
Annualized yield adalah proses mengonversi imbal hasil dari periode berbeda—seperti harian, mingguan, atau bulanan—menjadi tingkat persentase tahunan yang terstandar, sehingga memungkinkan perbandingan langsung antar berbagai produk dan strategi. Ini merupakan alat pengukuran, bukan jaminan atau janji imbal hasil.
Sebagai analogi sehari-hari: Jika Anda memperoleh 1% setiap bulan, menghitung totalnya selama satu tahun menggambarkan konsep annualized yield. Dalam dunia kripto dan DeFi, protokol umumnya menampilkan imbal hasil staking, lending, atau market-making menggunakan satu metrik annualized yield, sehingga pengguna dapat lebih mudah membandingkan dan memilih opsi.
APR (Annual Percentage Rate) menunjukkan imbal hasil tahunan tanpa bunga berbunga, sedangkan APY (Annual Percentage Yield) memperhitungkan efek compounding. Compounding berarti penghasilan yang diinvestasikan kembali sehingga menghasilkan imbal hasil tambahan—fitur umum dalam strategi auto-compounding.
Rumus sederhana:
Contoh: Jika produk menawarkan APR 10% dan compounding bulanan, APY ≈ (1 + 0,10/12)^12 − 1 ≈ 10,47%. Pada kondisi yang sama, APY biasanya lebih tinggi dari APR karena adanya efek compounding.
Perhitungan tergantung pada apakah tingkat imbal hasil tetap dan apakah compounding diterapkan. APR tetap dapat langsung dikonversi ke APY; untuk tingkat variabel, dibutuhkan akumulasi berbobot waktu atau segmentasi.
Langkah 1: Identifikasi metrik yang digunakan. Jika halaman menampilkan APR, compounding biasanya tidak termasuk; jika menampilkan APY, compounding atau frekuensi defaultnya sudah diperhitungkan.
Langkah 2: Tentukan frekuensi compounding. Jika protokol otomatis menambah penghasilan ke pokok setiap hari, n = 365; jika mingguan, n = 52; jika tidak ada auto-compounding, n = 0 dan APR tetap menjadi metrik yang digunakan.
Langkah 3: Untuk tingkat variabel, lakukan perhitungan per segmen. Konversi imbal hasil harian/mingguan aktual untuk tiap periode, lalu kalikan secara kumulatif untuk hasil tahunan. Contoh, mengalikan tingkat harian: APY ≈ ∏(1 + ri) − 1.
Pada lending atau staking on-chain, tingkat imbal hasil berfluktuasi tergantung utilisasi modal dan permintaan pasar. Rata-rata 30 hari atau estimasi berbobot berjalan dapat memberikan annualized yield yang lebih akurat.
Annualized yield digunakan dalam staking dan market-making untuk menampilkan tingkat imbal hasil dan membandingkan strategi. Staking melibatkan penguncian aset pada jaringan atau protokol untuk memperoleh reward—mirip dengan menempatkan dana di "rekening tabungan digital."
Liquidity mining berarti menyediakan dua atau lebih aset ke pool trading untuk memperoleh biaya transaksi dan reward token, sehingga secara efektif "mengisi ulang" pasar dan berbagi pendapatan. Protokol menggunakan metrik annualized yield agar pengguna dapat membandingkan berbagai pool dan skema reward.
Skenario aplikasi:
Per 2025, lending stablecoin utama dan staking berisiko rendah umumnya menawarkan annualized yield di kisaran satu digit persen; mining berbasis reward dapat lebih tinggi, namun disertai volatilitas dan risiko yang lebih besar.
Anda dapat memeriksa annualized yield pada halaman finance dan staking exchange. Sebagai contoh di Gate:
Langkah 1: Masuk ke bagian finance atau staking Gate dan temukan daftar produk.
Langkah 2: Tinjau metrik yang ditampilkan. "APR" berarti compounding tidak termasuk; "APY" berarti compounding sudah dihitung atau auto-reinvest menjadi standar.
Langkah 3: Buka detail produk untuk memeriksa opsi compounding, frekuensi perhitungan bunga, durasi penguncian, aturan pencairan awal, dan biaya. Produk yang mendukung "auto-compound" akan memberikan imbal hasil yang lebih mendekati APY.
Langkah 4: Perhatikan jenis aset reward. Jika imbal hasil dibayarkan dalam token tertentu, tinjau volatilitas harganya karena akan memengaruhi keuntungan riil Anda.
Berikut dua contoh sederhana:
Contoh 1 (APR ke APY): Sebuah produk menawarkan APR 12% dengan compounding harian. APY ≈ (1 + 0,12/365)^365 − 1 ≈ 12,75%. Tanpa compounding, imbal hasil riil tetap 12%.
Contoh 2 (Annualisasi imbal hasil harian): Imbal hasil harian 0,05% (yaitu 0,0005). APY ≈ (1 + 0,0005)^365 − 1 ≈ 18,25%. Imbal hasil harian yang kecil dapat tumbuh signifikan dalam setahun melalui compounding.
