“道可道,非常道”。 pasar saham naik turun seperti biasa, ada yang mendapatkan keuntungan dari posisi long, ada juga yang bisa meraih laba dari posisi short. Tetapi sebagian besar investor ritel selalu berpikir hanya untuk membeli saat harga naik, tanpa menyadari bahwa trader yang cerdas sudah belajar memanfaatkan peluang saat pasar sedang turun. Jadi, apa sebenarnya arti dari melakukan short? Apakah benar bisa membantu Anda meraih keuntungan di pasar bearish?
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Short? Penjelasan dengan bahasa paling sederhana
Short adalah “jual dulu, beli nanti saat harga rendah”—kalimat ini meskipun sederhana, mengungkapkan inti dari konsepnya.
Secara spesifik, ketika Anda memperkirakan harga suatu aset akan turun di masa depan, Anda dapat meminjam aset tersebut dari broker, menjualnya dengan harga saat ini, dan ketika harga turun, membelinya kembali untuk dikembalikan ke broker, sehingga mendapatkan selisihnya. Ini adalah logika transaksi yang berlawanan dengan strategi buy-and-hold tradisional.
Terdengar agak membingungkan? Mari kita gunakan contoh nyata untuk memahaminya:
Misalnya, saham saat ini dihargai 100 yuan, dan Anda memprediksi akan turun ke 70 yuan. Anda meminjam saham tersebut dari broker dan menjualnya dengan harga 100 yuan (mendapatkan 100 yuan tunai). Tiga bulan kemudian, harga saham benar-benar turun ke 70 yuan, Anda membeli kembali saham tersebut dengan 70 yuan, lalu mengembalikannya ke broker. Setelah dikurangi biaya dan bunga, Anda mendapatkan keuntungan sebesar 30 yuan. Itulah contoh melakukan short.
Kapan sebaiknya mempertimbangkan melakukan short?
Short tidak bisa dilakukan kapan saja. Berikut beberapa kondisi di mana melakukan short benar-benar berguna:
Situasi 1: Anda melihat pasar akan turun di masa depan
Ketika analisis fundamental, teknikal, atau data makro menunjukkan bahwa suatu aset terlalu tinggi dan pasar akan melakukan koreksi, melakukan posisi long jelas bukan pilihan yang tepat. Saat itulah short bisa membuat Anda tetap rasional dan memperoleh keuntungan saat orang lain panik.
Situasi 2: Untuk hedging posisi besar yang Anda miliki
Misalnya, Anda memegang posisi besar di suatu saham, tetapi dalam waktu dekat tidak ingin menutup posisi, dan khawatir pasar berisiko. Anda bisa melakukan short indeks atau saham terkait untuk mengunci risiko—ini adalah strategi hedging klasik yang sering dilakukan institusi.
Apakah semua aset bisa dilakukan short?
Jawabannya pasti. Saham, forex, obligasi, indeks, bahkan derivatif seperti futures dan options semuanya bisa dilakukan short.
Cara paling langsung adalah melalui margin trading saham. Jika akun broker Anda memenuhi syarat (misalnya, broker saham AS biasanya mensyaratkan minimal 2000 dolar dan rasio ekuitas bersih 30%), Anda bisa langsung meminjam saham untuk melakukan short.
Selain itu, ada tiga metode lanjutan untuk melakukan short:
CFD (Contract for Difference): memperdagangkan berbagai aset dengan margin kecil, bahkan mulai dari 50 dolar
Futures: memperdagangkan komoditas, indeks saham, tetapi memerlukan pengalaman trading lebih tinggi
Inverse ETF: membeli dana yang dirancang untuk melakukan short, dikelola oleh tim profesional
Mengapa melakukan short sangat penting? Apa manfaatnya?
Mungkin Anda bertanya: jika melakukan long sudah cukup menghasilkan uang, mengapa harus melakukan short? Pertanyaan bagus.
Pertama: Short menstabilkan pasar
Bayangkan pasar tanpa mekanisme short—investor hanya bisa melakukan posisi long, saat pasar naik mereka akan memburu harga tinggi secara agresif, dan saat berbalik akan cepat ambruk. Banyak pasar yang mengalami kenaikan dan penurunan ekstrem secara sepihak, seperti beberapa pasar saham tertentu di periode tertentu. Dengan adanya mekanisme short, kekuatan bullish dan bearish saling bertarung, sehingga fluktuasi harga menjadi lebih stabil dan rasional.
