Fenomena token honeypot telah berkembang menjadi salah satu skema penipuan paling menguntungkan di ekosistem kripto. Tidak seperti apa yang dibayangkan kebanyakan orang, honeypot bukanlah taktik baru—ini adalah strategi sistematik yang telah teruji dan terbukti mampu menghasilkan ratusan ribu hingga jutaan dolar untuk para pelaku kejahatan siber.
### Bagaimana Honeypot Bekerja: Dari Hype hingga Kehancuran
Setiap kampanye dimulai dengan cara yang sama. Saluran media sosial besar mulai menggerakkan emosi dengan narasi agresif: "Token ini akan 100x lipat!" atau "Peluang langka hari ini saja!" Mereka menekan pengikut untuk membeli aset tertentu melalui bursa DEX, dengan menjanjikan keuntungan berlipat-lipat.
Investor yang tergoda melakukan pembelian, dan harga token memang meningkat drastis. Namun di sini letak jebakannya—saat mereka mencoba menjual, sistem tidak memungkinkan transaksi keluar. Inilah definisi nyata dari honeypot: token yang bisa dibeli tapi tidak bisa dijual.
Sementara korban terjebak, para penipu dengan tenang mengosongkan seluruh pool likuiditas, meninggalkan kerugian fantastis bagi investor yang telah terperangah.
### Kasus Nyata: Ketika Saluran Besar Menjadi Instrumen Penipuan
Investigasi menunjukkan pola yang mengganas. Saluran "Strategi Antonov" dengan 74.700 pengikut telah terbukti merupakan operasi penipuan. Mereka menargetkan investor dengan token palsu yang mengklaim sebagai EGL dari proyek EigenLayer yang sebenarnya, padahal ini adalah imitasi murni.
Lebih mencengangkan lagi, dua saluran terpisah—Crypta Elliott (18.200 pengikut) dan Project | 1.618 (16.700 pengikut)—menggunakan skema honeypot dengan ticker token yang identik untuk menipu pengikut mereka. Masing-masing menjalankan operasi penipuan yang berbeda tapi dengan identitas ticker yang sama, menciptakan kebingungan tambahan di kalangan investor.
Analisis terhadap token penipuan di saluran Crypta Elliott menunjukkan bahwa para penipu telah berhasil mencuri likuiditas senilai $468.500. Sehari sebelumnya, jumlahnya bahkan melampaui $500.000.
### Jejak Transaksi: Siapa Pembeli Terbesar?
Menggunakan layanan analitik seperti PoocoinApp, pola pembelian honeypot token menjadi transparan. Transaksi terbesar dengan nilai $248.000 diduga dilakukan oleh para penipu itu sendiri—mereka sengaja meninggalkan likuiditas awal untuk menciptakan ilusi legitimitas dan menarik korban.
Di posisi bawah, terlihat puluhan investor kecil yang masing-masing kehilangan ribuan dolar. Mereka dengan sukarela mentransfer kekayaan mereka ke tangan penipu dengan mengklik "setuju" pada warning DEX yang seharusnya menjadi sinyal bahaya.
### Cara Mendeteksi Honeypot Sebelum Terlambat
Untungnya, ada mekanisme verifikasi yang tersedia. Layanan seperti HoneypotIs memungkinkan siapa saja memeriksa apakah sebuah token adalah honeypot. Caranya sederhana: masukkan alamat kontrak token, dan jika sistem menampilkan "HONEYPOT DETECTED," berarti token tersebut tidak dapat dijual—walau pembelian tetap dimungkinkan.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan data yang tidak jelas atau tidak dapat diverifikasi, itu juga merupakan tanda bahaya. Kombinasi kedua hasil ini berarti Anda berhadapan dengan honeypot token.
Namun ada langkah paling efektif dan paling sederhana: **jangan pernah mengikuti ajakan agresif untuk membeli token dalam volume besar di DEX.** Pola ini selalu—tanpa terkecuali—adalah penipuan.
### Ekosistem yang Terus Berkembang
Yang menakutkan adalah siklus yang berkelanjutan. Ketika satu operasi honeypot selesai, bahkan 10% dari hasil curian sudah cukup untuk membentuk saluran baru, membeli iklan Telegram, dan memikat gelombang investor fresh di pasar bull yang sedang bergejolak.
Keserakahan investor dan keengganan mereka untuk melakukan riset mendalam menciptakan kondisi sempurna bagi penipuan ini berkembang. Seperti mitos Sisyphus, upaya menarik perhatian masyarakat akan terus sia-sia selama mindset "ingin cepat kaya" lebih kuat dari kewaspadaan.
### Pesan Terakhir: Tanggung Jawab Ada di Tangan Anda
Kesimpulannya sederhana namun penting: setiap aset yang Anda beli adalah tanggung jawab pribadi Anda. Lakukan riset terhadap proyek, periksa alamat kontrak, verifikasi melalui tool yang tersedia, dan jangan terpikat pada janji keuntungan luar biasa yang muncul di media sosial.
