Apa itu Price-to-Earnings Ratio (PER), Mengapa Sangat Penting?
Dalam investasi saham, Price-to-Earnings Ratio (PER, atau rasio PE atau PER) adalah salah satu indikator inti untuk menilai nilai saham. Rasio ini mencerminkan berapa tahun laba bersih yang dibutuhkan investor untuk mengembalikan modal investasi, dengan kata lain, berapa lama waktu yang dibutuhkan agar saham kembali modal.
Sebagai contoh, saat ini PER TSMC sekitar 23.85, yang berarti dengan kecepatan keuntungan saat ini, membutuhkan sekitar 24 tahun untuk kembali modal. Sebaliknya, semakin rendah PER biasanya menandakan saham lebih murah, sedangkan PER yang lebih tinggi menunjukkan pasar memiliki harapan pertumbuhan masa depan yang lebih tinggi dan bersedia membayar harga lebih tinggi.
Bagaimana Menghitung PER? Dua Metode Pilihan
Ada dua cara untuk menghitung PER:
Metode 1: Harga Saham ÷ Laba Bersih per Saham (EPS)
Ini adalah metode yang paling umum digunakan. Sebagai contoh, jika harga saham saat ini 520 NT$, dan EPS tahun 2022 adalah 39.2 NT$, maka PER=520 ÷ 39.2=13.3.
Metode 2: Kapitalisasi Pasar ÷ Laba Bersih Akses Pemegang Saham Biasa
Kedua metode pada dasarnya sama, hasilnya harus mendekati. Kebanyakan investor menggunakan metode pertama.
Apakah PER Terdapat Klasifikasi? Tiga Jenis Utama yang Perlu Diketahui
Berdasarkan data EPS yang digunakan dari waktu ke waktu, PER dapat dibagi menjadi tiga kategori:
PER Statis (Data Masa Lalu)
Rumus perhitungan: PER=Harga Saham ÷ EPS Tahun berjalan
Menggunakan EPS dari tahun fiskal terakhir yang sudah diumumkan. Karena EPS tahunan ini tetap sebelum laporan tahunan baru keluar, fluktuasi PER disebabkan oleh perubahan harga saham, sehingga disebut “statis”.
Contohnya, EPS tahun 2022 TSMC=7.82+9.14+10.83+11.41=39.2 (jumlah EPS kuartal). Angka ini tetap sampai laporan tahunan 2023 diumumkan.
PER Rolling (Data Terbaru)
Rumus perhitungan: PER (TTM)= Harga saham ÷ Jumlah EPS 4 kuartal terakhir
TTM adalah singkatan dari “Trailing Twelve Months”(. Ketika laporan kuartal baru keluar, indikator ini akan otomatis diperbarui, sehingga lebih cepat mencerminkan kondisi laba perusahaan terbaru.
Contohnya, jika EPS Q1 2023 adalah 5 NT$, maka jumlah EPS 4 kuartal terakhir menjadi: 9.14+10.83+11.41+5=36.38, sehingga PER (TTM)=520 ÷ 36.38=14.3. Terlihat bahwa PER statis tetap 13.3, tetapi PER rolling sudah naik menjadi 14.3.
) PER Dinamis (Prediksi Data)
Rumus perhitungan: PER= Harga saham ÷ EPS perkiraan tahun depan
Juga disebut “PER perkiraan”, menggunakan EPS masa depan yang diprediksi oleh institusi atau analis. Jika perkiraan EPS tahun 2023 TSMC adalah 35 NT$, maka PER dinamis=520 ÷ 35=14.9.
Peringatan: Perkiraan dari berbagai institusi berbeda jauh, dan prediksi sering meleset, sehingga indikator ini kurang praktis dan dapat membingungkan investor.
Jenis
Karakteristik
Rumus
Kelebihan & Kekurangan
PER Statis
Data tahun fiskal terakhir
Harga saham ÷ EPS tahun berjalan
Data akurat tapi tertinggal
PER Rolling
4 kuartal terakhir
Harga saham ÷ EPS 4 kuartal terakhir
Lebih cepat dan relevan
PER Dinamis
Data prediksi
Harga saham ÷ EPS perkiraan
Proyeksi dan berisiko meleset
Berapa PER yang Wajar? Prinsip Perbandingan
Hanya melihat angka PER saja tidak cukup, perlu menggunakan dua metode untuk menilai kewajaran PER:
Perbandingan Horizontal Antar Industri
PER berbeda jauh antar industri. Contohnya, di Taiwan, industri otomotif bisa memiliki PER hingga 98, sedangkan industri pelayaran hanya 1.8, jadi tidak bisa dibandingkan langsung antar industri.
