Yang paling ditakuti saat trading crypto cuma satu kata: cepat. Tapi cepat juga bisa bikin rugi. Dua cara order yang sama-sama cepat—market order dan limit order—cara mainnya total beda, salah pilih bisa-bisa cuma buang-buang fee tanpa dapet harga terbaik.
Perbedaan Inti dalam Satu Kalimat
Market order: Saya mau beli sekarang, berapapun harganya. Limit order: Saya cuma mau beli di harga ini, selain itu nggak mau.
Kelihatannya simpel, tapi biaya, risiko, dan potensi cuannya beda jauh.
Market Order: Cepat, Tegas, Akurat, Tapi Biayanya Mahal
Apa itu Market Order
Market order artinya beli atau jual langsung di harga pasar terbaik saat ini. BTC sekarang $100, saya order market, langsung dapat, harganya sekitar $100. Nggak perlu nunggu, nggak perlu tebak-tebakan, langsung eksekusi.
Di exchange, ini disebut “makan order” (taker)—kamu ambil order orang lain, jadi fee-nya lebih mahal (taker fee).
Kelebihan Market Order
Super cepat — Eksekusi dalam detik, cocok buat yang yakin banget sama market dan nggak mau ketinggalan momen. Holder jangka panjang suka banget, karena pas mau beli murah kadang cuma ada momen sebentar.
Pasti dapat — Hampir 100% order terisi, nggak ada cerita nunggu order lama tapi nggak ada yang nyantol.
Mudah digunakan — Pilih koin, masukin jumlah, klik beli, selesai. Nggak perlu mikir harga.
Kekurangan Market Order
Slippage bisa parah — Ini masalah utama. Market volatile, kamu lihat BTC $100, klik beli bisa-bisa udah $101, $102. Semakin gila market, slippage makin serem.
Kurang kendali — Kamu nggak bisa atur harga. Kalau tiba-tiba market berbalik, nggak ada kesempatan buat mundur.
Fee mahal — Taker fee biasanya lebih mahal dari maker fee (limit order). Sekali order aja, fee-nya bisa lumayan.
Limit Order: Butuh Sabar untuk Cuan
Apa itu Limit Order
Limit order artinya kamu pasang harga dulu. BTC sekarang $100, kamu pasang beli di $80, lalu tinggal nunggu. Cuma kalau harga turun ke $80 atau lebih rendah, order kamu baru terisi otomatis. Sebaliknya, mau jual di $120, ya tinggal pasang dan tunggu.
Exchange nyebut ini “pasang order” (maker)—kamu nunggu orang makan order kamu, fee-nya lebih murah (maker fee), bahkan kadang-kadang bisa dapat rebate.
Kelebihan Limit Order
Kendali harga penuh — Bisa atur beli di harga impian. Mau beli murah, ya sabar nunggu di bawah.
Tahan volatilitas — Market naik turun nggak masalah. Order kamu tetap nunggu di harga yang kamu mau.
Fee murah — Maker fee biasanya lebih rendah dari market order. Kalau sering trading, lumayan hemat.
Bisa strategi lanjutan — Ada banyak fitur tambahan, seperti “post only”, “fill or kill”, dll, jadi makin fleksibel.
Kekurangan Limit Order
Bisa nggak dapat apa-apa — Pasang order di $80, eh harga malah terbang ke $150, kamu nggak kebagian apa-apa. Ini namanya “opportunity cost”—bukan rugi uang, tapi rugi kesempatan.
Butuh analisis teknikal — Harus ngerti support/resistance, nggak semua pemula bisa. Salah pasang harga, order nggak pernah keisi.
Risiko nggak terisi — Order bisa tergantung lama, sampai expired pun nggak ada yang eksekusi. Apalagi koin yang likuiditasnya kecil, makin sering menggantung.
Strategi Lanjutan: Limit Order yang Lebih Canggih
Exchange profesional seperti Gate menyediakan beberapa jenis limit order lanjutan:
Hanya pasang order (post only) — Cuma masuk order book kalau nggak langsung terisi. Supaya nggak salah-salah jadi market order.
Fill or kill — Harus terisi semua, kalau nggak ya batal semua. Nggak ada setengah-setengah, cocok buat order besar.
Immediate or cancel — Yang bisa terisi langsung dieksekusi, sisanya otomatis batal. Jadi order nggak ngendon lama.
Jadi Harus Pilih Yang Mana?
Gunakan market order kalau:
Market lagi bagus banget, nggak mau ketinggalan.
Kamu mau pegang lama, yang penting masuk dulu, harga nggak terlalu masalah.
Pasar sangat likuid, slippage nggak terlalu besar.
Gunakan limit order kalau:
Market sangat volatile, harga naik turun ekstrem (market order makin mahal slippage-nya).
Kamu tahu level support/resistance dan mau pasang strategi di situ.
Nggak buru-buru, rela nunggu lebih lama demi fee murah.
Saran utama — Jangan cuma pakai satu jenis order terus-terusan. Jangan juga ngotot sama satu cara. Pilih sesuai kondisi market. Saat market gila, limit order buat proteksi. Kalau market tenang, market order biar hemat waktu.
