Gate News, beberapa lembaga keuangan inti di Swiss telah secara bersama-sama memulai uji coba sandbox untuk stablecoin franc Swiss, yang menandai langkah yang nyata bagi sistem keuangan tradisional Eropa dalam bidang penyelesaian on-chain. Pihak yang terlibat meliputi UBS Group, Sygnum Bank, perusahaan keuangan Swiss Post, dan lembaga lainnya; proyek ini akan beroperasi hingga 2026 dalam lingkungan yang teregulasi, serta akan dibuka untuk lebih banyak bank dan perusahaan.
Tujuan inti dari rencana sandbox ini adalah membangun lapisan penyelesaian digital berbasis blockchain, sehingga lembaga keuangan dapat menguji fungsi pembayaran stablecoin, kliring, dan pemindahan aset dalam kondisi pasar yang benar-benar terjadi. Proyek ini menetapkan batasan nilai transaksi dan jumlah peserta untuk memastikan risikonya dapat dikendalikan, sekaligus mengumpulkan data dan pengalaman untuk penerapan komersial berskala besar di masa depan.
Dari latar belakang industri, stablecoin sedang dipercepat penetrasinya ke sistem pembayaran global. Data menunjukkan bahwa saat ini total pasokan stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS sudah mendekati 300 miliar dolar AS, dengan USDT dan USDC mendominasi. Sementara itu, analisis Standard Chartered Bank menilai bahwa frekuensi perdagangan stablecoin terus meningkat, dan dalam beberapa tahun mendatang ukuran pasar berpotensi berkembang hingga level 2 triliun dolar AS.
Dalam konteks ini, dorongan Swiss untuk melakukan uji coba stablecoin berbasis mata uang lokal memiliki makna strategis yang jelas. Di satu sisi, hal ini dapat meningkatkan daya saing digital infrastruktur keuangan domestik. Di sisi lain, ini juga menyediakan jalur teknologi baru untuk pembayaran lintas negara, penyelesaian oleh institusi, serta tokenisasi aset. Terutama di tengah lingkungan regulasi global yang semakin jelas, stablecoin yang patuh (compliant) berpotensi menjadi pelengkap penting bagi sistem perbankan tradisional.
Perlu dicatat bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada verifikasi teknologi, tetapi juga menekankan skenario bisnis yang nyata, seperti pembayaran perusahaan, kliring antarlembaga perbankan, dan kustodi aset digital. Seiring pengujian berlangsung, kesesuaian stablecoin dalam sistem keuangan yang sesungguhnya akan memperoleh verifikasi yang lebih jelas.
Dari sudut pandang yang lebih makro, langkah Swiss ini mencerminkan bahwa sistem keuangan global sedang berevolusi menuju “on-chain”. Jika hasil pengujian positif, stablecoin franc Swiss mungkin menjadi salah satu aset stablecoin berbasis mata uang lokal pertama di Eropa yang mencapai penerapan berskala besar, sehingga membawa variabel baru bagi peta persaingan stablecoin global. (The Block)