Dalam perang melawan honeypot dan penipuan kripto, pengetahuan dan kehati-hatian adalah senjata terbaik Anda.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
## Mengungkap Mekanisme Honeypot Token: Bagaimana Penipu Memanen Miliaran Rupiah dari Investor
Fenomena token honeypot telah berkembang menjadi salah satu skema penipuan paling menguntungkan di ekosistem kripto. Tidak seperti apa yang dibayangkan kebanyakan orang, honeypot bukanlah taktik baru—ini adalah strategi sistematik yang telah teruji dan terbukti mampu menghasilkan ratusan ribu hingga jutaan dolar untuk para pelaku kejahatan siber.
### Bagaimana Honeypot Bekerja: Dari Hype hingga Kehancuran
Setiap kampanye dimulai dengan cara yang sama. Saluran media sosial besar mulai menggerakkan emosi dengan narasi agresif: "Token ini akan 100x lipat!" atau "Peluang langka hari ini saja!" Mereka menekan pengikut untuk membeli aset tertentu melalui bursa DEX, dengan menjanjikan keuntungan berlipat-lipat.
Investor yang tergoda melakukan pembelian, dan harga token memang meningkat drastis. Namun di sini letak jebakannya—saat mereka mencoba menjual, sistem tidak memungkinkan transaksi keluar. Inilah definisi nyata dari honeypot: token yang bisa dibeli tapi tidak bisa dijual.
Sementara korban terjebak, para penipu dengan tenang mengosongkan seluruh pool likuiditas, meninggalkan kerugian fantastis bagi investor yang telah terperangah.
### Kasus Nyata: Ketika Saluran Besar Menjadi Instrumen Penipuan
Investigasi menunjukkan pola yang mengganas. Saluran "Strategi Antonov" dengan 74.700 pengikut telah terbukti merupakan operasi penipuan. Mereka menargetkan investor dengan token palsu yang mengklaim sebagai EGL dari proyek EigenLayer yang sebenarnya, padahal ini adalah imitasi murni.
Lebih mencengangkan lagi, dua saluran terpisah—Crypta Elliott (18.200 pengikut) dan Project | 1.618 (16.700 pengikut)—menggunakan skema honeypot dengan ticker token yang identik untuk menipu pengikut mereka. Masing-masing menjalankan operasi penipuan yang berbeda tapi dengan identitas ticker yang sama, menciptakan kebingungan tambahan di kalangan investor.
Analisis terhadap token penipuan di saluran Crypta Elliott menunjukkan bahwa para penipu telah berhasil mencuri likuiditas senilai $468.500. Sehari sebelumnya, jumlahnya bahkan melampaui $500.000.
### Jejak Transaksi: Siapa Pembeli Terbesar?
Menggunakan layanan analitik seperti PoocoinApp, pola pembelian honeypot token menjadi transparan. Transaksi terbesar dengan nilai $248.000 diduga dilakukan oleh para penipu itu sendiri—mereka sengaja meninggalkan likuiditas awal untuk menciptakan ilusi legitimitas dan menarik korban.
Di posisi bawah, terlihat puluhan investor kecil yang masing-masing kehilangan ribuan dolar. Mereka dengan sukarela mentransfer kekayaan mereka ke tangan penipu dengan mengklik "setuju" pada warning DEX yang seharusnya menjadi sinyal bahaya.
### Cara Mendeteksi Honeypot Sebelum Terlambat
Untungnya, ada mekanisme verifikasi yang tersedia. Layanan seperti HoneypotIs memungkinkan siapa saja memeriksa apakah sebuah token adalah honeypot. Caranya sederhana: masukkan alamat kontrak token, dan jika sistem menampilkan "HONEYPOT DETECTED," berarti token tersebut tidak dapat dijual—walau pembelian tetap dimungkinkan.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan data yang tidak jelas atau tidak dapat diverifikasi, itu juga merupakan tanda bahaya. Kombinasi kedua hasil ini berarti Anda berhadapan dengan honeypot token.
Namun ada langkah paling efektif dan paling sederhana: **jangan pernah mengikuti ajakan agresif untuk membeli token dalam volume besar di DEX.** Pola ini selalu—tanpa terkecuali—adalah penipuan.
### Ekosistem yang Terus Berkembang
Yang menakutkan adalah siklus yang berkelanjutan. Ketika satu operasi honeypot selesai, bahkan 10% dari hasil curian sudah cukup untuk membentuk saluran baru, membeli iklan Telegram, dan memikat gelombang investor fresh di pasar bull yang sedang bergejolak.
Keserakahan investor dan keengganan mereka untuk melakukan riset mendalam menciptakan kondisi sempurna bagi penipuan ini berkembang. Seperti mitos Sisyphus, upaya menarik perhatian masyarakat akan terus sia-sia selama mindset "ingin cepat kaya" lebih kuat dari kewaspadaan.
### Pesan Terakhir: Tanggung Jawab Ada di Tangan Anda
Kesimpulannya sederhana namun penting: setiap aset yang Anda beli adalah tanggung jawab pribadi Anda. Lakukan riset terhadap proyek, periksa alamat kontrak, verifikasi melalui tool yang tersedia, dan jangan terpikat pada janji keuntungan luar biasa yang muncul di media sosial.
Dalam perang melawan honeypot dan penipuan kripto, pengetahuan dan kehati-hatian adalah senjata terbaik Anda.