Penutup
Market order dan limit order itu seperti dua senjata—sama-sama bisa dipakai, yang penting tahu cara makainya. Pahami beda, kelebihan, dan kekurangannya. Sesuaikan dengan selera risiko dan kondisi market kamu, itu baru trader matang.
Satu hal penting: alat sebagus apapun nggak bisa nolong kalau asal-asalan. Apapun order yang dipakai, tetap harus pasang stop loss dan hanya pakai uang yang siap rugi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Market Order vs Limit Order: Dua Alat Trading Wajib Dipelajari untuk Pemula
Yang paling ditakuti saat trading crypto cuma satu kata: cepat. Tapi cepat juga bisa bikin rugi. Dua cara order yang sama-sama cepat—market order dan limit order—cara mainnya total beda, salah pilih bisa-bisa cuma buang-buang fee tanpa dapet harga terbaik.
Perbedaan Inti dalam Satu Kalimat
Market order: Saya mau beli sekarang, berapapun harganya. Limit order: Saya cuma mau beli di harga ini, selain itu nggak mau.
Kelihatannya simpel, tapi biaya, risiko, dan potensi cuannya beda jauh.
Market Order: Cepat, Tegas, Akurat, Tapi Biayanya Mahal
Apa itu Market Order
Market order artinya beli atau jual langsung di harga pasar terbaik saat ini. BTC sekarang $100, saya order market, langsung dapat, harganya sekitar $100. Nggak perlu nunggu, nggak perlu tebak-tebakan, langsung eksekusi.
Di exchange, ini disebut “makan order” (taker)—kamu ambil order orang lain, jadi fee-nya lebih mahal (taker fee).
Kelebihan Market Order
Super cepat — Eksekusi dalam detik, cocok buat yang yakin banget sama market dan nggak mau ketinggalan momen. Holder jangka panjang suka banget, karena pas mau beli murah kadang cuma ada momen sebentar.
Pasti dapat — Hampir 100% order terisi, nggak ada cerita nunggu order lama tapi nggak ada yang nyantol.
Mudah digunakan — Pilih koin, masukin jumlah, klik beli, selesai. Nggak perlu mikir harga.
Kekurangan Market Order
Slippage bisa parah — Ini masalah utama. Market volatile, kamu lihat BTC $100, klik beli bisa-bisa udah $101, $102. Semakin gila market, slippage makin serem.
Kurang kendali — Kamu nggak bisa atur harga. Kalau tiba-tiba market berbalik, nggak ada kesempatan buat mundur.
Fee mahal — Taker fee biasanya lebih mahal dari maker fee (limit order). Sekali order aja, fee-nya bisa lumayan.
Limit Order: Butuh Sabar untuk Cuan
Apa itu Limit Order
Limit order artinya kamu pasang harga dulu. BTC sekarang $100, kamu pasang beli di $80, lalu tinggal nunggu. Cuma kalau harga turun ke $80 atau lebih rendah, order kamu baru terisi otomatis. Sebaliknya, mau jual di $120, ya tinggal pasang dan tunggu.
Exchange nyebut ini “pasang order” (maker)—kamu nunggu orang makan order kamu, fee-nya lebih murah (maker fee), bahkan kadang-kadang bisa dapat rebate.
Kelebihan Limit Order
Kendali harga penuh — Bisa atur beli di harga impian. Mau beli murah, ya sabar nunggu di bawah.
Tahan volatilitas — Market naik turun nggak masalah. Order kamu tetap nunggu di harga yang kamu mau.
Fee murah — Maker fee biasanya lebih rendah dari market order. Kalau sering trading, lumayan hemat.
Bisa strategi lanjutan — Ada banyak fitur tambahan, seperti “post only”, “fill or kill”, dll, jadi makin fleksibel.
Kekurangan Limit Order
Bisa nggak dapat apa-apa — Pasang order di $80, eh harga malah terbang ke $150, kamu nggak kebagian apa-apa. Ini namanya “opportunity cost”—bukan rugi uang, tapi rugi kesempatan.
Butuh analisis teknikal — Harus ngerti support/resistance, nggak semua pemula bisa. Salah pasang harga, order nggak pernah keisi.
Risiko nggak terisi — Order bisa tergantung lama, sampai expired pun nggak ada yang eksekusi. Apalagi koin yang likuiditasnya kecil, makin sering menggantung.
Strategi Lanjutan: Limit Order yang Lebih Canggih
Exchange profesional seperti Gate menyediakan beberapa jenis limit order lanjutan:
Jadi Harus Pilih Yang Mana?
Gunakan market order kalau:
Gunakan limit order kalau:
Saran utama — Jangan cuma pakai satu jenis order terus-terusan. Jangan juga ngotot sama satu cara. Pilih sesuai kondisi market. Saat market gila, limit order buat proteksi. Kalau market tenang, market order biar hemat waktu.
Penutup
Market order dan limit order itu seperti dua senjata—sama-sama bisa dipakai, yang penting tahu cara makainya. Pahami beda, kelebihan, dan kekurangannya. Sesuaikan dengan selera risiko dan kondisi market kamu, itu baru trader matang.
Satu hal penting: alat sebagus apapun nggak bisa nolong kalau asal-asalan. Apapun order yang dipakai, tetap harus pasang stop loss dan hanya pakai uang yang siap rugi.