Apa yang Mendorong Perak ke Tingkat Baru: Empat Faktor Inti 4 yang Mengubah Permintaan

Perak menonjol sebagai logam mulia yang paling adaptif di pasar modern, dengan aplikasi yang mencakup produksi industri, barang konsumen, dan sektor teknologi mutakhir. Berbagai penggunaan ini menyumbang bagian dominan dari pola konsumsi di seluruh dunia. Menurut Survei Perak Dunia April 2025 dari Silver Institute, permintaan fisik perak global mencapai 1,16 miliar ons pada tahun 2024—masih cukup besar, meskipun tertinggal dari 1,28 miliar ons yang dikonsumsi pada tahun 2022. Institut ini memproyeksikan kontraksi modest sebesar 1 persen menjadi 1,15 miliar ons untuk tahun 2025, namun tetap jauh di atas norma historis.

Jejak konsumsi perak menceritakan kisah yang menarik tentang arah ekonomi. Infrastruktur energi terbarukan, khususnya sistem fotovoltaik dan kendaraan bertenaga baterai, telah menjadi mesin utama pertumbuhan konsumsi. Konduktivitas luar biasa perak untuk listrik dan panas membuatnya tak tergantikan dalam teknologi surya dan sistem otomotif modern. Memahami 4 faktor permintaan ini sangat penting untuk melacak harga logam dan evolusi industri.

Aplikasi Industri: Penggerak Konsumsi Terbesar

Sektor industri dan manufaktur diperkirakan akan menyerap 677,4 juta ons pada tahun 2025—mewakili tulang punggung pemanfaatan perak. Kategori ini menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan: konsumsi meningkat dari hanya 491 juta ons pada 2016, naik secara stabil ke 592,3 juta ons pada 2022, kemudian mempercepat ke 657,1 juta ons pada 2023 sebelum mencapai 680,5 juta ons di 2024. Penarikan sebesar 0,5 persen diperkirakan akan terjadi tahun depan.

Elektronik dan Teknologi Energi

Sektor elektronik saja akan mengkonsumsi sekitar 456,6 juta ons pada 2025. Perak berfungsi penting dalam kapasitor keramik multilayer, saklar membran, film konduktif, dan sistem kaca depan yang dipanaskan. Namun, fotovoltaik merupakan subsegmen dengan pertumbuhan tercepat, menguasai 197,6 juta ons pada 2024. Sel surya memanfaatkan perak sebagai media tinta konduktif, mengubah sinar matahari menjadi listrik yang dapat digunakan. Dengan instalasi mencapai 2,2 terawatt pada akhir tahun 2024, proyeksi menunjukkan lonjakan ke lebih dari 7 terawatt pada 2030—transformasi ini akan meningkatkan konsumsi perak secara signifikan.

Perluasan Sektor Otomotif

Pengembangan kendaraan listrik dan hibrida mengubah permintaan perak di industri otomotif. Kendaraan modern mengaktifkan setiap fungsi listrik melalui kontak berlapis perak, dari pengapian mesin hingga pengoperasian jendela listrik. Kendaraan listrik baterai mengandung 25-50 gram per unit, sementara model hibrida menggunakan 18-34 gram dibandingkan 15-28 gram pada mesin pembakaran tradisional. Silver Institute memprakirakan permintaan otomotif bisa mencapai 90 juta ons pada 2025, didorong oleh investasi infrastruktur pengisian daya dan inisiatif dekarbonisasi.

Segmen Pengelasan dan Penyolderan

Teknik pengelasan dan penyolderan yang diperkuat perak menghasilkan sambungan logam tahan korosi dan hermetis yang digunakan dalam sistem pendingin udara, pendinginan, dan distribusi listrik. Segmen khusus ini akan menyumbang 52,9 juta ons dalam permintaan proyeksi 2025.