Contoh 3 (Segmentasi tingkat variabel): Segmen pertama: 10 hari dengan rata-rata imbal hasil harian 0,03%; Segmen kedua: 20 hari dengan rata-rata imbal hasil harian 0,02%; Segmen ketiga: Hari tersisa dengan rata-rata imbal hasil harian 0,01%. Kalikan tiap segmen: APY ≈ (1 + 0,0003)^10 × (1 + 0,0002)^20 × (1 + 0,0001)^(365−30) − 1.
Annualized yield tinggi biasanya disertai ketidakpastian lebih besar. Risiko utama meliputi:
Selalu lakukan riset mandiri dan mulai dengan investasi kecil untuk diversifikasi risiko—jangan pernah mengalokasikan seluruh dana pada satu opsi berimbal hasil tinggi.
Kesalahpahaman 1: Menganggap annualized yield sebagai nilai pasti. Ini hanya metrik pengukuran—imbal hasil riil bisa berbeda karena biaya, slippage, atau volatilitas.
Kesalahpahaman 2: Mengabaikan perbedaan APR vs. APY. Hanya memperhatikan APR saat ada auto-compounding bisa menyebabkan estimasi imbal hasil riil keliru; hanya fokus pada APY tanpa compounding menghasilkan hasil aktual lebih rendah.
Kesalahpahaman 3: Hanya melihat angka tanpa memperhatikan ketentuan. Periode penguncian, aturan pencairan, jenis aset reward, dan frekuensi perhitungan bunga semuanya memengaruhi pendapatan riil.
Kesalahpahaman 4: Mengabaikan biaya. Biaya transaksi, biaya pengelolaan, selisih lending, dan biaya penarikan mengurangi imbal hasil bersih dan harus diperhitungkan dalam annualized yield.
Gunakan annualized yield sebagai alat perbandingan, namun selalu pertimbangkan risiko dan likuiditas terkait.
Langkah 1: Tentukan tujuan dan batasan—tetapkan target imbal hasil beserta durasi penguncian dan tingkat risiko yang dapat diterima.
Langkah 2: Standarisasi metrik perbandingan—konversikan APR atau APY semua produk ke basis yang sama (frekuensi compounding seragam).
Langkah 3: Evaluasi volatilitas dan kualitas token—stabilitas dan fundamental aset reward/staking sangat memengaruhi imbal hasil bersih Anda.
Langkah 4: Hitung biaya dan pajak—masukkan biaya transaksi, biaya pengelolaan, penalti pencairan awal saat menghitung annualized yield bersih.
Langkah 5: Mulai dengan investasi kecil dan evaluasi performa secara dinamis—verifikasi hasil dan biaya nyata sebelum menambah alokasi dana Anda.
Annualized yield menstandarkan imbal hasil berbagai periode menjadi metrik tahunan untuk memudahkan perbandingan dan pemilihan. APR menunjukkan tingkat nominal tanpa compounding; APY memperhitungkan efek compounding. Dalam DeFi staking, lending, dan market-making, annualized yield banyak digunakan untuk benchmarking dan evaluasi—namun angka utama perlu dicermati karena volatilitas harga aset, risiko protokol/likuiditas, dan biaya. Agar annualized yield benar-benar bermanfaat untuk keputusan investasi, standarkan metrik, fokus pada compounding dan biaya, serta kombinasikan dengan manajemen risiko yang kuat.
Annualized yield 10% berarti Anda secara teoritis memperoleh imbal hasil setara 10% dari pokok dalam satu tahun. Jika Anda menginvestasikan $100.000, annualized yield 10% akan menghasilkan $10.000 ($100.000 × 10%). Namun, imbal hasil riil dapat berubah karena fluktuasi pasar atau pencairan lebih awal.
Hal ini biasanya tergantung pada perhitungan compounding. Beberapa produk menggunakan bunga sederhana; lainnya memakai bunga berbunga; periode penyelesaian juga berbeda (harian, bulanan, tahunan). Banyak produk Gate menawarkan beberapa opsi compounding—cek detail produk untuk aturan bunga spesifik.
Annualized yield tinggi umumnya disertai risiko lebih besar—termasuk risiko proyek, kerentanan smart contract, dan volatilitas pasar. Pilih produk yang diaudit dengan rating risiko jelas; jangan mengejar imbal hasil tinggi tanpa memahami risikonya—pastikan Anda memahami risiko sebelum berinvestasi.
Keduanya menggunakan metode perhitungan serupa, namun berbeda dari sisi risiko. Deposito bank biasanya menawarkan yield tahunan 1–4% dengan risiko minimal; yield staking Gate berkisar 5–20%, tergantung token dan kondisi pasar, namun terpapar fluktuasi harga token dan risiko proyek. Pertimbangkan yield, tingkat risiko, kebutuhan likuiditas, dan toleransi risiko Anda saat memutuskan.
Compounding memungkinkan penghasilan menghasilkan imbal hasil tambahan seiring waktu. Annualized yield memberikan tingkat dasar, sedangkan frekuensi compounding menentukan hasil akhir—misal, compounding bulanan pada annualized 10% akan mengungguli compounding tahunan pada tingkat yang sama. Gate mendukung auto-compounding pada beberapa produk sehingga penghasilan Anda otomatis diinvestasikan ulang untuk pertumbuhan lebih cepat.


