BlockBeats pesan, 31 Maret, pendiri Twitter Jack Dorsey dan Roelof Botha bersama-sama menulis artikel panjang berjudul “From Hierarchy to Intelligence” (“Dari Struktur Hirarkis ke Sistem Kecerdasan”), yang menjelaskan bahwa penggunaan AI untuk menggantikan koordinasi hirarkis manusia akan menjadi pola umum bagi organisasi masa depan, dan mengakhiri ketergantungan pada hirarki yang telah berlangsung selama lebih dari dua ribu tahun. Poin inti mereka adalah sebagai berikut:
Selama lebih dari 2000 tahun, desain organisasi telah dibangun di atas sistem hierarkis (Hierarchy). Struktur ini berasal dari era militer dan industri, dan terutama dibatasi oleh “rentang kendali” manusia yang umumnya hanya efektif untuk mengelola 3-8 orang. Sistem hierarkis pada dasarnya adalah “protokol routing informasi”, namun akan secara signifikan memperlambat arus informasi dan kecepatan pengambilan keputusan seiring bertambahnya level hierarki. Block sedang mencoba menggantikan sepenuhnya fungsi koordinasi hirarkis manusia dengan AI, mengubah perusahaan dari “organisasi hierarkis” menjadi “perusahaan yang dibangun sebagai entitas (agen) cerdas”. Nilai akan bergeser dari hirarki ke kecerdasan; peran manusia didorong ke “pinggiran”, bertanggung jawab untuk berhadapan langsung dengan realitas, intuisi, dan etika, sedangkan AI bertugas untuk melakukan koordinasi, penyelarasan, dan pengambilan keputusan secara proaktif.
Dalam artikel tersebut, mereka mengusulkan penggunaan AI untuk membangun dua model dunia kunci sebagai pengganti manajemen tingkat menengah:
Model dunia perusahaan: berdasarkan berbagai catatan keputusan, kode, dokumen, dan lainnya yang dihasilkan dari kerja jarak jauh, agar AI terus memahami kondisi operasional internal perusahaan.
Model dunia pelanggan: berdasarkan data transaksi nyata yang dihasilkan oleh Cash App, Square, dan lain-lain (Block berpendapat bahwa uang adalah sinyal yang paling jujur), untuk membentuk pemahaman yang mendalam tentang kondisi ekonomi riil pelanggan.