Perbandingan pandangan menarik: Apa sebenarnya kunci dalam membangun produk AI?
Di industri luar negeri, ada konsensus—teknologi adalah sungguhnya parit perlindungan utama di era AI. Pemasaran terbaik sekalipun, pemahaman kebutuhan yang paling akurat, jika produk itu sendiri tidak cukup kuat, sia-sia saja.
Sebaliknya, di dunia startup domestik, pola pikir yang umum sepenuhnya berbalik: prioritas pemasaran, prioritas eksplorasi kebutuhan, prioritas pertumbuhan pengguna. Keduanya tampaknya sama-sama mengerjakan AI, tetapi sebenarnya mengikuti dua jalur yang berbeda.
Mengapa? Ada yang menyimpulkan: membangun produk AI yang benar-benar unggul jauh lebih sulit dari yang dibayangkan. Ini berbeda dari SaaS tradisional—memerlukan akumulasi algoritma yang lebih dalam, kemampuan engineering yang lebih kuat, dan siklus pengembangan yang lebih panjang. Ini bukan sesuatu yang bisa diatasi hanya dengan pemasaran dalam jangka pendek.
Jadi pertanyaannya adalah: apakah produkmu memilih untuk mengandalkan teknologi atau saluran?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GraphGuru
· 22jam yang lalu
Dalam negeri, strategi pemasaran ini benar-benar akan gagal, kapan saja bisa terjadi
Lihat AsliBalas0
rugdoc.eth
· 01-03 07:53
Strategi "Pemasaran Nomor Satu" ini di dalam negeri, jujur saja, belum memikirkan bagaimana mengembangkan teknologi, jadi uang dulu baru bicara.
Lihat AsliBalas0
CryptoMotivator
· 01-03 07:51
Apakah strategi pemasaran ini benar-benar dapat menghasilkan produk keras di dalam negeri? Saya ragu...
Lihat AsliBalas0
MoodFollowsPrice
· 01-03 07:48
Strategi pemasaran yang mengutamakan kemenangan ini di dalam negeri, jujur saja, adalah bertaruh pada peluang dan memanfaatkan keuntungan dari tren, bahkan jika kemampuan teknis kurang pun bisa bertahan... Tapi AI berbeda, tingkat kekuatan teknologi menentukan batas potensi.
Lihat AsliBalas0
ETHmaxi_NoFilter
· 01-03 07:45
Strategi "menguasai tanah terlebih dahulu baru bicara" ini di dalam negeri, suatu saat pasti akan mengalami kegagalan. Produk dengan tingkat teknologi yang rendah sekalipun dipromosikan dengan sangat keras, tidak akan bertahan lama.
Lihat AsliBalas0
GasFeeSobber
· 01-03 07:26
Pengusaha domestik masih bermain dengan growth hacking, sementara di luar negeri sudah membangun benteng perlindungan, apakah perbedaan pola pikir begitu besar?
Perbandingan pandangan menarik: Apa sebenarnya kunci dalam membangun produk AI?
Di industri luar negeri, ada konsensus—teknologi adalah sungguhnya parit perlindungan utama di era AI. Pemasaran terbaik sekalipun, pemahaman kebutuhan yang paling akurat, jika produk itu sendiri tidak cukup kuat, sia-sia saja.
Sebaliknya, di dunia startup domestik, pola pikir yang umum sepenuhnya berbalik: prioritas pemasaran, prioritas eksplorasi kebutuhan, prioritas pertumbuhan pengguna. Keduanya tampaknya sama-sama mengerjakan AI, tetapi sebenarnya mengikuti dua jalur yang berbeda.
Mengapa? Ada yang menyimpulkan: membangun produk AI yang benar-benar unggul jauh lebih sulit dari yang dibayangkan. Ini berbeda dari SaaS tradisional—memerlukan akumulasi algoritma yang lebih dalam, kemampuan engineering yang lebih kuat, dan siklus pengembangan yang lebih panjang. Ini bukan sesuatu yang bisa diatasi hanya dengan pemasaran dalam jangka pendek.
Jadi pertanyaannya adalah: apakah produkmu memilih untuk mengandalkan teknologi atau saluran?