
2 April, data dari platform pemantauan on-chain Onchain Lens menunjukkan bahwa aset kripto StakeStone (STO) dalam 24 jam mencatat kenaikan maksimum sebesar 166,9%, dengan harga melonjak hingga 0,49159 dolar AS. Pada hari yang sama, sebuah alamat on-chain baru (akhiran “0x2c2c”) menarik dari bursa sebanyak 11,76 juta token STO, dan dalam waktu kurang dari 24 jam sudah mencatat keuntungan di atas kertas sebesar 4,05 juta dolar AS.
(Sumber: Onchain Lens)
Dalam pergerakan harga STO kali ini, pemantauan on-chain menemukan dua catatan anomali penarikan dana dalam jumlah besar dari Binance:
Akhiran alamat “0x2c2c”: dompet baru, menarik 11,76 juta token STO, biaya sekitar 2,94 juta dolar AS, nilai aset yang sedang dipegang saat ini sekitar 6,99 juta dolar AS, keuntungan di atas kertas 4,05 juta dolar AS dalam 24 jam
Akhiran alamat “0x5e2E”: dalam 20 jam terakhir menarik 25,50 juta token STO, sekitar 4,85 juta dolar AS, menyumbang sekitar 11,32% dari peredaran
Kedua penarikan tersebut mengalir ke alamat self-custody di dalam rantai, bukan masuk ke bursa terpusat lain. Ketika token ditarik dalam jumlah besar dari bursa, biasanya berarti pihak yang memegang memilih untuk menyimpannya sendiri; dalam jangka pendek, kemungkinan adanya tekanan jual langsung cenderung relatif lebih rendah.
Salah satu latar belakang dari putaran kenaikan harga STO ini adalah Stone Wallet baru-baru ini meluncurkan fitur pembayaran kode QR (QR Code), yang mendukung skenario konsumsi mata uang kripto di lebih dari 10 wilayah, serta tidak membebankan biaya layanan tambahan. Fitur ini memperluas skenario penggunaan aktual STO dan mendorong meningkatnya antusiasme komunitas.
Data pasar turut membuktikan tingkat keanehan pergerakan harga tersebut: volume transaksi dalam 24 jam melesat dari sekitar 66,00 juta dolar AS pada hari sebelumnya menjadi kisaran 452 juta hingga 547 juta dolar AS, dengan peningkatan sebesar 590,8%; open interest yang belum ditutup juga ikut meningkat, nilai pasar saat ini sekitar 105 juta dolar AS. Rasio antara volume transaksi dan nilai pasar menunjukkan bahwa dalam jangka pendek terdapat arus masuk dana eksternal dalam jumlah besar, sehingga risiko likuiditas layak untuk diperhatikan.
Dari sudut pandang indikator teknis, setelah STO melesat cepat, Relative Strength Index (RSI) sudah masuk ke zona overbought, dan indikator stokastik (Stoch) juga menunjukkan bahwa momentum jangka pendek telah mencapai level tinggi. Para analis menilai bahwa apakah level support kunci mampu menahan dengan efektif penurunan berikutnya akan menjadi dasar pengamatan utama untuk menilai apakah tren harga akan berlanjut.
Tekanan potensial dari unlock token merupakan variabel risiko lain. Dalam lingkungan di mana pasokan peredaran token relatif terkonsentrasi dan perilaku penarikan oleh alamat “whale” secara signifikan memengaruhi sentimen pasar, investor jangka pendek perlu tetap waspada terhadap risiko koreksi.
STO adalah token asli dari protokol DeFi StakeStone. StakeStone berfokus pada staking lintas-chain dan manajemen likuiditas, memungkinkan pengguna untuk secara fleksibel menerapkan aset staking di banyak blockchain dan memperoleh imbal hasil.
Token bernilai besar yang dipindahkan dari bursa terpusat ke alamat on-chain dalam jangka pendek mengurangi pasokan likuiditas yang dapat diperdagangkan di pasar, yang biasanya dianggap oleh analis on-chain sebagai sinyal bahwa keinginan mempertahankan (holding) meningkat. Namun, tindakan seperti ini tidak secara langsung setara dengan dukungan dari order beli di masa berikutnya; pihak yang memegang dapat memilih keluar kapan saja.
Indikator teknis menunjukkan RSI overbought, ditambah adanya potensi tekanan unlock token dan volume transaksi yang sangat terkonsentrasi, sehingga dalam jangka pendek ada kemungkinan koreksi. Data on-chain dan analisis pasar yang disajikan dalam artikel ini hanya untuk referensi, dan tidak merupakan saran investasi apa pun.