#美联储降息 Bank Sentral AS dan Jepang sedang menempuh dua jalur yang sama sekali berbeda, sehingga pasar keuangan global berada di persimpangan jalan.
Saat ini pasar menampilkan sebuah pemandangan langka: Federal Reserve mungkin beralih ke kebijakan dovish dalam penurunan suku bunga, sementara Bank of Japan justru memberi sinyal kenaikan suku bunga yang dovish. Diferensiasi kebijakan ini disebut sebagai "perang elang dan merpati", yang sedang mengacaukan logika alokasi dana global secara gila-gilaan.
Jangan meremehkan perubahan ini. Ini langsung menyentuh inti dari perdagangan arbitrase global. Selama bertahun-tahun, selisih suku bunga besar antara AS dan Jepang telah mendukung sebuah ekosistem "perdagangan arbitrase yen" yang besar—meminjam uang dengan yen murah, lalu mendapatkan keuntungan tinggi dari pasar saham dan obligasi AS. Sekarang, selisih suku bunga menyempit, aturan main permainan ini akan berubah. Analis memperingatkan bahwa ini dapat memicu gelombang penutupan posisi besar-besaran, di mana dana mungkin secara kolektif melarikan diri dari pasar saham dan obligasi AS, yang akan mengganggu likuiditas pasar. Data berbicara: pada Juli tahun ini, jumlah bersih penjualan saham AS oleh investor Jepang telah memecahkan rekor sejarah.
Penetapan harga ulang aset global hampir pasti akan terjadi. Ke mana dana akan mengalir? Sebagian kembali ke Jepang, sebagian lagi mencari peluang di pasar non-AS lainnya. Yang paling menarik adalah, untuk menghindari fluktuasi dolar AS, skala lindung nilai valas global telah meningkat menjadi rata-rata 9,5 triliun dolar AS per hari. Ini tidak berarti krisis sistemik seperti 2008 akan segera terjadi, tetapi risiko pengencangan lingkungan keuangan dan peningkatan volatilitas pasar memang sedang meningkat. Investor harus tetap waspada dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan fluktuasi. $BTC $ETH
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#美联储降息 Bank Sentral AS dan Jepang sedang menempuh dua jalur yang sama sekali berbeda, sehingga pasar keuangan global berada di persimpangan jalan.
Saat ini pasar menampilkan sebuah pemandangan langka: Federal Reserve mungkin beralih ke kebijakan dovish dalam penurunan suku bunga, sementara Bank of Japan justru memberi sinyal kenaikan suku bunga yang dovish. Diferensiasi kebijakan ini disebut sebagai "perang elang dan merpati", yang sedang mengacaukan logika alokasi dana global secara gila-gilaan.
Jangan meremehkan perubahan ini. Ini langsung menyentuh inti dari perdagangan arbitrase global. Selama bertahun-tahun, selisih suku bunga besar antara AS dan Jepang telah mendukung sebuah ekosistem "perdagangan arbitrase yen" yang besar—meminjam uang dengan yen murah, lalu mendapatkan keuntungan tinggi dari pasar saham dan obligasi AS. Sekarang, selisih suku bunga menyempit, aturan main permainan ini akan berubah. Analis memperingatkan bahwa ini dapat memicu gelombang penutupan posisi besar-besaran, di mana dana mungkin secara kolektif melarikan diri dari pasar saham dan obligasi AS, yang akan mengganggu likuiditas pasar. Data berbicara: pada Juli tahun ini, jumlah bersih penjualan saham AS oleh investor Jepang telah memecahkan rekor sejarah.
Penetapan harga ulang aset global hampir pasti akan terjadi. Ke mana dana akan mengalir? Sebagian kembali ke Jepang, sebagian lagi mencari peluang di pasar non-AS lainnya. Yang paling menarik adalah, untuk menghindari fluktuasi dolar AS, skala lindung nilai valas global telah meningkat menjadi rata-rata 9,5 triliun dolar AS per hari. Ini tidak berarti krisis sistemik seperti 2008 akan segera terjadi, tetapi risiko pengencangan lingkungan keuangan dan peningkatan volatilitas pasar memang sedang meningkat. Investor harus tetap waspada dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan fluktuasi. $BTC $ETH