Studi Phase 3 SEQUENCE merupakan analisis perbandingan langsung dari dua terapi biologis terkemuka dalam pengelolaan penyakit radang usus besar. Penelitian ini melibatkan pasien dewasa dengan penyakit Crohn yang aktif sedang hingga berat yang telah mengalami kegagalan pengobatan dengan satu atau lebih terapi anti-TNF. Peserta menerima risankizumab (SKYRIZI) melalui administrasi intravena pada minggu 0, 4, dan 8, diikuti dengan dosis pemeliharaan subkutan sebesar 360 mg setiap 8 minggu mulai dari minggu 12, atau ustekinumab (STELARA) diberikan sebagai dosis awal IV pada minggu 0 dan injeksi subkutan 90 mg setiap 8 minggu setelahnya.
Hasil Utama Efikasi
Penilaian efikasi uji coba ini berfokus pada dua titik akhir utama secara berurutan. SKYRIZI mencapai remisi klinis non-inferior pada minggu 24, diukur menggunakan Indeks Aktivitas Penyakit Crohn (CDAI). Lebih dari itu, risankizumab menunjukkan remisi endoskopik yang lebih baik dibandingkan ustekinumab pada penilaian minggu 48. Temuan ini menegaskan kemajuan yang berarti dalam pengendalian penyakit bagi pasien yang sebelumnya telah kehabisan opsi pengobatan anti-TNF.
Ukuran Efikasi Sekunder dan Manfaat Klinis
Selain titik akhir utama, SKYRIZI secara konsisten mengungguli STELARA di semua ukuran hasil sekunder yang diurutkan. Analisis ini mengungkapkan keunggulan dalam mencapai remisi klinis pada minggu 48, dengan tingkat respons endoskopik yang lebih tinggi yang didokumentasikan pada minggu 24 dan minggu 48. Khususnya, performa SKYRIZI yang meningkat dalam penanda remisi bebas steroid—baik endoskopik maupun klinis—pada titik waktu minggu 48 sangat signifikan.
Profil Keamanan dan Tolerabilitas
Evaluasi kejadian buruk memastikan bahwa karakteristik keamanan risankizumab tetap konsisten dengan profil keamanan yang telah ditetapkan dalam investigasi klinis sebelumnya. Analisis perbandingan ini tidak mengidentifikasi sinyal keamanan baru atau risiko yang sebelumnya tidak diketahui selama periode studi, memberikan jaminan mengenai jendela terapeutik SKYRIZI dalam populasi pasien ini.
Implikasi Klinis
Menurut pimpinan medis AbbVie, hasil uji coba perbandingan ini berkontribusi pada pemahaman yang berkembang tentang strategi optimalisasi pengobatan dalam penyakit radang usus besar. Data ini menempatkan SKYRIZI sebagai opsi terapeutik yang berbeda untuk pasien dengan penyakit Crohn yang resisten terhadap anti-TNF, berpotensi mengubah algoritma pengambilan keputusan klinis untuk urutan pengobatan dalam subset pasien yang menantang ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
SKYRIZI Menunjukkan Keunggulan Klinis Dibanding STELARA dalam Pengobatan Penyakit Crohn yang Resisten Terhadap Pengobatan: Hasil Uji Coba SEQUENCE
Desain Uji Coba dan Populasi Pasien
Studi Phase 3 SEQUENCE merupakan analisis perbandingan langsung dari dua terapi biologis terkemuka dalam pengelolaan penyakit radang usus besar. Penelitian ini melibatkan pasien dewasa dengan penyakit Crohn yang aktif sedang hingga berat yang telah mengalami kegagalan pengobatan dengan satu atau lebih terapi anti-TNF. Peserta menerima risankizumab (SKYRIZI) melalui administrasi intravena pada minggu 0, 4, dan 8, diikuti dengan dosis pemeliharaan subkutan sebesar 360 mg setiap 8 minggu mulai dari minggu 12, atau ustekinumab (STELARA) diberikan sebagai dosis awal IV pada minggu 0 dan injeksi subkutan 90 mg setiap 8 minggu setelahnya.
Hasil Utama Efikasi
Penilaian efikasi uji coba ini berfokus pada dua titik akhir utama secara berurutan. SKYRIZI mencapai remisi klinis non-inferior pada minggu 24, diukur menggunakan Indeks Aktivitas Penyakit Crohn (CDAI). Lebih dari itu, risankizumab menunjukkan remisi endoskopik yang lebih baik dibandingkan ustekinumab pada penilaian minggu 48. Temuan ini menegaskan kemajuan yang berarti dalam pengendalian penyakit bagi pasien yang sebelumnya telah kehabisan opsi pengobatan anti-TNF.
Ukuran Efikasi Sekunder dan Manfaat Klinis
Selain titik akhir utama, SKYRIZI secara konsisten mengungguli STELARA di semua ukuran hasil sekunder yang diurutkan. Analisis ini mengungkapkan keunggulan dalam mencapai remisi klinis pada minggu 48, dengan tingkat respons endoskopik yang lebih tinggi yang didokumentasikan pada minggu 24 dan minggu 48. Khususnya, performa SKYRIZI yang meningkat dalam penanda remisi bebas steroid—baik endoskopik maupun klinis—pada titik waktu minggu 48 sangat signifikan.
Profil Keamanan dan Tolerabilitas
Evaluasi kejadian buruk memastikan bahwa karakteristik keamanan risankizumab tetap konsisten dengan profil keamanan yang telah ditetapkan dalam investigasi klinis sebelumnya. Analisis perbandingan ini tidak mengidentifikasi sinyal keamanan baru atau risiko yang sebelumnya tidak diketahui selama periode studi, memberikan jaminan mengenai jendela terapeutik SKYRIZI dalam populasi pasien ini.
Implikasi Klinis
Menurut pimpinan medis AbbVie, hasil uji coba perbandingan ini berkontribusi pada pemahaman yang berkembang tentang strategi optimalisasi pengobatan dalam penyakit radang usus besar. Data ini menempatkan SKYRIZI sebagai opsi terapeutik yang berbeda untuk pasien dengan penyakit Crohn yang resisten terhadap anti-TNF, berpotensi mengubah algoritma pengambilan keputusan klinis untuk urutan pengobatan dalam subset pasien yang menantang ini.