Kedua: Short memecah gelembung
Ketika sebuah saham terlalu tinggi dan penuh gelembung, institusi short seperti “pemberi peringatan”. Mereka melakukan short untuk menekan harga saham dan memaksa pasar menilai ulang nilai perusahaan. Meskipun proses ini bisa membuat pemilik saham merasa tidak nyaman, secara jangka panjang ini bermanfaat—membuat perusahaan lebih transparan dan harga lebih rasional.
Ketiga: Short meningkatkan partisipasi pasar
Pasar yang hanya bisa melakukan posisi long, peluang keuntungan terbatas dan partisipasi cenderung menurun. Jika pasar bisa naik dan turun, minat investor akan meningkat, volume transaksi bertambah, dan likuiditas pasar membaik. Ini adalah kabar baik untuk semua pelaku pasar.
Bagaimana cara melakukan short dengan margin saham?
Cara paling umum adalah melalui margin trading saham. Langkah-langkahnya:
Buka akun margin—ajukan ke broker, biasanya harus memenuhi syarat minimum dana (misalnya, mulai dari 2000 dolar)
Pilih saham yang akan di-short—tentukan saham yang Anda prediksi akan turun
Pinjam saham dari broker—broker akan menilai kemampuan akun Anda untuk menentukan jumlah yang bisa dipinjam
Jual saham tersebut saat ini—uang hasil penjualan masuk ke akun Anda sementara
Tunggu harga turun—sabar menunggu peluang yang Anda prediksi
Beli kembali saat harga rendah dan kembalikan pinjaman—dengan selisih keuntungan, dan bayar bunga
Metode ini langsung dan transparan, tetapi membutuhkan modal awal yang cukup besar dan harus memperhitungkan biaya bunga.
Contoh nyata: Bagaimana melakukan short Tesla dan meraih keuntungan 220 dolar?
Mari kita lihat contoh transaksi nyata untuk memahami proses short secara lebih mendalam.
Pada November 2021, harga saham Tesla mencapai rekor tertinggi di 1243 dolar. Setelah itu, harga mulai turun, dan indikator teknikal menunjukkan sulit untuk menembus level tertinggi sebelumnya.
Seorang investor pada 4 Januari 2022 memprediksi Tesla akan terus turun, lalu melakukan:
4 Januari: meminjam 1 saham Tesla dari broker dan menjualnya sekitar 1200 dolar
11 Januari: saat harga turun ke sekitar 980 dolar, membeli kembali 1 saham Tesla dan mengembalikannya ke broker
Keuntungan bersih: 1200 - 980 = 220 dolar (belum dikurangi bunga dan biaya)
Ini adalah siklus transaksi short lengkap. Dari pembukaan posisi sampai penutupan hanya 7 hari, investor meraih keuntungan lebih dari 18%.
Bagaimana logika short pada pasangan mata uang forex?
Logika short di pasar forex mirip dengan saham, tetapi ada konsep “depresiasi relatif”.
Dalam trading forex, Anda selalu memperdagangkan pasangan mata uang (misalnya GBP/USD). Melakukan short GBP/USD berarti: Anda memperkirakan GBP akan melemah terhadap USD, jadi menjual GBP terlebih dahulu, lalu membelinya kembali saat harga lebih rendah.
Prediksi ini biasanya didasarkan pada:
Bank sentral Inggris menurunkan suku bunga (GBP melemah)
Bank sentral AS menaikkan suku bunga (USD menguat)
Data ekonomi Inggris memburuk
Risiko geopolitik meningkat
Contoh transaksi:
Dengan margin 50 dolar dan leverage 200x, Anda menjual 1 lot GBP/USD di harga 1.18039. Jika nilai tukar turun 21 poin ke 1.17796, keuntungan tercatat 219 dolar, dengan ROI mencapai 37%.
Ini menunjukkan kekuatan short di forex—dengan modal kecil, Anda bisa mendapatkan keuntungan besar. Tapi risiko juga lebih tinggi karena leverage adalah pedang bermata dua.
Apakah Anda sadar akan risiko sebenarnya dari short?
Setelah membahas potensi keuntungan, kita harus bahas risiko. Banyak orang terjebak karena meremehkan risiko short.
Risiko 1: Margin call (penutupan paksa posisi)
Aset yang Anda pinjam dari broker tetap milik broker. Jika pasar bergerak berlawanan dan margin Anda tidak cukup, broker berhak menutup posisi Anda secara paksa. Saat itu, Anda bisa keluar dengan kerugian besar, bahkan kehilangan seluruh modal.
Risiko 2: Potensi kerugian tak terbatas
Ini adalah bahaya terbesar dari short. Jika Anda membeli saham dengan harga 10 dolar dan berharap membelinya kembali di 5 dolar, kerugian maksimal adalah 5 dolar. Tapi jika harga saham naik tak terbatas, kerugian juga tak terbatas.
Contoh: Anda menjual short saham di harga 10 dolar, dan saham naik ke 100 dolar, Anda rugi 90 dolar. Jika naik ke 1000 dolar, kerugian semakin besar. Inilah mengapa short jauh lebih berisiko daripada buy-and-hold.
Risiko 3: Kesalahan prediksi berbiaya tinggi
Jika prediksi Anda salah dan harga malah naik, kerugian akan cepat membesar. Banyak short seller yang tidak mau berhenti dan malah menambah posisi, sehingga kerugian makin tak terkendali.
Disiplin wajib bagi trader short
Karena risikonya besar, berikut beberapa aturan aman saat melakukan short:
Pertama: Hanya short jangka pendek
Short paling baik dilakukan secara cepat, karena broker bisa menarik kembali pinjaman kapan saja, dan biaya bunga harus diperhitungkan. Short jangka panjang sangat berisiko dan tidak disarankan. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan cepat dan segera menutup posisi.
Kedua: Batasi posisi short—maksimal 20-30% dari total modal
Jangan jadikan short strategi utama, gunakan sebagai pelengkap untuk lindung nilai posisi besar.
Ketiga: Jangan menambah posisi saat floating loss
Banyak yang salah kaprah, menambah posisi short saat rugi agar biaya rata-rata turun. Ini sangat berbahaya dan bisa memperbesar kerugian. Disiplin dan stop-loss harus tegas.
Keempat: Pasang stop-loss dan take-profit
Setiap kali membuka posisi short, sudah harus tahu di mana keluar jika salah, dan di mana ambil keuntungan jika benar. Tanpa rencana, trading short hanya perjudian.
Kesimpulan: Apakah short cocok untuk Anda?
Short memang alat yang kuat. Banyak investor sukses karena mampu memanfaatkan pasar bearish untuk meraih kekayaan besar. Tapi, tidak semua orang cocok melakukan short.
Jika Anda memenuhi syarat berikut, pertimbangkan untuk melakukan short:
Memiliki kemampuan analisis pasar yang baik dan mampu menilai tren
Modal cukup besar dan mampu menanggung volatilitas tinggi
Memiliki disiplin trading yang ketat dan tidak emosional
Menggunakan short sebagai strategi pelengkap, bukan utama
Jika tidak, sebaiknya hindari short dulu dan fokus belajar dari posisi long.
Ingat: Short bukan sekadar menebak pasar akan turun, tetapi keputusan rasional berdasarkan analisis lengkap dan risiko yang diperhitungkan. Jangan serakah dan buru-buru, karena short yang sembrono bisa menjadi mimpi buruk.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pengertian dan Praktik Perdagangan Short Selling: Bagaimana Mendapatkan Keuntungan Dua Arah di Tengah Volatilitas Pasar?
“道可道,非常道”。 pasar saham naik turun seperti biasa, ada yang mendapatkan keuntungan dari posisi long, ada juga yang bisa meraih laba dari posisi short. Tetapi sebagian besar investor ritel selalu berpikir hanya untuk membeli saat harga naik, tanpa menyadari bahwa trader yang cerdas sudah belajar memanfaatkan peluang saat pasar sedang turun. Jadi, apa sebenarnya arti dari melakukan short? Apakah benar bisa membantu Anda meraih keuntungan di pasar bearish?
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Short? Penjelasan dengan bahasa paling sederhana
Short adalah “jual dulu, beli nanti saat harga rendah”—kalimat ini meskipun sederhana, mengungkapkan inti dari konsepnya.
Secara spesifik, ketika Anda memperkirakan harga suatu aset akan turun di masa depan, Anda dapat meminjam aset tersebut dari broker, menjualnya dengan harga saat ini, dan ketika harga turun, membelinya kembali untuk dikembalikan ke broker, sehingga mendapatkan selisihnya. Ini adalah logika transaksi yang berlawanan dengan strategi buy-and-hold tradisional.
Terdengar agak membingungkan? Mari kita gunakan contoh nyata untuk memahaminya:
Misalnya, saham saat ini dihargai 100 yuan, dan Anda memprediksi akan turun ke 70 yuan. Anda meminjam saham tersebut dari broker dan menjualnya dengan harga 100 yuan (mendapatkan 100 yuan tunai). Tiga bulan kemudian, harga saham benar-benar turun ke 70 yuan, Anda membeli kembali saham tersebut dengan 70 yuan, lalu mengembalikannya ke broker. Setelah dikurangi biaya dan bunga, Anda mendapatkan keuntungan sebesar 30 yuan. Itulah contoh melakukan short.
Kapan sebaiknya mempertimbangkan melakukan short?
Short tidak bisa dilakukan kapan saja. Berikut beberapa kondisi di mana melakukan short benar-benar berguna:
Situasi 1: Anda melihat pasar akan turun di masa depan
Ketika analisis fundamental, teknikal, atau data makro menunjukkan bahwa suatu aset terlalu tinggi dan pasar akan melakukan koreksi, melakukan posisi long jelas bukan pilihan yang tepat. Saat itulah short bisa membuat Anda tetap rasional dan memperoleh keuntungan saat orang lain panik.
Situasi 2: Untuk hedging posisi besar yang Anda miliki
Misalnya, Anda memegang posisi besar di suatu saham, tetapi dalam waktu dekat tidak ingin menutup posisi, dan khawatir pasar berisiko. Anda bisa melakukan short indeks atau saham terkait untuk mengunci risiko—ini adalah strategi hedging klasik yang sering dilakukan institusi.
Apakah semua aset bisa dilakukan short?
Jawabannya pasti. Saham, forex, obligasi, indeks, bahkan derivatif seperti futures dan options semuanya bisa dilakukan short.
Cara paling langsung adalah melalui margin trading saham. Jika akun broker Anda memenuhi syarat (misalnya, broker saham AS biasanya mensyaratkan minimal 2000 dolar dan rasio ekuitas bersih 30%), Anda bisa langsung meminjam saham untuk melakukan short.
Selain itu, ada tiga metode lanjutan untuk melakukan short:
Mengapa melakukan short sangat penting? Apa manfaatnya?
Mungkin Anda bertanya: jika melakukan long sudah cukup menghasilkan uang, mengapa harus melakukan short? Pertanyaan bagus.
Pertama: Short menstabilkan pasar
Bayangkan pasar tanpa mekanisme short—investor hanya bisa melakukan posisi long, saat pasar naik mereka akan memburu harga tinggi secara agresif, dan saat berbalik akan cepat ambruk. Banyak pasar yang mengalami kenaikan dan penurunan ekstrem secara sepihak, seperti beberapa pasar saham tertentu di periode tertentu. Dengan adanya mekanisme short, kekuatan bullish dan bearish saling bertarung, sehingga fluktuasi harga menjadi lebih stabil dan rasional.
Kedua: Short memecah gelembung
Ketika sebuah saham terlalu tinggi dan penuh gelembung, institusi short seperti “pemberi peringatan”. Mereka melakukan short untuk menekan harga saham dan memaksa pasar menilai ulang nilai perusahaan. Meskipun proses ini bisa membuat pemilik saham merasa tidak nyaman, secara jangka panjang ini bermanfaat—membuat perusahaan lebih transparan dan harga lebih rasional.
Ketiga: Short meningkatkan partisipasi pasar
Pasar yang hanya bisa melakukan posisi long, peluang keuntungan terbatas dan partisipasi cenderung menurun. Jika pasar bisa naik dan turun, minat investor akan meningkat, volume transaksi bertambah, dan likuiditas pasar membaik. Ini adalah kabar baik untuk semua pelaku pasar.
Bagaimana cara melakukan short dengan margin saham?
Cara paling umum adalah melalui margin trading saham. Langkah-langkahnya:
Metode ini langsung dan transparan, tetapi membutuhkan modal awal yang cukup besar dan harus memperhitungkan biaya bunga.
Contoh nyata: Bagaimana melakukan short Tesla dan meraih keuntungan 220 dolar?
Mari kita lihat contoh transaksi nyata untuk memahami proses short secara lebih mendalam.
Pada November 2021, harga saham Tesla mencapai rekor tertinggi di 1243 dolar. Setelah itu, harga mulai turun, dan indikator teknikal menunjukkan sulit untuk menembus level tertinggi sebelumnya.
