Ketika berbicara tentang membatasi kecerdasan buatan, kita sering terjebak di antara dua dunia: aturan masyarakat dan batas keras dari realitas itu sendiri.
Perbedaan ini sangat penting. Aturan sosial dapat diinterpretasikan ulang, dibengkokkan, atau diakali. Tapi fisika? Fisika tidak bernegosiasi. Ini adalah satu-satunya pengaman yang benar-benar tidak bisa dilanggar.
Ini menjadi sangat penting saat sistem AI menjadi semakin canggih. Dalam lingkungan di mana algoritma dapat menghasilkan fiksi yang meyakinkan dan mengklaimnya sebagai fakta—di mana halusinasi tampak identik dengan data—kita membutuhkan sesuatu yang lebih kokoh daripada dokumen kebijakan.
Fisika menawarkan dasar tersebut. Hukum termodinamika, entropi, batasan komputasi yang berakar pada dunia fisik—ini bukan sekadar saran. Ini adalah hal yang mutlak.
Pertanyaan sebenarnya kemudian bergeser: saat kita membangun sistem AI yang lebih kuat, apakah kita merancangnya dengan batasan berbasis fisika sebagai fondasi? Atau kita hanya mengandalkan lapisan demi lapisan aturan yang bisa dimanipulasi?
Jawabannya mungkin menentukan apakah kita membangun sesuatu yang sesuai dengan realitas—atau hanya membangun sesuatu yang lebih baik dalam meyakinkan kita bahwa itu memang demikian.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
25 Suka
Hadiah
25
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AirdropworkerZhang
· 12jam yang lalu
Bagus sekali, aturan sosial hanyalah harimau kertas, hukum fisika adalah ayah sejati
Lihat AsliBalas0
memecoin_therapy
· 13jam yang lalu
Bagus sekali, aturan sosial itu omong kosong, akhirnya tetap hukum fisika yang berbicara.
Lihat AsliBalas0
LayerZeroHero
· 13jam yang lalu
Aduh, sudut pandang ini menarik, batasan fisik vs aturan sosial, pada akhirnya tetap membahas masalah keberverifikasian, fakta membuktikan bahwa garis pertahanan aturan murni memang sangat rapuh.
Lihat AsliBalas0
JustHereForAirdrops
· 01-04 23:47
Benar, aturan semuanya dibuat oleh manusia, suatu saat pasti akan dilanggar, hanya hukum fisika yang benar-benar mutlak
Lihat AsliBalas0
0xLuckbox
· 01-03 09:53
Singkatnya, aturan hanyalah kertas, satu-satunya yang benar-benar tidak bisa dipalsukan adalah hukum fisika
Lihat AsliBalas0
StillBuyingTheDip
· 01-03 09:52
Sejujurnya, dokumen kebijakan memang omong kosong, hukum fisika adalah pagar sebenarnya
Lihat AsliBalas0
GoldDiggerDuck
· 01-03 09:42
Sejujurnya, aturan-aturan itu sudah lama dirusak, hukum fisika adalah batasan sebenarnya
Lihat AsliBalas0
DAOplomacy
· 01-03 09:38
ngl, argumen "fisika tidak bisa dimanipulasi" terdengar bagus sampai kamu menyadari bahwa kita pada dasarnya meminta termodinamika untuk melakukan pekerjaan tata kelola. seperti... mungkin masalah sebenarnya adalah penyelarasan pemangku kepentingan tentang batasan apa yang benar-benar penting, bukan fisika yang menjadi solusi ajaib, ya?
Lihat AsliBalas0
MerkleDreamer
· 01-03 09:36
ngl Argumen ini cukup berani... tapi masalahnya apakah batasan fisik benar-benar bisa menghentikan orang-orang yang ingin curang?
---
Tunggu, jadi kebijakan itu cuma kertas beruang... jadi semua aturan yang kita pakai sekarang kan sia-sia
---
fisika sebagai satu-satunya pengaman... terdengar menarik tapi apakah benar-benar bisa ditegakkan? jujur agak terlalu idealis
---
Orang ini ngomong jujur, hallucination=fake data memang terlihat sama, memang itu iblisnya, masalahnya kita gimana memastikan AI nggak menipu kita?
---
Jadi akhirnya tetap kembali ke: apakah kita benar-benar membangun AI yang selaras atau hanya membangun AI yang lebih pandai menipu... agak putus asa ya
Ketika berbicara tentang membatasi kecerdasan buatan, kita sering terjebak di antara dua dunia: aturan masyarakat dan batas keras dari realitas itu sendiri.
Perbedaan ini sangat penting. Aturan sosial dapat diinterpretasikan ulang, dibengkokkan, atau diakali. Tapi fisika? Fisika tidak bernegosiasi. Ini adalah satu-satunya pengaman yang benar-benar tidak bisa dilanggar.
Ini menjadi sangat penting saat sistem AI menjadi semakin canggih. Dalam lingkungan di mana algoritma dapat menghasilkan fiksi yang meyakinkan dan mengklaimnya sebagai fakta—di mana halusinasi tampak identik dengan data—kita membutuhkan sesuatu yang lebih kokoh daripada dokumen kebijakan.
Fisika menawarkan dasar tersebut. Hukum termodinamika, entropi, batasan komputasi yang berakar pada dunia fisik—ini bukan sekadar saran. Ini adalah hal yang mutlak.
Pertanyaan sebenarnya kemudian bergeser: saat kita membangun sistem AI yang lebih kuat, apakah kita merancangnya dengan batasan berbasis fisika sebagai fondasi? Atau kita hanya mengandalkan lapisan demi lapisan aturan yang bisa dimanipulasi?
Jawabannya mungkin menentukan apakah kita membangun sesuatu yang sesuai dengan realitas—atau hanya membangun sesuatu yang lebih baik dalam meyakinkan kita bahwa itu memang demikian.