Dalam trading futures, margin adalah “nyawa” kamu—margin menentukan seberapa besar posisi yang bisa kamu buka, seberapa besar risiko yang bisa kamu tanggung, dan kapan kamu akan terkena likuidasi paksa. Hal ini wajib dipahami, kalau tidak, bisa-bisa langsung kena margin call.
Sebenarnya, apa itu margin?
Sederhananya, margin adalah uang yang kamu gunakan untuk “bertaruh”. Misalnya, kamu ingin membuka kontrak futures senilai 10.000 USD, tapi kamu tidak perlu membayar penuh—cukup setor sesuai rasio leverage (misal 10%) yaitu 1.000 USD sebagai jaminan. Dengan begitu, kamu bisa mengendalikan posisi besar dengan modal sedikit—kalau untung bisa dobel-dobel, tapi kalau rugi juga sakitnya dobel.
Perbandingan dua mode margin:
Mode Isolated = Setiap posisi berdiri sendiri
Jika satu posisi kena likuidasi, hanya posisi itu yang terdampak—posisi lain dan saldo akun tetap aman
Risiko terisolasi, ramah untuk pemula
Contoh: kamu punya posisi long BTC dan short ETH bersamaan, kalau BTC kena likuidasi, ETH tetap berjalan
Mode Cross = Semua dana akun jadi satu pool margin
Bisa pakai leverage lebih tinggi
Satu posisi rugi besar bisa menyeret seluruh akun
Cocok untuk trader berpengalaman yang suka risiko tinggi
Kenapa margin kamu menyusut? 7 Fakta Penting
1. Buka posisi baru
Saat buka posisi, margin akan dibekukan sebagai jaminan. Uang itu baru bisa digunakan lagi setelah posisi ditutup atau stop loss aktif.
2. Floating Loss
Ini yang paling sering terjadi. Kalau harga bergerak berlawanan dari prediksi, floating loss langsung menggerus margin kamu. Contoh: long BTC tapi harga turun terus, margin kamu langsung terkikis.
3. Biaya transaksi
Setiap kali buka atau tutup posisi, ada biaya transaksi yang diambil dari margin kamu.
4. Funding fee
Kontrak futures secara berkala mengenakan biaya funding. Kalau margin tak cukup, biaya ini akan diambil dari margin posisi, mendekatkan harga likuidasi ke harga pasar—risiko likuidasi jadi melonjak.
5. Likuidasi paksa
Kalau margin jatuh di bawah persyaratan maintenance margin, exchange akan melikuidasi posisi kamu, margin langsung berkurang.
6. Transfer keluar
Kalau dana futures kamu ditransfer ke spot atau ke tempat lain, margin kamu berkurang—batas pertahanan risiko posisi terbuka juga ikut turun.
7. Bonus expired
Bonus futures yang digunakan sebagai margin kalau kadaluarsa, akan dipotong dari saldo kamu.
Bagaimana cara mencegah margin menyusut?
3 tips bertahan:
✓ Selalu pasang stop loss — Jangan berharap keberuntungan, atur titik stop loss otomatis sejak awal
✓ Jangan over-leverage — Semakin tinggi leverage, semakin besar risikonya. Pilih rasio yang sesuai profil risiko kamu
✓ Pantau secara real-time — Awasi garis peringatan maintenance margin, tambah margin sebelum terlambat, jangan sampai baru sadar saat sudah kena likuidasi
✓ Prioritaskan mode isolated — Pemula sebaiknya pakai mode isolated untuk membatasi risiko di setiap posisi
Ingat: trading futures tidak ada “pasti untung”, yang ada hanya “bisa bertahan”. Kelola margin dengan baik biar bisa bertahan lebih lama.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Margin dalam Perdagangan Futures: Semua yang Perlu Anda Ketahui
Dalam trading futures, margin adalah “nyawa” kamu—margin menentukan seberapa besar posisi yang bisa kamu buka, seberapa besar risiko yang bisa kamu tanggung, dan kapan kamu akan terkena likuidasi paksa. Hal ini wajib dipahami, kalau tidak, bisa-bisa langsung kena margin call.
Sebenarnya, apa itu margin?
Sederhananya, margin adalah uang yang kamu gunakan untuk “bertaruh”. Misalnya, kamu ingin membuka kontrak futures senilai 10.000 USD, tapi kamu tidak perlu membayar penuh—cukup setor sesuai rasio leverage (misal 10%) yaitu 1.000 USD sebagai jaminan. Dengan begitu, kamu bisa mengendalikan posisi besar dengan modal sedikit—kalau untung bisa dobel-dobel, tapi kalau rugi juga sakitnya dobel.
Perbandingan dua mode margin:
Mode Isolated = Setiap posisi berdiri sendiri
Mode Cross = Semua dana akun jadi satu pool margin
Kenapa margin kamu menyusut? 7 Fakta Penting
1. Buka posisi baru
Saat buka posisi, margin akan dibekukan sebagai jaminan. Uang itu baru bisa digunakan lagi setelah posisi ditutup atau stop loss aktif.
2. Floating Loss
Ini yang paling sering terjadi. Kalau harga bergerak berlawanan dari prediksi, floating loss langsung menggerus margin kamu. Contoh: long BTC tapi harga turun terus, margin kamu langsung terkikis.
3. Biaya transaksi
Setiap kali buka atau tutup posisi, ada biaya transaksi yang diambil dari margin kamu.
4. Funding fee
Kontrak futures secara berkala mengenakan biaya funding. Kalau margin tak cukup, biaya ini akan diambil dari margin posisi, mendekatkan harga likuidasi ke harga pasar—risiko likuidasi jadi melonjak.
5. Likuidasi paksa
Kalau margin jatuh di bawah persyaratan maintenance margin, exchange akan melikuidasi posisi kamu, margin langsung berkurang.
6. Transfer keluar
Kalau dana futures kamu ditransfer ke spot atau ke tempat lain, margin kamu berkurang—batas pertahanan risiko posisi terbuka juga ikut turun.
7. Bonus expired
Bonus futures yang digunakan sebagai margin kalau kadaluarsa, akan dipotong dari saldo kamu.
Bagaimana cara mencegah margin menyusut?
3 tips bertahan:
✓ Selalu pasang stop loss — Jangan berharap keberuntungan, atur titik stop loss otomatis sejak awal
✓ Jangan over-leverage — Semakin tinggi leverage, semakin besar risikonya. Pilih rasio yang sesuai profil risiko kamu
✓ Pantau secara real-time — Awasi garis peringatan maintenance margin, tambah margin sebelum terlambat, jangan sampai baru sadar saat sudah kena likuidasi
✓ Prioritaskan mode isolated — Pemula sebaiknya pakai mode isolated untuk membatasi risiko di setiap posisi
Ingat: trading futures tidak ada “pasti untung”, yang ada hanya “bisa bertahan”. Kelola margin dengan baik biar bisa bertahan lebih lama.