Cara yang benar: Bandingkan hanya dengan perusahaan di industri yang sama atau serupa. Misalnya, TSMC (2330.TW) harus dibandingkan dengan UMC (2303.TW), Powertech (2340.TW), dan lain-lain. Saat ini, PER TSMC sekitar 23.85, UMC sekitar 15, jadi PER TSMC relatif lebih tinggi.
Perbandingan Vertikal dalam Perusahaan
Bandingkan PER saat ini dengan level historis 5 atau 10 tahun lalu untuk menilai tinggi rendahnya.
Contohnya, PER TSMC saat ini 23.85 berada di kisaran atas dari lima tahun terakhir—tidak di puncak gelembung, tetapi juga jauh dari titik terendah saat resesi, menunjukkan pemulihan ekonomi yang sehat.
Grafik Sungai PER: Visualisasi Langsung Harga Saham
Grafik sungai PER adalah alat visual yang menggambarkan harga saham berdasarkan rumus “Harga saham=EPS×PER”, dengan menampilkan garis-garis yang menunjukkan harga saham saat PER tertinggi, terendah, dan rata-rata dalam sejarah.
Garis paling atas menunjukkan harga saham saat PER tertinggi (zona overvalued), garis paling bawah menunjukkan harga saat PER terendah (zona undervalued), dan garis tengah adalah rata-rata.
Contohnya, jika harga saham saat ini berada di antara PER 13 dan 14.8, di bawah garis tersebut, menunjukkan bahwa harga relatif undervalued dan mungkin waktu yang baik untuk membeli. Tetapi, perlu diingat bahwa PER rendah tidak menjamin harga akan naik di masa depan, harus dipadukan dengan analisis fundamental dan prospek industri.
Hubungan PER dan Pergerakan Harga Saham Tidak Selalu Berhubungan
Ini adalah kesalahan umum investor pemula: PER rendah tidak selalu berarti harga akan naik, dan PER tinggi tidak selalu berarti harga akan turun.
PER mencerminkan ekspektasi pasar. Saham teknologi biasanya memiliki PER tinggi karena pasar optimis terhadap potensi pertumbuhan mereka, dan bersedia membayar lebih untuk masa depan. Sebaliknya, industri yang sedang mengalami penurunan memiliki PER rendah, tetapi harga saham bisa terus turun.
Oleh karena itu, hanya mengandalkan PER untuk menentukan waktu beli/jual tidak cukup, harus dipadukan dengan analisis fundamental, siklus industri, dan faktor kebijakan.
Tiga Limitasi Fatal PER
Limitasi 1: Mengabaikan Risiko Utang Perusahaan
PER hanya mengukur nilai ekuitas, sama sekali tidak memperhitungkan utang perusahaan. Dua perusahaan dengan PER sama bisa sangat berbeda risiko, tergantung utangnya.
Perusahaan A menghasilkan laba 100% dari modal sendiri, sedangkan Perusahaan B mengandalkan utang besar. Saat suku bunga naik atau ekonomi melambat, risiko Perusahaan B jauh lebih tinggi. Jadi, meskipun PER sama, harga saham Perusahaan A biasanya lebih tinggi dan lebih aman.
Limitasi 2: PER Tinggi atau Rendah Sulit Didefinisikan
PER tinggi tidak selalu berarti mahal:
Bisa jadi perusahaan sedang mengalami kesulitan sementara (faktor eksternal), laba menurun, tetapi pasar percaya kondisi perusahaan tetap kuat dan bersedia membayar PER tinggi.
Bisa jadi perusahaan memiliki potensi pertumbuhan besar di masa depan, tahun ini terlihat mahal, tetapi tahun depan atau dua tahun lagi akan murah, dan investor melakukan akumulasi awal.
Bisa juga hanya karena overvalued dan perlu koreksi.
Setiap kasus berbeda, sulit menilai PER saat ini hanya dari data historis.
Limitasi 3: Tidak Bisa Menilai Perusahaan yang Belum Menghasilkan Laba
Start-up dan perusahaan bioteknologi yang belum menghasilkan laba tidak bisa dihitung PER-nya. Dalam kasus ini, indikator lain seperti PB (Price-to-Book) dan PS (Price-to-Sales) digunakan untuk penilaian.
Perbedaan PER, PB, dan PS
Indikator
Nama dalam Bahasa Mandarin
Rumus
Situasi Penggunaan
PER
Rasio Harga terhadap Laba
Harga saham ÷ EPS
Perusahaan matang dan stabil laba
PB
Rasio Harga terhadap Nilai Buku
Harga saham ÷ Nilai buku per saham
Perusahaan siklik dan berbasis aset
PS
Rasio Harga terhadap Pendapatan
Harga saham ÷ Pendapatan per saham
Perusahaan baru, belum laba atau rugi
PER di bawah 15 biasanya dianggap undervalued, di atas 25 dianggap overvalued (berdasarkan rata-rata industri), tetapi ini hanya gambaran kasar dan harus dikombinasikan dengan analisis lainnya.
