Belakangan ini, dunia kripto punya konsep baru bernama DAT (Digital Asset Treasury/Perbendaharaan Aset Digital). Pantera Capital sudah investasi lebih dari $300 juta di sektor ini, dan pasar ini diprediksi akan membengkak jadi lebih dari $145 miliar pada tahun 2025, dengan 209 perusahaan terlibat di bidang ini.
Sebenarnya, apa itu DAT?
Singkatnya, perusahaan secara khusus membangun “brankas” untuk menampung aset kripto. Bukan kamu langsung beli koin lalu disimpan diam-diam, tapi lewat penerbitan saham supaya orang ramai-ramai investasi, lalu diputar dengan berbagai cara untuk menghasilkan keuntungan.
Cara-cara menghasilkan uang
Penerbitan saham dengan premi: Menerbitkan saham di harga lebih tinggi dari nilai aset bersih, lalu uangnya diinvestasikan ke aset digital
Staking/mining: Menjadi validator untuk mendapatkan rewards, sehingga jumlah token terus bertambah
Arbitrase DeFi: Bermain lending, liquidity mining, dan berbagai strategi lain di DeFi
Beli DAT di bawah nilai aset: Beli DAT yang harganya di bawah nilai aset bersihnya, lalu nikmati potensi kenaikan nilainya
Dua Contoh Kasus
BitMine Immersion — Brankas khusus Ethereum, harga sahamnya naik 1100% dalam sebulan, jadi brankas ETH terbesar di dunia.
Solana Company — Awalnya perusahaan teknologi kesehatan, lalu berubah jadi perusahaan dengan modal $500 juta untuk membangun brankas Solana. Kenapa yakin pada Solana? Karena throughput tinggi, biaya transaksi rendah, ekosistem sedang berkembang pesat, dan yang penting: kepemilikan institusi baru 1% (bandingkan dengan ETH 7% dan BTC 16%), jadi masih ada ruang tumbuh yang besar.
DAT vs ETF vs Pegang Koin Langsung
Keunggulan DAT:
Manajemen aktif berpotensi hasil lebih tinggi
Kepemilikan token terus bertambah (ETF tidak bisa)
Diversifikasi risiko, tetapi lebih fleksibel daripada langsung pegang satu koin
Tapi risikonya juga nyata: leverage berlebihan, persaingan pasar terlalu ramai, ketidakpastian regulasi.
Tren Baru
Institusi besar mulai masuk, L1 baru seperti Solana mulai naik daun, RWA (aset dunia nyata di-blockchain) membuka peluang baru—sektor DAT ini masih punya banyak potensi ke depan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pasar DAT lepas landas, 210 perusahaan berebut kue senilai 145 miliar dolar AS
Belakangan ini, dunia kripto punya konsep baru bernama DAT (Digital Asset Treasury/Perbendaharaan Aset Digital). Pantera Capital sudah investasi lebih dari $300 juta di sektor ini, dan pasar ini diprediksi akan membengkak jadi lebih dari $145 miliar pada tahun 2025, dengan 209 perusahaan terlibat di bidang ini.
Sebenarnya, apa itu DAT?
Singkatnya, perusahaan secara khusus membangun “brankas” untuk menampung aset kripto. Bukan kamu langsung beli koin lalu disimpan diam-diam, tapi lewat penerbitan saham supaya orang ramai-ramai investasi, lalu diputar dengan berbagai cara untuk menghasilkan keuntungan.
Cara-cara menghasilkan uang
Dua Contoh Kasus
BitMine Immersion — Brankas khusus Ethereum, harga sahamnya naik 1100% dalam sebulan, jadi brankas ETH terbesar di dunia.
Solana Company — Awalnya perusahaan teknologi kesehatan, lalu berubah jadi perusahaan dengan modal $500 juta untuk membangun brankas Solana. Kenapa yakin pada Solana? Karena throughput tinggi, biaya transaksi rendah, ekosistem sedang berkembang pesat, dan yang penting: kepemilikan institusi baru 1% (bandingkan dengan ETH 7% dan BTC 16%), jadi masih ada ruang tumbuh yang besar.
DAT vs ETF vs Pegang Koin Langsung
Keunggulan DAT:
Tapi risikonya juga nyata: leverage berlebihan, persaingan pasar terlalu ramai, ketidakpastian regulasi.
Tren Baru
Institusi besar mulai masuk, L1 baru seperti Solana mulai naik daun, RWA (aset dunia nyata di-blockchain) membuka peluang baru—sektor DAT ini masih punya banyak potensi ke depan.