Banyak pemula masuk ke dunia trading, dapat untung sedikit jadi serakah, akhirnya satu pergerakan berlawanan langsung kena likuidasi. Sebenarnya masalahnya bukan di kemampuan trading, tapi di nggak pakai take profit/stop loss (TP/SL) dengan baik.
Singkatnya, TP/SL itu seperti pasang “autopilot” di order kamu—kamu atur dua level harga penting sebelumnya:
Take Profit (TP): Otomatis jual saat sudah cukup untung, kunci profitnya
Stop Loss (SL): Otomatis cut loss saat rugi sudah sampai batas, jangan biarkan kerugian kecil jadi besar
Kenapa harus pakai?
Yang paling bahaya dalam trading bukan rugi, tapi rugi tapi masih nggak rela cut loss. Psikologis bisa bikin kamu menunda-nunda, rugi kecil jadi rugi besar. TP/SL itu seperti tombol pause untuk emosi kamu—otomatis eksekusi saat harga tercapai, nggak perlu mantengin chart terus.
Sebaliknya, saat harga naik, banyak juga yang galau “masih bisa naik nggak ya?” Akhirnya malah ketinggalan momen jual terbaik. Kalau sudah ada TP, begitu target harga tercapai langsung auto jual, nggak perlu begadang mikirin market.
Sebelum pakai, wajib tahu jebakan ini
Order belum tentu pasti tereksekusi:
Kalau harga pasar belum menyentuh harga trigger yang kamu set, TP/SL cuma jadi pajangan
Kalau pergerakan harga terlalu ekstrem, sistem bisa delay eksekusi, harga eksekusi kamu bisa slip dari yang diharapkan
Kalau di order list ada posisi berlawanan (misal, long dan short sekaligus), TP kena malah bisa buka posisi baru, harus perhatikan verifikasi margin
Ukuran posisi terlalu besar juga percuma: Kalau nilai posisi melebihi batas sistem, TP/SL sama sekali nggak bisa jalan.
Tips praktis
Jangan serakah: Set TP di profit yang realistis (misal 5%-15%), jangan berharap cuan puluhan kali lipat
SL wajib: Batas kerugian biasanya dipasang di 2%-5% dari modal, begitu kena langsung cut loss
Di market volatile cek terus: Market ekstrem bisa bikin TP/SL delay atau slip, kalau perlu close manual lebih aman
Singkatnya: TP/SL bukan buat cari untung gede, tapi buat jaga nyawa modal. Bisa pakai fitur ini, kamu sudah menang dari 50% trader retail.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
TP/SL: Penyelamat Trader, Apakah Kamu Sudah Menggunakannya dengan Benar?
Banyak pemula masuk ke dunia trading, dapat untung sedikit jadi serakah, akhirnya satu pergerakan berlawanan langsung kena likuidasi. Sebenarnya masalahnya bukan di kemampuan trading, tapi di nggak pakai take profit/stop loss (TP/SL) dengan baik.
Singkatnya, TP/SL itu seperti pasang “autopilot” di order kamu—kamu atur dua level harga penting sebelumnya:
Kenapa harus pakai?
Yang paling bahaya dalam trading bukan rugi, tapi rugi tapi masih nggak rela cut loss. Psikologis bisa bikin kamu menunda-nunda, rugi kecil jadi rugi besar. TP/SL itu seperti tombol pause untuk emosi kamu—otomatis eksekusi saat harga tercapai, nggak perlu mantengin chart terus.
Sebaliknya, saat harga naik, banyak juga yang galau “masih bisa naik nggak ya?” Akhirnya malah ketinggalan momen jual terbaik. Kalau sudah ada TP, begitu target harga tercapai langsung auto jual, nggak perlu begadang mikirin market.
Sebelum pakai, wajib tahu jebakan ini
Order belum tentu pasti tereksekusi:
Ukuran posisi terlalu besar juga percuma: Kalau nilai posisi melebihi batas sistem, TP/SL sama sekali nggak bisa jalan.
Tips praktis
Singkatnya: TP/SL bukan buat cari untung gede, tapi buat jaga nyawa modal. Bisa pakai fitur ini, kamu sudah menang dari 50% trader retail.