
Long adalah strategi bertaruh bahwa harga suatu aset akan naik.
Long berarti membeli atau membuka posisi long pada aset yang diyakini akan naik nilainya, lalu menjualnya di harga lebih tinggi untuk memperoleh keuntungan. Dalam kripto, long bisa dilakukan dengan pembelian spot sederhana, atau memanfaatkan leverage maupun perpetual contract untuk memperbesar potensi imbal hasil—namun risikonya juga meningkat.
Pada long spot, Anda tidak bisa dilikuidasi secara paksa, dan risiko utama adalah kerugian belum terealisasi jika harga turun. Untuk long contract, Anda berdagang dengan margin; jika harga turun hingga batas likuidasi, sistem otomatis menutup posisi dan merealisasikan kerugian Anda.
Long adalah strategi paling umum di pasar kripto.
Aset kripto sangat volatil dan sering mengalami tren naik yang signifikan. Memahami instrumen dan risiko dalam long membantu Anda berpartisipasi optimal di siklus bullish sekaligus menghindari likuidasi paksa akibat leverage berlebih.
Bahkan jika Anda investor jangka panjang, Anda akan menghadapi keputusan seperti “pembelian spot,” “dollar-cost averaging,” atau “buy the dip”—semua termasuk strategi long. Memahami biaya dan risiko setiap strategi long membantu Anda mengelola modal lebih aman dan efisien.
Pada intinya, long berarti menggunakan modal untuk meraih keuntungan dari kenaikan harga, meskipun penyelesaian spot dan derivatif berbeda.
Long spot sangat sederhana: gunakan USDT untuk membeli BTC, lalu jual saat harga naik. Keuntungan bersih adalah harga jual dikurangi harga beli dan biaya; tidak ada risiko likuidasi, namun modal sepenuhnya terikat.
Pada long contract, tiga faktor utama: margin, leverage, dan harga likuidasi. Anda menyetorkan sebagian dana sebagai margin, sehingga dapat membuka posisi beberapa kali lipat dari setoran. Kerugian dihitung berdasarkan nilai notional yang diperbesar; jika margin Anda tidak mencukupi akibat pergerakan harga negatif, posisi akan dilikuidasi.
Funding rate adalah fitur khas pada perpetual contract—diselesaikan berkala dan berfungsi sebagai biaya atau insentif. Saat pasar mayoritas long, funding rate biasanya positif, sehingga long membayar short; sebaliknya jika mayoritas short. Ini serupa dengan “biaya pinjam atau subsidi.”
Contoh: Jika BTC naik dari $60.000 ke $66.000—kenaikan 10%:
Langkah dasar membuka posisi long di Gate dengan perpetual contract:
Langkah 1: Pilih perpetual contract berdenominasi USDT dan atur leverage sesuai toleransi risiko, misal 3-5x.
Langkah 2: Pilih mode “isolated margin” untuk membatasi risiko pada satu posisi; masukkan harga beli dan jumlah yang diinginkan.
Langkah 3: Atur order stop-loss dan take-profit saat entry—misal, otomatis jual jika harga turun di bawah level kunci atau take profit di target Anda.
Langkah 4: Setelah posisi terbuka, pantau funding rate dan harga likuidasi agar posisi tidak terlalu dekat dengan risiko likuidasi.
Ada beberapa metode long di kripto, masing-masing dengan biaya dan risiko berbeda.
Di pasar spot Gate, cara paling langsung adalah membeli koin yang Anda yakini akan naik—misal dengan dollar-cost averaging untuk menyebar waktu pembelian (misal pembelian BTC mingguan).
Pada margin trading Gate, Anda bisa meminjam dana untuk memperbesar posisi—misalnya meminjam USDT untuk membeli ETH sama dengan long dengan leverage. Selalu perhatikan suku bunga dan risiko likuidasi.
Dengan produk futures Gate, long pada perpetual contract USDT atau coin adalah hal umum. Anda bisa mengelola risiko penurunan dengan leverage 3-5x serta strategi stop-loss dan trailing take-profit.
Bagian leveraged token Gate menawarkan produk seperti BTC3L (3x long BTC), yang menggunakan mekanisme rebalancing internal untuk menargetkan imbal hasil sekitar 3x aset dasar—tanpa perlu mengatur leverage atau menambah margin manual. Namun, di pasar sideways produk ini bisa terkena “efek decay.”
Alat dan strategi kuantitatif mencakup grid bot dengan bias bullish (beli di harga rendah, jual di harga tinggi dalam rentang tertentu) atau melakukan hedging volatilitas dengan memegang long spot dan sebagian short contract untuk mengurangi drawdown.
Manajemen risiko lebih krusial daripada arah—khususnya saat menggunakan leverage.
Langkah 1: Kontrol leverage dan ukuran posisi. Kebanyakan pemula membatasi leverage maksimal 3-5x dan tidak mengalokasikan lebih dari 10%-20% total modal pada satu transaksi.
