
Ripple Ledger Protocol merupakan seperangkat aturan dasar dan struktur data dari XRP Ledger (XRPL) yang dirancang untuk mencatat dan menyelesaikan transaksi, penerbitan token, serta pertukaran mata uang bagi pengguna di seluruh dunia. Protokol ini berfungsi sebagai buku besar digital yang transparan, dikelola secara kolaboratif, dan dapat diakses oleh siapa saja.
Tujuan utamanya adalah menyediakan kecepatan, biaya transaksi rendah, dan finalitas penyelesaian yang tidak dapat dibatalkan setelah konfirmasi. Ledger ini mendukung XRP secara native, memungkinkan penerbitan berbagai token, serta memiliki fitur pertukaran dan pathfinding bawaan untuk memudahkan pembayaran lintas mata uang.
Ripple Ledger Protocol mencapai konsensus mengenai “apa yang akan dicatat pada halaman berikutnya dari buku besar” melalui proses tanpa mining. Mekanismenya dapat diibaratkan seperti absensi di kelas: pada setiap putaran, mayoritas “teman sekelas tepercaya” memberikan suara untuk menentukan transaksi mana yang akan dicatat. Setelah disetujui, transaksi tersebut langsung dicatat ke dalam buku besar.
Dalam konteks ini, “teman sekelas tepercaya” adalah node validator—server yang menjalankan protokol dan memverifikasi validitas transaksi. Setiap node memiliki “Unique Node List (UNL)” sendiri, mirip buku alamat: node yang ada di daftar Anda lebih dipercaya, dan tumpang tindih yang signifikan antar daftar pengguna membantu jaringan mencapai konsensus yang andal. Tanpa mining, konfirmasi transaksi umumnya selesai dalam hitungan detik dan konsumsi energi sangat minimal.
Ripple Ledger Protocol menghadirkan fitur-fitur utama berikut:
Fitur-fitur ini membuat XRPL banyak digunakan untuk remitansi lintas negara, settlement merchant, serta deposit dan withdrawal di exchange.
Bagi pengguna baru, berikut panduan langkah demi langkah:
Catatan Risiko: Destination Tag yang salah dapat menyebabkan dana hilang; semua transfer tidak dapat dibatalkan setelah konfirmasi. Selalu mulai dengan transaksi uji dalam jumlah kecil.
Di Gate, deposit dan withdraw XRP sepenuhnya mengikuti Ripple Ledger Protocol. Berikut langkah-langkahnya:
Catatan Penting:
Ripple Ledger Protocol memungkinkan penerbit membuat token (IOU) langsung di ledger. Untuk menampung token dari penerbit tertentu, pengguna harus membuat “trust line” dengan penerbit—ibarat menetapkan batas kredit untuk menerima IOU dari pihak tersebut.
Biasanya, Anda menggunakan klien yang didukung untuk memilih akun penerbit, menentukan aset dan jumlah yang ingin diterima, lalu mengonfirmasi pembuatan trust line. Setelah trust line aktif, Anda dapat menerima dan memperdagangkan token dari penerbit tersebut.
Catatan Risiko: Trust line merupakan eksposur kredit ke penerbit. Jika penerbit gagal bayar atau berhenti menebus, IOU Anda bisa menjadi tidak bernilai. Hanya buat trust line dengan penerbit kredibel dan transparan, serta batasi eksposur Anda.
Protokol ini memiliki decentralized exchange (order book) native, sehingga pengguna bisa memperdagangkan berbagai aset langsung on-chain tanpa keluar jaringan. Protokol akan mencocokkan order dan menyelesaikan trading secara instan.
Fitur AMM (Automated Market Maker) menyediakan likuiditas lewat pool dan formula harga otomatis. Sejak 2024, mainnet XRPL mendukung AMM—pengguna dapat memasok dua sisi aset ke pool dan memperoleh biaya trading. Dengan order book DEX dan AMM, XRPL mendukung micropayment dan swap lintas aset secara efisien.
Penerapan Praktis: Untuk settlement lintas negara, sistem otomatis mencari jalur konversi paling efisien—bisa melalui order book DEX atau AMM—untuk meminimalkan slippage dan biaya.
Ripple Ledger Protocol berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum baik dari mekanisme pencatatan maupun fokus fungsional:
Ripple terutama digunakan untuk pembayaran dan settlement; Ethereum unggul di aplikasi DeFi dan DApp kompleks; Bitcoin menonjolkan resistensi sensor dan penyimpanan nilai.
Risiko utama meliputi:
Ripple Ledger Protocol menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik melalui konsensus tanpa mining—biaya rendah dan jaminan finalitas tinggi. Protokol ini mendukung transaksi multi-aset, pathfinding untuk rute optimal, exchange terintegrasi, dan secara bertahap menghadirkan solusi likuiditas seperti AMM. Dalam praktiknya, pahami persyaratan base reserve, gunakan Destination Tag dengan tepat, pantau risiko penerbit saat memegang token, dan selalu waspada terhadap phishing. Untuk pembayaran lintas negara yang cepat dan andal serta arus exchange, Ripple adalah solusi fondasi yang kuat.
Trust line adalah hubungan kredit antara dua akun di XRPL. Anda harus membuat trust line sebelum menerima aset dari pengguna lain—fungsinya mirip membuka fasilitas kredit di bank. Trust line memberi kendali penuh atas aset mana yang diterima dan dari siapa, meningkatkan keamanan serta fleksibilitas pengelolaan aset.
Penerbitan token di XRPL sangat mudah—bahkan non-developer dapat melakukannya. Tidak perlu menulis kode atau membuat smart contract; cukup atur parameter penerbitan di akun Anda untuk membuat aset digital sendiri. Namun, pastikan Anda memahami regulasi yang berlaku sebelum menerbitkan token agar tetap sesuai hukum.
Ya—XRP Ledger secara konsisten lebih cepat daripada Bitcoin. XRPL biasanya mengonfirmasi transaksi dalam 3–5 detik, sedangkan Bitcoin sekitar 10 menit per blok. Keunggulan kecepatan ini berasal dari algoritma konsensus XRPL yang tidak membutuhkan perhitungan Proof-of-Work seperti Bitcoin.
Transaksi di XRPL hanya dikenakan biaya sangat kecil—sekitar 0,00001 XRP per transfer (hanya pecahan sen). Dibandingkan biaya gas Bitcoin atau Ethereum yang lebih tinggi, biaya XRPL sangat rendah—sangat cocok untuk micropayment dan transfer lintas negara yang sering.
XRPL menyediakan berbagai tools pengembangan—termasuk library resmi seperti ripple-lib (JavaScript/Python), WebSocket API, dan lainnya. Pemula dapat memulai dengan membaca dokumentasi resmi dan contoh kode di GitHub; Gate juga menyediakan API untuk membangun aplikasi secara cepat. Sebaiknya pahami arsitektur inti XRPL sebelum melangkah ke tahap pengembangan lebih lanjut.