Saran Investasi dan Peringatan Risiko
Setelah memahami cara menghitung PER, penggunaannya harus dilakukan secara rasional dalam pengambilan keputusan investasi. Ingatlah bahwa:
PER hanyalah indikator, bukan patokan mutlak — saham PER rendah bisa saja jatuh terus, dan PER tinggi bisa saja terus naik.
Gunakan beberapa indikator sekaligus — gabungkan dengan PB, PS, arus kas, ROE, dan faktor fundamental lain.
Perhatikan perubahan fundamental perusahaan — meskipun PER rendah, jika prospek perusahaan memburuk, harga bisa tetap turun.
Kelola risiko dengan baik — selalu sisakan ruang untuk cut loss jika prediksi salah.
PER adalah salah satu alat penting dalam kotak alat investasi, tetapi bukan satu-satunya. Analisis yang rasional, hati-hati, dan multi-sudut adalah kunci keberhasilan investasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Lengkap Rasio P/E: Alat Penilaian yang Wajib Dikuasai Investor
Apa itu Price-to-Earnings Ratio (PER), Mengapa Sangat Penting?
Dalam investasi saham, Price-to-Earnings Ratio (PER, atau rasio PE atau PER) adalah salah satu indikator inti untuk menilai nilai saham. Rasio ini mencerminkan berapa tahun laba bersih yang dibutuhkan investor untuk mengembalikan modal investasi, dengan kata lain, berapa lama waktu yang dibutuhkan agar saham kembali modal.
Sebagai contoh, saat ini PER TSMC sekitar 23.85, yang berarti dengan kecepatan keuntungan saat ini, membutuhkan sekitar 24 tahun untuk kembali modal. Sebaliknya, semakin rendah PER biasanya menandakan saham lebih murah, sedangkan PER yang lebih tinggi menunjukkan pasar memiliki harapan pertumbuhan masa depan yang lebih tinggi dan bersedia membayar harga lebih tinggi.
Bagaimana Menghitung PER? Dua Metode Pilihan
Ada dua cara untuk menghitung PER:
Metode 1: Harga Saham ÷ Laba Bersih per Saham (EPS)
Ini adalah metode yang paling umum digunakan. Sebagai contoh, jika harga saham saat ini 520 NT$, dan EPS tahun 2022 adalah 39.2 NT$, maka PER=520 ÷ 39.2=13.3.
Metode 2: Kapitalisasi Pasar ÷ Laba Bersih Akses Pemegang Saham Biasa
Kedua metode pada dasarnya sama, hasilnya harus mendekati. Kebanyakan investor menggunakan metode pertama.
Apakah PER Terdapat Klasifikasi? Tiga Jenis Utama yang Perlu Diketahui
Berdasarkan data EPS yang digunakan dari waktu ke waktu, PER dapat dibagi menjadi tiga kategori:
PER Statis (Data Masa Lalu)
Rumus perhitungan: PER=Harga Saham ÷ EPS Tahun berjalan
Menggunakan EPS dari tahun fiskal terakhir yang sudah diumumkan. Karena EPS tahunan ini tetap sebelum laporan tahunan baru keluar, fluktuasi PER disebabkan oleh perubahan harga saham, sehingga disebut “statis”.
Contohnya, EPS tahun 2022 TSMC=7.82+9.14+10.83+11.41=39.2 (jumlah EPS kuartal). Angka ini tetap sampai laporan tahunan 2023 diumumkan.
PER Rolling (Data Terbaru)
Rumus perhitungan: PER (TTM)= Harga saham ÷ Jumlah EPS 4 kuartal terakhir
TTM adalah singkatan dari “Trailing Twelve Months”(. Ketika laporan kuartal baru keluar, indikator ini akan otomatis diperbarui, sehingga lebih cepat mencerminkan kondisi laba perusahaan terbaru.
Contohnya, jika EPS Q1 2023 adalah 5 NT$, maka jumlah EPS 4 kuartal terakhir menjadi: 9.14+10.83+11.41+5=36.38, sehingga PER (TTM)=520 ÷ 36.38=14.3. Terlihat bahwa PER statis tetap 13.3, tetapi PER rolling sudah naik menjadi 14.3.
) PER Dinamis (Prediksi Data)
Rumus perhitungan: PER= Harga saham ÷ EPS perkiraan tahun depan
Juga disebut “PER perkiraan”, menggunakan EPS masa depan yang diprediksi oleh institusi atau analis. Jika perkiraan EPS tahun 2023 TSMC adalah 35 NT$, maka PER dinamis=520 ÷ 35=14.9.
Peringatan: Perkiraan dari berbagai institusi berbeda jauh, dan prediksi sering meleset, sehingga indikator ini kurang praktis dan dapat membingungkan investor.