Perhiasan Logam Mulia: Daya Tarik Konsumen dan Dinamika Pasar

Perhiasan diperkirakan akan menyerap 196,2 juta ons pada 2025, meskipun peramal memperkirakan penurunan 6 persen dari 208,7 juta ons tahun 2024. Penampilan berkilau, daya tahan, dan kemudahan pengerjaan menjadikan perak sebagai bahan utama perhiasan selama berabad-abad. Reflektivitasnya yang lebih baik dibandingkan emas dan kemampuannya untuk dipoles secara brilian menarik pengrajin dan konsumen. Ketahanan logam ini memastikan karya yang berkualitas warisan keluarga yang membutuhkan perawatan minimal sepanjang masa pakainya. Produksi tambang secara terus-menerus memasok jumlah besar untuk pembuatan perhiasan, meskipun tren terbaru menunjukkan pelonggaran pasar.

Instrumen Investasi: Koin, Batangan, dan Produk Berjangka

Peran perak sebagai penyimpan nilai diperkirakan mencapai 204,4 juta ons pada 2025, meningkat 7 persen dari level 2024. Kategori ini mencakup koin bullion, batangan, dan ronde berstandar investasi yang dibeli oleh peserta ritel.

Konteks Historis dan Investasi Modern

Koin perak yang dicetak berasal dari Mediterania Timur sekitar 550 SM dan menjadi standar moneter Kekaisaran Romawi pada 269 SM. Perak berfungsi sebagai mata uang utama yang beredar hingga abad ke-19, ketika secara bertahap dikeluarkan dari koin sehari-hari. Muntahan modern di seluruh dunia memproduksi produk bullion berkualitas tinggi untuk tujuan investasi, mempertahankan tradisi berabad-abad ini.

Investasi perak fisik mencapai puncaknya sebesar 338,3 juta ons pada 2022, kemudian menyusut tajam menjadi 244,3 juta ons pada 2023, dan turun lagi sebesar 22 persen menjadi 190,9 juta ons di 2024. Ketidakpastian pasar keuangan saat ini membalik tren ini, dengan institut memperkirakan pemulihan pertumbuhan.

Dinamika Produk Berjangka

ETP dan ETF perak telah mengalami volatilitas yang signifikan selama lima tahun. Arus masuk bersih mencapai puncaknya 331,1 juta ons pada 2020 sebelum turun ke 64,9 juta ons pada 2021. Setelah pandemi, terjadi arus keluar yang besar: 117,4 juta ons keluar pada 2022 dan 37,6 juta ons pada 2023. Namun, 2024 menandai titik balik saat ketidakstabilan keuangan global mendorong kembalinya investor, dengan 61,6 juta ons mengalir ke produk ini. Silver Institute memperkirakan pertumbuhan 14 persen menjadi 70 juta ons pada 2025, dipicu oleh penurunan suku bunga Federal Reserve, kekhawatiran utang AS, dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Peralatan Perak Dekoratif: Segmen yang Menurun tetapi Tetap Bertahan

Konsumsi peralatan perak diperkirakan mencapai 46 juta ons untuk 2025, menurun 15 persen dari level yang diperkirakan. Perak sterling—standar yang telah ada sejak abad ke-14—telah mendefinisikan produksi peralatan dan alat makan holloware serta flatware selama beberapa generasi. Campuran paduan tembaga-perak menciptakan alat makan yang tahan lama, peralatan servis, dan barang dekoratif yang tahan karat dan dapat diwariskan sebagai warisan keluarga selama beberapa generasi.

Permintaan mencapai puncaknya sebesar 73,5 juta ons pada 2022, menurun menjadi 54,2 juta ons pada 2024, dengan penurunan lebih lanjut diperkirakan seiring perubahan preferensi konsumen.

Kesimpulan: Melacak Lanskap Permintaan Perak yang Multifaset

Keempat faktor permintaan perak ini secara kolektif menggambarkan bagaimana inovasi industri, kemajuan teknologi, dan perilaku investasi membentuk pola konsumsi. Aplikasi industri mendominasi lanskap, sementara instrumen investasi merespons secara sensitif terhadap kondisi makroekonomi. Memahami faktor-faktor ini memberikan wawasan penting tentang pergerakan pasar perak dan dinamika harga di seluruh ekonomi global.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)