Langkah 2: Gunakan isolated margin dan stop-loss yang tegas. Isolated margin membatasi risiko per transaksi; stop-loss jelas mencegah likuidasi instan.
Langkah 3: Jaga buffer margin. Pastikan jarak cukup antara harga saat ini dan harga likuidasi; tambahkan margin atau kurangi posisi saat volatilitas tinggi.
Langkah 4: Pantau funding rate dan biaya pinjaman. Funding rate positif berkepanjangan meningkatkan biaya long—pertimbangkan pindah ke spot atau leveraged token bila perlu.
Langkah 5: Skala entry dan exit. Gunakan pembelian/penjualan bertahap untuk mengurangi risiko timing; turunkan leverage sebelum rilis data penting.
Langkah 6: Perhatikan likuiditas dan slippage. Bertransaksilah di waktu likuiditas tinggi dan pilih pair yang dalam untuk menghindari slippage besar dari order pasar.
Setahun terakhir, tiga metrik utama: harga & volume, aktivitas leverage, likuidasi & funding rate.
Harga & volume: Pada Maret 2024, Bitcoin mendekati rekor tertinggi di sekitar $73.000, memicu sentimen bullish di mayoritas koin. Saat pasar mencapai high lokal (“tahun ini” atau “enam bulan terakhir”), koreksi bisa tajam—stop-loss dan kontrol posisi sangat penting saat long.
Aktivitas leverage: Sepanjang 2024, derivatif konsisten menyumbang lebih dari 70% volume perdagangan kripto, menandakan mayoritas long (dan short) terjadi di futures contract. Pantau rasio long/short dan open interest di bursa untuk mengidentifikasi posisi long yang terlalu padat.
Likuidasi & funding rate: Pada 2024, beberapa hari mencatat likuidasi jaringan melebihi $1 miliar—posisi leverage tinggi sangat rentan saat pergerakan besar. Funding rate perpetual contract koin utama sering positif di pasar bullish (sekitar 0,01%-0,05% per 8 jam), jadi perhitungkan biaya ini jika ingin hold jangka panjang.
Untuk pemantauan di Gate:
Langkah 1: Cek riwayat funding rate dan rasio long/short pada contract target Anda—identifikasi jika long terlalu padat.
Langkah 2: Bandingkan harga likuidasi antara contract USDT dan coin untuk memilih struktur hold yang lebih aman.
Langkah 3: Atur price alert agar Anda bisa menurunkan leverage atau mengurangi posisi saat terjadi event makro atau arus dana on-chain besar.
Keduanya sama-sama strategi arah, tetapi berbeda dari sisi sumber keuntungan dan struktur biaya.
Long untung dari kenaikan harga dan biasanya lebih baik di pasar bullish, namun dapat dikenakan funding rate positif atau bunga pinjaman. Short untung dari penurunan harga (bear market), sering menerima insentif funding rate negatif namun berisiko “short squeeze” jika harga naik tajam.
Spot trading hanya memungkinkan long—tidak ada short spot. Untuk short, Anda biasanya memerlukan contract atau meminjam koin untuk dijual ke pasar. Dari sisi risiko: kerugian maksimum pada long biasanya terbatas pada modal yang diinvestasikan; short berpotensi rugi tanpa batas jika harga melonjak tanpa pengelolaan risiko.
Long berarti membeli dan menahan dengan harapan harga naik; short berarti menjual dengan harapan harga turun. Intinya: long untung saat harga naik, short untung saat harga turun. Keduanya strategi trading berlawanan. Pemula biasanya mulai dari long karena lebih mudah dipahami.
Tidak wajib. Platform seperti Gate memungkinkan Anda mengatur stop-loss dan take-profit sehingga transaksi berjalan otomatis pada harga yang Anda tentukan. Namun, untuk aset sangat volatil, pemantauan berkala dapat membantu mengelola risiko dan menangkap peluang.
Pertama, tetap tenang—fluktuasi harga adalah hal biasa di kripto. Anda punya beberapa opsi: tahan selama volatilitas (jika fundamental masih solid), atur stop-loss sesuai batas risiko, atau average down dengan membeli di harga lebih rendah. Kuncinya, miliki rencana sebelum entry, bukan bereaksi setelah rugi.
Sangat berbeda. Tanpa leverage, kerugian maksimum hanya terbatas pada modal pokok; dengan leverage (misal 5x), baik untung maupun rugi menjadi lima kali lipat—penurunan 20% saja bisa melikuidasi posisi Anda. Leverage adalah pedang bermata dua; trader baru sebaiknya mulai dari long spot untuk belajar lebih dulu.
Sinyal umum: breakout teknikal di atas resistance kunci, berita fundamental positif (pertumbuhan ekosistem, use case baru), sentimen pasar membaik, dan volume naik. Tak ada sinyal yang pasti; gunakan beberapa indikator untuk konfirmasi dan selalu atur ukuran posisi secara konservatif di pasar tidak pasti.