Seorang investor pada 4 Januari 2022 memprediksi Tesla akan terus turun, lalu melakukan:
Ini adalah siklus transaksi short lengkap. Dari pembukaan posisi sampai penutupan hanya 7 hari, investor meraih keuntungan lebih dari 18%.
Bagaimana logika short pada pasangan mata uang forex?
Logika short di pasar forex mirip dengan saham, tetapi ada konsep “depresiasi relatif”.
Dalam trading forex, Anda selalu memperdagangkan pasangan mata uang (misalnya GBP/USD). Melakukan short GBP/USD berarti: Anda memperkirakan GBP akan melemah terhadap USD, jadi menjual GBP terlebih dahulu, lalu membelinya kembali saat harga lebih rendah.
Prediksi ini biasanya didasarkan pada:
Contoh transaksi: Dengan margin 50 dolar dan leverage 200x, Anda menjual 1 lot GBP/USD di harga 1.18039. Jika nilai tukar turun 21 poin ke 1.17796, keuntungan tercatat 219 dolar, dengan ROI mencapai 37%.
Ini menunjukkan kekuatan short di forex—dengan modal kecil, Anda bisa mendapatkan keuntungan besar. Tapi risiko juga lebih tinggi karena leverage adalah pedang bermata dua.
Apakah Anda sadar akan risiko sebenarnya dari short?
Setelah membahas potensi keuntungan, kita harus bahas risiko. Banyak orang terjebak karena meremehkan risiko short.
Risiko 1: Margin call (penutupan paksa posisi)
Aset yang Anda pinjam dari broker tetap milik broker. Jika pasar bergerak berlawanan dan margin Anda tidak cukup, broker berhak menutup posisi Anda secara paksa. Saat itu, Anda bisa keluar dengan kerugian besar, bahkan kehilangan seluruh modal.
Risiko 2: Potensi kerugian tak terbatas
Ini adalah bahaya terbesar dari short. Jika Anda membeli saham dengan harga 10 dolar dan berharap membelinya kembali di 5 dolar, kerugian maksimal adalah 5 dolar. Tapi jika harga saham naik tak terbatas, kerugian juga tak terbatas.
Contoh: Anda menjual short saham di harga 10 dolar, dan saham naik ke 100 dolar, Anda rugi 90 dolar. Jika naik ke 1000 dolar, kerugian semakin besar. Inilah mengapa short jauh lebih berisiko daripada buy-and-hold.
Risiko 3: Kesalahan prediksi berbiaya tinggi
Jika prediksi Anda salah dan harga malah naik, kerugian akan cepat membesar. Banyak short seller yang tidak mau berhenti dan malah menambah posisi, sehingga kerugian makin tak terkendali.
Disiplin wajib bagi trader short
Karena risikonya besar, berikut beberapa aturan aman saat melakukan short:
Pertama: Hanya short jangka pendek
Short paling baik dilakukan secara cepat, karena broker bisa menarik kembali pinjaman kapan saja, dan biaya bunga harus diperhitungkan. Short jangka panjang sangat berisiko dan tidak disarankan. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan cepat dan segera menutup posisi.
Kedua: Batasi posisi short—maksimal 20-30% dari total modal
Jangan jadikan short strategi utama, gunakan sebagai pelengkap untuk lindung nilai posisi besar.
Ketiga: Jangan menambah posisi saat floating loss
Banyak yang salah kaprah, menambah posisi short saat rugi agar biaya rata-rata turun. Ini sangat berbahaya dan bisa memperbesar kerugian. Disiplin dan stop-loss harus tegas.
Keempat: Pasang stop-loss dan take-profit
Setiap kali membuka posisi short, sudah harus tahu di mana keluar jika salah, dan di mana ambil keuntungan jika benar. Tanpa rencana, trading short hanya perjudian.
Kesimpulan: Apakah short cocok untuk Anda?
Short memang alat yang kuat. Banyak investor sukses karena mampu memanfaatkan pasar bearish untuk meraih kekayaan besar. Tapi, tidak semua orang cocok melakukan short.
Jika Anda memenuhi syarat berikut, pertimbangkan untuk melakukan short:
Jika tidak, sebaiknya hindari short dulu dan fokus belajar dari posisi long.
Ingat: Short bukan sekadar menebak pasar akan turun, tetapi keputusan rasional berdasarkan analisis lengkap dan risiko yang diperhitungkan. Jangan serakah dan buru-buru, karena short yang sembrono bisa menjadi mimpi buruk.