Tunku Ismail Idris Roadmap Baru: RMJDT Stablecoin Diluncurkan, Aplikasi Pengembangan Jalan Belanda Singapura

RMJDT穩定幣問世

Kepala Negara bagian Johor, Tunku Ismail Idris, memiliki kepentingan bisnis yang meliputi properti mewah di Singapura, bahan bangunan, layanan kesehatan, proyek reklamasi pantai, dan stablecoin kripto, yang menjadi bagian inti dari kekaisaran bisnis besar Kerajaan Johor. Dipimpin oleh Raja Malaysia, Kerajaan Johor menguasai aset minimal 5,7 miliar dolar AS, sebagian besar berupa properti di Singapura.

Proyek Properti Mewah Seluas 16,6 Hektar di Singapura: Lokasi Emas Warisan Kerajaan

Tunku Ismail Idris baru-baru ini mengajukan permohonan untuk mengembangkan tanah hak milik permanen seluas 16,6 hektar di Singapura menjadi hunian bertingkat rendah dan berkepadatan rendah, termasuk rumah mewah—jenis hunian tanah yang paling langka di Singapura dan hanya dapat dibangun di area tertentu yang ditunjuk.

Lahan tersebut terletak di antara Holland Road dan Tyersall Avenue, berdekatan dengan Kebun Raya Singapura, di kawasan hunian elit. Tanah ini awalnya merupakan bagian dari 21,1 hektar tanah warisan keluarga Kerajaan Johor, yang tahun lalu direstrukturisasi melalui pertukaran dengan sekitar 8,5 hektar tanah milik negara, membentuk lahan seluas 16,6 hektar saat ini, memperkuat posisi Kerajaan dalam kepemilikan properti di kawasan paling mahal di Singapura.

Peta Investasi Inti Tunku Ismail Idris

Knusford Berhad: Ketua Dewan Direksi dan Non-Independen Non-Eksekutif di grup bahan bangunan dan konstruksi Malaysia, memegang 30,1% saham melalui perusahaan pribadi; bisnisnya meliputi bahan bangunan, konstruksi, penyewaan alat berat, dan pengembangan properti.

TMC Life Sciences: Memiliki saham di operator rumah sakit di Kuala Lumpur, dengan pemegang saham terbesar adalah Thomson Medical Group milik miliarder Singapura, Lim Reng Fook.

Spektrum Kukuh dan Spektrum Budi: Masing-masing memegang 21% saham di dua perusahaan tujuan khusus yang terlibat dalam proyek reklamasi di Tanjung Piai dan Pengerang, Johor.

Desaru Riverside Estate: Tahun lalu mengontrak perusahaan desain RSP milik Peter Lim untuk mengembangkan kediaman pribadi Kerajaan Johor di kota pesisir Desaru, Malaysia bagian tenggara.

RMJDT Stablecoin: Perusahaan pribadinya, Bullish Aim, meluncurkan stablecoin RMJDT pada Desember tahun lalu, yang dipatok ke Ringgit Malaysia dan didukung cadangan berupa deposito lokal serta obligasi pemerintah jangka pendek Malaysia.

RMJDT Stablecoin: Eksperimen Kripto Kerajaan Malaysia

RMJDT merupakan langkah paling simbolis dari Kerajaan Johor dalam bidang kripto. Menurut laporan dari Asia News Channel, token ini masih dalam tahap awal eksperimen, beroperasi dalam kerangka regulatory sandbox, dan belum dibuka untuk penggunaan langsung atau investasi publik. RMJDT dirancang sebagai stablecoin yang dipatok ke mata uang fiat, didukung oleh obligasi pemerintah jangka pendek Malaysia dan simpanan Ringgit, berbeda secara signifikan dari produk berbasis mata uang di bank komersial tradisional.

Sebelumnya, Sultan Ibrahim Iskandar dari Malaysia secara terbuka menyatakan sikap keterlibatan Kerajaan dalam kegiatan bisnis: “Saya harus mencari nafkah seperti rakyat Malaysia biasa. Saya percaya bahwa anggota kerajaan yang terlibat dalam kegiatan bisnis yang sah dan legal adalah hal yang bermanfaat.” Ia juga menambahkan, “Saya ingin mewariskan keahlian ini kepada anak-anak saya, karena mereka perlu belajar.”

Pertanyaan Umum

Siapa Tunku Ismail Idris?
Tunku Ismail Idris (Tunku Ismail Sultan Ibrahim) adalah putra sulung Sultan Ibrahim Iskandar dari Malaysia, saat ini menjabat sebagai Kepala Negara bagian Johor dan pewaris utama kekayaan Kerajaan Johor yang meliputi properti, konstruksi, layanan kesehatan, dan stablecoin kripto.

Apa itu RMJDT Stablecoin dan apakah publik bisa berinvestasi?
RMJDT adalah stablecoin yang dipatok ke Ringgit Malaysia, diluncurkan oleh perusahaan pribadi Tunku Ismail Idris, Bullish Aim, dan didukung oleh obligasi pemerintah jangka pendek Malaysia serta simpanan mata uang lokal. Saat ini, token ini beroperasi dalam kerangka regulatory sandbox dan masih dalam tahap awal eksperimen, belum dibuka untuk penggunaan atau investasi langsung oleh publik.

Berapa nilai aset Kerajaan Johor?
Menurut perkiraan Bloomberg awal 2024, Kerajaan Johor yang dipimpin oleh Raja Malaysia memiliki aset minimal 5,7 miliar dolar AS, sebagian besar berupa properti di Singapura. Angka ini belum termasuk mobil mewah, pesawat pribadi, dan aset lain yang sulit dinilai secara publik, sehingga kekayaan sebenarnya jauh lebih besar.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar