Pesan BlockBeats, 4 April, pendiri Telegram Pavel Durov menulis di kanal pribadinya, menyatakan bahwa meskipun Telegram telah lama dibatasi di Rusia, data menunjukkan masih ada sekitar 65 juta pengguna Rusia yang menggunakan aplikasi tersebut setiap hari melalui cara seperti VPN, dengan lebih dari 50 juta orang tetap aktif dalam pesan harian.
Sementara itu, pemerintah Rusia terus meningkatkan upaya pemblokiran terhadap VPN, namun langkah-langkah tersebut menghadapi tantangan pada level teknis. Dilaporkan bahwa baru-baru ini operasi pemblokiran jaringan bahkan sempat memicu gangguan pada sistem pembayaran, dan di beberapa wilayah untuk sementara kembali beralih ke transaksi tunai.
Kondisi serupa juga terjadi di Iran. Sejak penutupan Telegram, otoritas pada awalnya berharap mendorong penerapan aplikasi komunikasi lokal yang dapat diawasi, tetapi hasilnya justru mendorong pertumbuhan penggunaan VPN secara besar-besaran, membentuk fenomena luas “penghindaran digital”.
Analisis menilai bahwa dalam lingkungan yang sangat mengatur, kebutuhan pengguna terhadap kebebasan komunikasi dan privasi terus bertahan, sementara perlawanan teknis terus meningkat. Dengan semakin banyak pengembang yang ikut berpartisipasi dalam membangun VPN dan alat proxy, pertarungan yang berkaitan dengan akses informasi dan regulasi diperkirakan makin menguat.