Mengapa pasar properti Hong Kong menjadi favorit baru modal global?



Dalam empat bulan terakhir, tren kenaikan pasar properti Hong Kong seperti gelombang pasang, satu demi satu. Para tokoh bisnis yang sebelumnya bersikeras tidak akan membeli properti, kini berbalik dan menginvestasikan uang nyata di sepanjang Victoria Harbour. Ini bukan kasus tunggal, melainkan sebuah pergeseran kekayaan yang diam-diam sedang terjadi.

**Sinyal migrasi kolektif raksasa internet**

Fenomena paling mencolok adalah industri internet daratan China yang semakin mempercepat langkah ke selatan. Meituan dan Xiaohongshu membuka kantor di Hong Kong, Alibaba dan Ant Group bahkan menggelontorkan 66 miliar HKD untuk membeli properti secara langsung, dari penyewa menjadi pemilik. Saat berjalan di Times Square, Causeway Bay, banyak terlihat orang dari internet daratan dengan ID card di leher, berbicara bisnis dengan bahasa Mandarin. Semua ini menunjukkan sebuah tren: Hong Kong sedang menjadi pusat penghubung antara Timur dan Barat.

**Gelombang "ke selatan" kekayaan pribadi**

Dari sudut pandang individu, orang-orang dengan kekayaan bersih tinggi sedang melakukan voting melalui tindakan. Seorang pengusaha terkenal pernah secara terbuka menentang membeli properti, kini justru membeli properti di The Peak seharga 50 juta; seorang eksekutif internet lainnya bahkan menghabiskan 100 juta untuk masuk ke lingkaran pemilik properti elit. Mengapa mereka berubah pikiran? Ini mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang keamanan aset dan perlunya menjaga serta meningkatkan nilai kekayaan.

**Rekonstruksi likuiditas global**

Menurut laporan terbaru Bloomberg, pada akhir 2025, total aset lintas batas yang dikelola Hong Kong diperkirakan mencapai 2,9 triliun dolar AS, berpotensi melampaui Swiss dan menjadi yang terbesar di dunia. Jadwal ini lebih cepat 2-3 tahun dari prediksi pasar, menunjukkan urgensi aliran dana.

Di balik semua ini ada dua kekuatan utama. Pertama, para miliarder dari Timur Tengah dan Asia Tenggara yang menghadapi ketegangan geopolitik dan menurunnya kepercayaan internasional, memilih memindahkan kekayaan mereka ke Hong Kong—sebuah "zona penyangga" yang memiliki ciri khas Timur sekaligus mengikuti aturan internasional. Kedua, orang-orang dengan kekayaan tinggi dari daratan China yang telah mengalami fluktuasi pasar properti selama sepuluh tahun terakhir, sangat membutuhkan "tempat perlindungan" yang memiliki sistem hukum yang lengkap, kebebasan aliran modal, dan menggunakan bahasa Mandarin.

**Latar belakang makro: percepatan krisis likuiditas**

Alasan yang lebih dalam adalah perubahan dalam pola ekonomi global. Federal Reserve menurunkan suku bunga, bank sentral Eropa dan Jepang memperluas neraca, dan berbagai negara menerbitkan utang serta mencetak uang—kepercayaan terhadap mata uang fiat secara terus-menerus tergerus. Dalam konteks ini, dana seperti burung migran yang mencari tempat berlindung, mengalir ke aset yang langka, aman, dan likuid. Pasar properti Hong Kong dan ekosistem pengelolaan aset lintas batas memenuhi ketiga syarat ini, menjadi magnet baru bagi modal global.

Dulu, para konglomerat menyembunyikan kekayaan mereka di bank Swiss; kini, skenario itu sedang dimainkan kembali di Asia. Kenaikan berkelanjutan pasar properti Hong Kong hanyalah riak permukaan dari pergeseran kekayaan yang lebih besar ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • بالعربية
  • Português (Brasil)
  • 简体中文
  • English
  • Español
  • Français (Afrique)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • Português (Portugal)
  • Русский
  • 繁體中文
  • Українська
  • Tiếng Việt