Berapa PER yang Wajar? Prinsip Perbandingan
Hanya melihat angka PER saja tidak cukup, perlu menggunakan dua metode untuk menilai kewajaran PER:
Perbandingan Horizontal Antar Industri
PER berbeda jauh antar industri. Contohnya, di Taiwan, industri otomotif bisa memiliki PER hingga 98, sedangkan industri pelayaran hanya 1.8, jadi tidak bisa dibandingkan langsung antar industri.
Cara yang benar: Bandingkan hanya dengan perusahaan di industri yang sama atau serupa. Misalnya, TSMC (2330.TW) harus dibandingkan dengan UMC (2303.TW), Powertech (2340.TW), dan lain-lain. Saat ini, PER TSMC sekitar 23.85, UMC sekitar 15, jadi PER TSMC relatif lebih tinggi.
Perbandingan Vertikal dalam Perusahaan
Bandingkan PER saat ini dengan level historis 5 atau 10 tahun lalu untuk menilai tinggi rendahnya.
Contohnya, PER TSMC saat ini 23.85 berada di kisaran atas dari lima tahun terakhir—tidak di puncak gelembung, tetapi juga jauh dari titik terendah saat resesi, menunjukkan pemulihan ekonomi yang sehat.
Grafik Sungai PER: Visualisasi Langsung Harga Saham
Grafik sungai PER adalah alat visual yang menggambarkan harga saham berdasarkan rumus “Harga saham=EPS×PER”, dengan menampilkan garis-garis yang menunjukkan harga saham saat PER tertinggi, terendah, dan rata-rata dalam sejarah.
Garis paling atas menunjukkan harga saham saat PER tertinggi (zona overvalued), garis paling bawah menunjukkan harga saat PER terendah (zona undervalued), dan garis tengah adalah rata-rata.
Contohnya, jika harga saham saat ini berada di antara PER 13 dan 14.8, di bawah garis tersebut, menunjukkan bahwa harga relatif undervalued dan mungkin waktu yang baik untuk membeli. Tetapi, perlu diingat bahwa PER rendah tidak menjamin harga akan naik di masa depan, harus dipadukan dengan analisis fundamental dan prospek industri.
Hubungan PER dan Pergerakan Harga Saham Tidak Selalu Berhubungan
Ini adalah kesalahan umum investor pemula: PER rendah tidak selalu berarti harga akan naik, dan PER tinggi tidak selalu berarti harga akan turun.
PER mencerminkan ekspektasi pasar. Saham teknologi biasanya memiliki PER tinggi karena pasar optimis terhadap potensi pertumbuhan mereka, dan bersedia membayar lebih untuk masa depan. Sebaliknya, industri yang sedang mengalami penurunan memiliki PER rendah, tetapi harga saham bisa terus turun.
Oleh karena itu, hanya mengandalkan PER untuk menentukan waktu beli/jual tidak cukup, harus dipadukan dengan analisis fundamental, siklus industri, dan faktor kebijakan.
Tiga Limitasi Fatal PER
Limitasi 1: Mengabaikan Risiko Utang Perusahaan
PER hanya mengukur nilai ekuitas, sama sekali tidak memperhitungkan utang perusahaan. Dua perusahaan dengan PER sama bisa sangat berbeda risiko, tergantung utangnya.
Perusahaan A menghasilkan laba 100% dari modal sendiri, sedangkan Perusahaan B mengandalkan utang besar. Saat suku bunga naik atau ekonomi melambat, risiko Perusahaan B jauh lebih tinggi. Jadi, meskipun PER sama, harga saham Perusahaan A biasanya lebih tinggi dan lebih aman.
Limitasi 2: PER Tinggi atau Rendah Sulit Didefinisikan
PER tinggi tidak selalu berarti mahal:
Setiap kasus berbeda, sulit menilai PER saat ini hanya dari data historis.
Limitasi 3: Tidak Bisa Menilai Perusahaan yang Belum Menghasilkan Laba
Start-up dan perusahaan bioteknologi yang belum menghasilkan laba tidak bisa dihitung PER-nya. Dalam kasus ini, indikator lain seperti PB (Price-to-Book) dan PS (Price-to-Sales) digunakan untuk penilaian.
Perbedaan PER, PB, dan PS
PER di bawah 15 biasanya dianggap undervalued, di atas 25 dianggap overvalued (berdasarkan rata-rata industri), tetapi ini hanya gambaran kasar dan harus dikombinasikan dengan analisis lainnya.
Saran Investasi dan Peringatan Risiko
Setelah memahami cara menghitung PER, penggunaannya harus dilakukan secara rasional dalam pengambilan keputusan investasi. Ingatlah bahwa:
PER adalah salah satu alat penting dalam kotak alat investasi, tetapi bukan satu-satunya. Analisis yang rasional, hati-hati, dan multi-sudut adalah kunci keberhasilan investasi.