Emas. Pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember membawa suku bunga dana federal menjadi 3,50%–3,75%, dengan notulen rapat Fed menunjukkan bahwa pelonggaran lebih lanjut mungkin diperlukan jika inflasi terus menurun. Panduan ke depan ini mendukung biaya peluang yang lebih rendah untuk memegang logam mulia yang tidak menghasilkan yield.
Sinyal Pemotongan Suku Bunga dan Mekanisme Pasar
Keputusan kebijakan Desember mengungkapkan perspektif yang bernuansa di dalam hierarki Fed. Sementara mayoritas mendukung pengurangan 25 bps dengan alasan kekhawatiran terhadap lapangan kerja dan kemajuan disinflasi, suara-suara yang berbeda—termasuk dorongan Gubernur Fed Stephen Miran untuk pemotongan yang lebih besar dan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee yang lebih memilih penundaan—menunjukkan kompleksitas kebijakan moneter 2026. Pandangan yang terbagi ini menjaga pasar tetap waspada terhadap perubahan kebijakan kecil yang dapat mempengaruhi trajektori Emas.
Arus Safe-Haven di Tengah Ketegangan Geopolitik
Selain dinamika suku bunga, ketegangan yang sedang berlangsung antara Israel-Iran dan meningkatnya ketegangan AS-Venezuela mendukung posisi safe-haven di seluruh pasar. Investor biasanya berputar ke aset yang mampu melindungi kekayaan selama periode ketidakpastian yang meningkat, dan karakter defensif tradisional Emas menjadikannya penerima manfaat alami dari arus tersebut.
Persyaratan Margin sebagai Hambatan
Salah satu kendala potensial terhadap momentum kenaikan berasal dari peningkatan persyaratan margin oleh CME Group baru-baru ini untuk kontrak berjangka Emas, perak, dan logam mulia lainnya. Dengan mewajibkan trader mempertahankan buffer modal yang lebih tinggi terhadap kewajiban pengiriman, langkah-langkah ini dapat membatasi posisi spekulatif dan menciptakan resistansi harga. Pengambilan keuntungan dan kegiatan rebalancing portofolio dapat lebih membatasi potensi apresiasi jangka pendek untuk logam mulia tersebut.